Wartawan Kehormatan

2025.07.07

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Hanum Nur Aprilia dari Indonesia
Foto: Hanum Nur Aprilia

Juli datang membawa semangat musim panas dan ajakan untuk sejenak berlibur dari rutinitas. Cuaca yang cerah dan hari libur yang panjang menjadi momen tepat untuk menjelajah destinasi baru.

Salah satu pilihan seru untuk pelarian singkat adalah Gapyeong yang penulis kunjungi pada musim panas tahun 2024. Gapyeong dapat menjadi pilihan tepat untuk wisata sehari yang efisien dan beragam.

Stasiun Gapyeong menjadi titik awal perjalanan wisata satu hari dengan menaiki Gapyeong City Tour Bus, yaitu bus wisata yang menghubungkan tempat wisata populer dalam satu rute.

Stasiun Gapyeong menjadi titik awal perjalanan wisata satu hari dengan menaiki Gapyeong City Tour Bus, yaitu bus wisata yang menghubungkan tempat wisata populer dalam satu rute.


Terletak sekitar satu jam perjalanan dengan kereta ITX dari Stasiun Yongsan atau Cheongnyangni, pengunjung dapat menikmati sejumlah tempat wisata alam dan budaya tanpa harus menginap. Ditunjang sistem transportasi terpadu dan rute wisata yang terorganisir, Gapyeong menawarkan pengalaman liburan yang padat, tetapi tetap nyaman.

Untuk menjelajahi tempat-tempat wisata utamanya secara praktis, wisatawan dapat memanfaatkan Bus Wisata Kota Gapyeong (Gapyeong City Tour Bus). Tiket harian dapat dibeli langsung di dalam bus dari pengemudi baik dengan uang tunai maupun kartu T-money. Setelah tiket di tangan, penumpang bebas naik dan turun di berbagai pemberhentian sepanjang rute bus dalam hari yang sama.

Gapyeong Rail Park menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung yang ingin bersepeda di atas rel bekas kereta api sambil menikmati pemandangan alam pegunungan dan sungai yang menyejukkan mata.

Gapyeong Rail Park menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung yang ingin bersepeda di atas rel bekas kereta api sambil menikmati pemandangan alam pegunungan dan sungai yang menyejukkan mata.


Perhentian pertama yang biasa dikunjungi adalah Gapyeong Rail Park yang berjarak sekitar 10 menit dari Stasiun Gapyeong. Di sini, pengunjung diajak merasakan sensasi unik, yakni bersepeda di atas rel kereta tua sepanjang delapan kilometer menuju Stasiun Gyeonggang. Sepeda ini telah dilengkapi dengan bantuan tenaga listrik sehingga mengayuhnya tidak terlalu melelahkan.

Sepanjang perjalanan, pemandangan alam khas pedesaan Korea mengiringi dari segala arah. Jalur ini melintasi jembatan besi di atas Sungai Gapyeongcheon, terowongan pohon zelkova, dan perbukitan hijau yang menyejukkan mata.

Setibanya di Stasiun Gyeonggang, tersedia taman kecil dan penjual makanan ringan. Pengunjung dapat beristirahat sejenak sebelum kembali ke titik awal dengan jalur yang sama.

Pengalaman mendebarkan menaiki zip line ke Pulau Jara memberikan sensasi meluncur di udara sejauh 650 meter. Pengalaman ini menjadi pilihan seru bagi wisatawan yang ingin memulai kunjungan ke Nami dengan cara yang tidak biasa.

Pengalaman mendebarkan menaiki zip line ke Pulau Jara memberikan sensasi meluncur di udara sejauh 650 meter. Pengalaman ini menjadi pilihan seru bagi wisatawan yang ingin memulai kunjungan ke Nami dengan cara yang tidak biasa.


Setelah menyelesaikan perjalanan rail bike, pemberhentian berikutnya adalah dermaga menuju Pulau Nami. Namun, alih-alih menggunakan kapal feri seperti kebanyakan wisatawan, penulis memilih alternatif yang lebih menantang, yakni meluncur dengan jalur luncur gantung (zip line) menuju Pulau Jara.

Jalur luncur sepanjang 650 meter ini memiliki kemiringan rata-rata sepuluh persen dan dapat mencapai kecepatan hingga 72 kilometer per jam. Dalam hitungan detik, tubuh melesat di atas perairan sehingga menciptakan pengalaman yang menegangkan.

