Wartawan Kehormatan

2026.04.28

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia
Foto: Maulia Resta Mardaningtias


Hari Arbor atau Singmogil merupakan salah satu hari nasional di Korea yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 5 April untuk mendukung upaya negara dalam merestorasi hutan. Perayaan ini identik dengan kegiatan menanam pohon, merawat hutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Pada hari Jumat (17/04/2026), Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menyelenggarakan sebuah lokakarya bertajuk "Mengenal Hari Arbor di Korea dan Lokakarya Seni Botani" sebagai sarana untuk memperkenalkan Hari Arbor Korea kepada masyarakat Indonesia.

Potret Direktur Korean Cultural Center Indonesia, Lee Sang Jun, memberikan kata sambutan kepada para peserta acara Mengenal Hari Arbor di Korea & Lokakarya Seni Botani.

Potret Direktur Korean Cultural Center Indonesia, Lee Sang Jun, memberikan kata sambutan kepada para peserta acara "Mengenal Hari Arbor di Korea & Lokakarya Seni Botani."


Acara dibuka dengan kata sambutan Direktur KCCI, Lee Sang Jun, yang menyampaikan harapannya bahwa melalui acara ini masyarakat dapat memahami nilai penting alam, sekaligus memperoleh inspirasi untuk menjaga lingkungan alam yang berharga.

Setelah mendengar kata sambutan, para peserta mengikuti dua aktivitas utama. Pertama adalah pengenalan Hari Arbor yang penyampaian materi dipandu oleh Kim Hyoung Gyun selaku Project Manager dari Korea-Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC). Kedua adalah lokakarya seni botani bunga musim semi Korea yang dipandu oleh Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA).

Potret Kim Hyoung Gyun, Project Manager dari Korea-Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC) yang memaparkan tentang Hari Arbor kepada para peserta.

Potret Kim Hyoung Gyun, Project Manager dari Korea-Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC) yang memaparkan tentang Hari Arbor kepada para peserta.


Dalam paparannya, Kim menjelaskan bahwa Hari Arbor merupakan salah satu langkah besar Korea untuk memulihkan alam yang sempat rusak sebagai akibat dampak perang puluhan tahun yang lalu. Oleh sebab itu, kegiatan menanam pohon menjadi simbol utama Hari Arbor dengan tujuan menghidupkan kembali kondisi alam.

Di sela-sela penjelasan, Kim juga mengajak peserta berdiskusi secara interaktif. Ia melontarkan pertanyaan kepada peserta mengenai pengalaman berkunjung ke Korea, kesan mereka saat melihat hutan dan pegunungan di Korea, serta memperlihatkan perbandingan kondisi alam di Korea pada masa lampau dan sekarang.

Seiring berjalannya waktu, alam Korea memang telah pulih. Pohon dan tanaman kini tumbuh di gunung, bukit, dan lahan yang tadinya gersang. Meski demikian, Kim menekankan bahwa upaya menjaga alam masih terus dilakukan, dengan fokus yang kini bergeser pada manajemen atau pengelolaan kehutanan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pengelolaan hutan Korea tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga meluas ke 37 negara lain yang menjalin kerja sama kehutanan dengan Korea. Dengan meningkatnya kerjasama kehutanan antara Korea dan Indonesia, KIFC dihadirkan sebagai jembatan yang memudahkan implementasi kerja sama Korea dan Indonesia di bidang kehutanan.

Tim Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) memandu lokakarya mewarnai gambar bunga musim semi Korea bernama jindallae.

Tim Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) memandu lokakarya mewarnai gambar bunga musim semi Korea bernama jindallae.


Seusai sesi paparan, acara dilanjutkan dengan lokakarya seni botani bersama IDSBA. Sebanyak 25 peserta pertama berkesempatan untuk mengikuti kegiatan mewarnai bunga musim semi Korea dengan teknik khusus yang diajarkan secara langsung oleh tim IDSBA. Sementara itu, peserta lainnya dapat membuat prakarya bunga musim semi Korea yang dipandu oleh KCCI.

Selain mengikuti lokakarya mewarnai bersama IDSBA, peserta juga dapat membuat prakarya bunga musim semi Korea.

Selain mengikuti lokakarya mewarnai bersama IDSBA, peserta juga dapat membuat prakarya bunga musim semi Korea.


Melalui rangkaian kegiatan ini, para peserta tidak hanya mengenal Hari Arbor sebagai tradisi Korea, tetapi juga semakin menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian alam, dan pentingnya peran serta kerjasama antar negara untuk membawa dampak baik yang lebih luas.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Wartawan Kehormatan merupakan komunitas masyarakat dunia yang menyukai Korea dan membagikan minat mereka terhadap Korea dalam bentuk tulisan.

konten yang terkait