Wartawan Kehormatan

2026.05.11

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Hurum Maqshuro dari Indonesia
Foto: Hurum Maqshuro

Hamparan pepohonan bunga ceri berkelopak ganda berpadu dengan keindahan laut dan pemandangan Kota Busan.

Hamparan pepohonan bunga ceri berkelopak ganda berpadu dengan keindahan laut dan pemandangan Kota Busan.


Pada bulan April 2026 penulis berkesempatan mengunjungi Taman Demokrasi yang terletak di Jung-gu, Kota Busan. Taman ini merupakan taman bersejarah yang diresmikan pada 16 Oktober 1999.

Kawasan ini merupakan ruang hijau yang luas dengan pameran sejarah yang informatif, serta menyuguhkan pemandangan Kota Busan karena lokasinya yang berada di ketinggian. Salah satu daya tarik utama taman ini adalah keindahan bunga ceri berkelopak ganda (gyeopbeotkkot) yang bermekaran di setiap bulan April.

Taman Demokrasi merupakan salah satu kawasan bersejarah dan destinasi wisata populer di Busan pada musim semi.

Taman Demokrasi merupakan salah satu kawasan bersejarah dan destinasi wisata populer di Busan pada musim semi.


Kunjungan penulis ke Taman Demokrasi awalnya bertujuan untuk melihat keindahan bunga ceri berkelopak ganda yang bermekaran, tetapi kunjungan ini membawa penulis mengenal lebih jauh tentang sejarah demokrasi yang melekat.

Taman ini didedikasikan untuk menghormati semangat demokrasi serta mengenang perjuangan masyarakat dalam melawan rezim otoriter dan memperjuangkan gerakan demokrasi di Korea.

Monumen Peringatan Jasa Pahlawan Perang 25 Juni (Perang Korea) yang berada di Taman Jungang.

Monumen Peringatan Jasa Pahlawan Perang 25 Juni (Perang Korea) yang berada di Taman Jungang.


Sebelum memasuki area Taman Demokrasi, pengunjung akan melewati Taman Jungang. Di kawasan ini, penulis melihat sebuah monumen batu bertuliskan "Monumen Peringatan Jasa Pahlawan Perang 25 Juni (Perang Korea)" yang didirikan untuk mengenang pengorbanan para pejuang sekaligus menjadi pengingat akan semangat patriotisme yang terus diwariskan hingga kini.

Monumen Peringatan Revolusi 19 April yang berada dekat pintu masuk utama Taman Demokrasi.

Monumen Peringatan Revolusi 19 April yang berada dekat pintu masuk utama Taman Demokrasi.


Terdapat pula sebuah monumen yang didedikasikan untuk menghormati pengorbanan masyarakat yang bangkit pada tahun 1960 melawan pemerintahan diktator Presiden Syngman Rhee. Monumen ini dibangun melalui sumbangan sukarela warga Busan yang mencerminkan kuatnya kesadaran akan nilai demokrasi.

Penulis juga mengetahui bahwa monumen batu setinggi 11 meter ini sebelumnya berada di Taman Yongdusan sejak 1961 sebelum akhirnya dipindahkan ke Taman Demokrasi pada tanggal 15 Februari 2007.

Lebih dari itu, monumen ini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan tahun 1960 terus berlanjut melalui berbagai gerakan demokrasi di Korea, menjadikannya bukan sekadar penanda sejarah, tetapi juga simbol perjalanan panjang demokrasi.

Istilah Benteng Demokrasi Korea merujuk pada peran Busan sebagai kota yang menjadi pusat berbagai gerakan demokrasi.

Istilah "Benteng Demokrasi Korea" merujuk pada peran Busan sebagai kota yang menjadi pusat berbagai gerakan demokrasi.


Busan juga dikenal sebagai kota perlawanan yang memiliki peran penting dalam perjalanan demokrasi di Korea, seperti Aksi Demokrasi Busan-Masan (1979) dan Perjuangan Demokrasi Juni (1987).

Peran tersebut kemudian melahirkan sebutan "Benteng Demokrasi Korea" yang menjadi simbol kuatnya perjuangan masyarakat dalam menegakkan demokrasi.

Untuk itu, Taman Demokrasi tidak hanya menjadi ruang peringatan, tetapi juga sarana edukasi yang merekam jejak panjang perjuangan tersebut serta harapan masyarakat Korea akan masa depan yang lebih damai dan berdaulat.

Monumen ini dikelilingi oleh pepohonan bunga ceri berkelopak ganda. Banyak pengunjung yang duduk-duduk menikmati indahnya bunga ceri berkelopak ganda di area ini.

Monumen ini dikelilingi oleh pepohonan bunga ceri berkelopak ganda. Banyak pengunjung yang duduk-duduk menikmati indahnya bunga ceri berkelopak ganda di area ini.


Selanjutnya penulis singgah di sebuat tempat yang merupakan monumen peringatan militer yang didedikasikan untuk mengenang kemenangan Angkatan Laut Republik Korea dalam pertempuran di Selat Korea saat awal Perang Korea (1950-1953).

Monumen ini didirikan untuk menghormati para prajurit yang gugur atau berjasa dalam pertempuran tersebut.

Di area ini, penulis dapat menikmati keindahan bunga ceri bekelopak ganda yang bermekaran. Bunga ini mekar dalam kurun waktu sekitar dua minggu.

Oleh karena itu, saat bunga ceri bermekaran, Taman Demokrasi menjadi tempat buruan wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menikmati keindahan dan keunikan bunga ceri berkelopak ganda.

Bunga ceri berkelopak ganda jika dilihat dari dekat. Warna merah muda dan bentuknya yang menumpuk menjadikan bunga ini cantik dan unik.

Bunga ceri berkelopak ganda jika dilihat dari dekat. Warna merah muda dan bentuknya yang menumpuk menjadikan bunga ini cantik dan unik.


Mengunjungi Taman Demokrasi di musim semi menawarkan pengalaman yang berbeda. Selain dapat menikmati keunikan bunga sakura bertumpuk, pengunjung juga dapat melihat jejak perjuangan demokrasi Korea.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Wartawan Kehormatan merupakan komunitas masyarakat dunia yang menyukai Korea dan membagikan minat mereka terhadap Korea dalam bentuk tulisan.

konten yang terkait