Pulau Jara terdiri atas empat bagian utama dan dikenal sebagai kawasan ekowisata serta lokasi penyelenggaraan Festival Jazz Internasional Jarasum yang telah berlangsung sejak tahun 2004. Namun, dalam perjalanan ini, waktu penulis di pulau sangat singkat. Sebuah kapal cepat telah siap membawa penulis dan penumpang lainnya menyeberang ke Pulau Nami.

Pulau Nami yang rindang dengan pepohonan tinggi menawarkan suasana asri yang dilengkapi jalur pejalan kaki, area berkemah, dan berbagai moda transportasi untuk menjelajahi pulau, seperti sepeda dan bus listrik.

Pulau Nami yang rindang dengan pepohonan tinggi menawarkan suasana asri yang dilengkapi jalur pejalan kaki, area berkemah, dan berbagai moda transportasi untuk menjelajahi pulau, seperti sepeda dan bus listrik.


Pulau Nami dikenal luas sebagai lokasi syuting drama Winter Sonata. Pulau ini dikelilingi Danau Cheongpyeong dan menawarkan jalan setapak yang teduh, taman tematik, serta instalasi seni yang tersebar di berbagai sudut. Pengunjung dapat berjalan menyusuri pulau melalui jalur yang tersedia atau menyewa sepeda untuk menikmati semilir angin musim panas.

Untuk menikmati Pulau Nami tanpa banyak berjalan, penulis menaiki Story Tour Bus, yaitu kendaraan ramah lingkungan berkapasitas tiga belas orang. Bus ini mengelilingi area luar pulau yang merupakan bagian yang sering terlewat oleh wisatawan karena sebagian besar hanya menjelajahi jalur tengah.

Selama kurang lebih 20 menit, penumpang dapat mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata mengenai sejarah, flora, dan spot foto terbaik di sekitar pulau, termasuk patung pasangan dari drama Winter Sonata yang berada di ujung timur.

Penulis mengakhiri kunjungan di Pulau Nami dengan menaiki kapal feri untuk kembali ke daratan. Meskipun antrean cukup panjang di sore hari, sistem penyeberangan yang teratur membuat waktu tunggu tidak terlalu lama.

Petite France menghadirkan suasana desa Eropa di Korea yang penuh warna dan arsitektur bergaya Prancis sehingga menjadi destinasi foto menarik sekaligus tempat eksplorasi budaya dalam satu kawasan bertema.

Petite France menghadirkan suasana desa Eropa di Korea yang penuh warna dan arsitektur bergaya Prancis sehingga menjadi destinasi foto menarik sekaligus tempat eksplorasi budaya dalam satu kawasan bertema.


Perjalanan penulis ditutup dengan kunjungan ke Petite France, desa bertema Prancis yang dibangun di lereng bukit dengan rumah-rumah bergaya Eropa berwarna pastel. Nuansa dongeng terasa sejak pertama kali melangkah ke dalam area ini. Tersedia pertunjukan boneka tangan, museum musik antik, dan aneka sudut menarik untuk berfoto.

Terhubung langsung dengan kawasan ini adalah Desa Italia Pinokio dan Da Vinci, yaitu satu-satunya taman tematik bertema Italia di Korea. Meski tidak terlalu luas, kombinasi dua desa ini menciptakan pengalaman yang menyenangkan untuk segala usia.

Pemandangan alam di Gapyeong yang dipenuhi bukit, sungai, dan danau memberikan latar sempurna bagi berbagai aktivitas air seru yang menjadi daya tarik utama di musim panas.

Pemandangan alam di Gapyeong yang dipenuhi bukit, sungai, dan danau memberikan latar sempurna bagi berbagai aktivitas air seru yang menjadi daya tarik utama di musim panas.


Dengan jadwal teratur dan rute yang menjangkau berbagai destinasi wisata unggulan, Bus Wisata Kota Gapyeong memberikan kemudahan bagi wisatawan. Sistem naik turun tanpa batas memungkinkan pengunjung menikmati keindahan Gapyeong tanpa perlu khawatir soal transportasi atau waktu tempuh antardestinasi.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Wartawan Kehormatan merupakan komunitas masyarakat dunia yang menyukai Korea dan membagikan minat mereka terhadap Korea dalam bentuk tulisan.

konten yang terkait