Wartawan Kehormatan

2026.05.04

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Suci Sekarwati dari Indonesia
Foto: Suci Sekarwati

Korea Cultural Center Indonesia (KCCI) menggelar program edukasi budaya "Seri Kuliah Khusus" melalui tema "Perkembangan Budaya Makan Korea: Antara Nilai Tradisional dan Gaya Hidup Modern" pada hari Kamis (23/04/2026). Sebanyak 50 orang peserta memenuhi aula KCCI Jakarta, tempat diselenggarakannya acara tersebut.

Jo Eun Suk sebagai pemateri menjelaskan mengenai perubahan budaya makan masyarakat Korea seiring dengan perubahan zaman.

KCCI menyelenggarakan Seri Kuliah Khusus Bahasa dan Budaya Korea pada Kamis (23/04/2026) di Jakarta. Acara dihadiri puluhan peserta dari berbagai wilayah di Jakarta.

KCCI menyelenggarakan Seri Kuliah Khusus Bahasa dan Budaya Korea pada Kamis (23/04/2026) di Jakarta. Acara dihadiri puluhan peserta dari berbagai wilayah di Jakarta.


Semenanjung Korea dahulu dijajah oleh Jepang dari tahun 1910 hingga 1945 lalu menderita akibat Perang Korea dari tahun 1950 hingga 1953 sehingga warganya hidup dengan sangat miskin. Ekonomi Korea sangat memprihatinkan hingga tahun 1970-an.

Saat itu, banyak bayi yang meninggal sebelum berusia satu tahun sehingga warga Korea memiliki tradisi untuk membuat kue beras bernama tok saat bayi berusia satu tahun sebagai lambang doa agar anak mereka panjang umur.

Selain tradisi membuat tok dalam perayaan bayi saat berusia satu tahun, warga Korea pun memiliki tradisi membuat berbagai makanan khusus saat menyambut acara tertentu dari dahulu hingga saat ini.

Dalam penyelanggaraan pernikahan, mi putih berkuah bernama janchi guksu disediakan untuk mendoakan pengantin baru agar usia pernikahannya langgeng seperti mi yang panjang.

Untuk mendoakan arwah yang sudah meninggal pun, warga Korea terbiasa menyiapkan berbagai makanan favorit sang arwah sebagai sesembahan di meja khusus.

Jo Eun Suk menjelaskan perbandingan cara makan orang Korea dengan Indonesia dalam Seri Kuliah Khusus Bahasa dan Budaya Korea KCCI pada hari Kamis (23/04/2026) di Jakarta.

Jo Eun Suk menjelaskan perbandingan cara makan orang Korea dengan Indonesia dalam Seri Kuliah Khusus Bahasa dan Budaya Korea KCCI pada hari Kamis (23/04/2026) di Jakarta.


Jo kemudian menjelaskan bahwa seiring dengan pertumbuhan ekonomi Korea yang melompat sejak tahun 1980, perubahan cukup terlihat dari segi makanan yang tersedia di meja warga Korea. Selain itu, sejak tahun 2000-an pun warga Korea sudah semakin sadar dengan makanan untuk kesehatan sehingga mereka mulai mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

Warga Korea modern saat ini lebih memilih banyak makanan rebusan, termasuk sayuran yang difermentasi seperti kimci yang kaya manfaat. Sementara itu untuk makanan manis, makanan saat ini umumnya mendapatkan rasa manis dari madu agar lebih sehat.

Di sisi lain, kemajuan ekonomi juga mendorong industri makanan instan yang berkembang pesat sehingga walaupun semakin banyak warga yang sadar dengan makanan sehat, tak sedikit pula yang lebih memilih makanan instan karena kesibukan akibat pendidikan maupun pekerjaan.

Tak hanya itu, berbagai makanan yang disajikan saat acara-acara besar pun berubah seiring dengan kemajuan ekonomi Korea.

Dalam perayaan ulang tahun bayi yang pertama maupun upacara pernikahan, saat ini beragam makanan disajikan untuk tamu. Perayaan besar seperti itu pun belakangan ini diadakan di restoran maupun hotel sehingga para tamu undangan bisa menikmati beragam jenis makanan yang disajikan, mulai dari makanan tradisional Korea hingga makanan internasional, seperti makanan Jepang, Tionghoa, maupun Barat.

Meja upacara penghormatan terhadap leluhur pun kini semakin terlihat modern. Tak hanya buah-buahan saja yang disajikan di atas meja untuk arwah, tetapi terkadang terdapat pula berbagai camilan modern hingga makanan internasional.

Para peserta menyimak penjelasan Jo Eun Suk dalam Seri Kuliah Khusus Bahasa dan Budaya Korea KCCI pada hari Kamis (23/04/2026) di Jakarta.

Para peserta menyimak penjelasan Jo Eun Suk dalam Seri Kuliah Khusus Bahasa dan Budaya Korea KCCI pada hari Kamis (23/04/2026) di Jakarta.



margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Wartawan Kehormatan merupakan komunitas masyarakat dunia yang menyukai Korea dan membagikan minat mereka terhadap Korea dalam bentuk tulisan.

konten yang terkait