Makanan/Pariwisata

2026.05.20

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata merilis daftar Local 100 edisi kedua untuk mempromosikan lokasi wisata, konten, para pakar, dan nilai-nilai budaya yang berada di daerah. Melalui seri 100 Destinasi Wisata Lokal, Korea.net memperkenalkan beberapa tempat wisata tersembunyi yang direkomendasikan untuk wisatawan asing saat berkunjung ke Korea.


Panorama Haebangchon di akhir musim semi. Kawasan ini menjadi populer setelah digunakan sebagai tempat syuting drama When the Camellia Blooms (2019) dan Itaewon Class (2020). (Lee Jeong Woo)

Panorama Haebangchon di akhir musim semi. Kawasan ini menjadi populer setelah digunakan sebagai tempat syuting drama When the Camellia Blooms (2019) dan Itaewon Class (2020). (Lee Jeong Woo)



Penulis: Lee Jihae

Haebangchon adalah salah satu kawasan di dekat Itaewon di Seoul yang menjadi sangat populer berkat drama When the Camillia Blooms dan Itaewon Class.

Kawasan ini bahkan terpilih sebagai bagian dari Local 100, yaitu 100 lokasi wisata, konten, para pakar, dan nilai-nilai budaya pilihan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.

Haebangchon kini dikenal dengan panorama gang-gang tuanya yang dihiasi dengan berbagai pertokoan modern sehingga menampilkan suasana yang cukup unik dan hanya bisa dinikmati di kawasan ini saja.

 Berbagai kedai kopi yang berada di atas atap gedung-gedung di Haebangchon menawarkan pemandangan menawan ke arah jantung Kota Seoul. (Lee Jeong Woo)

Berbagai kedai kopi yang berada di atas atap gedung-gedung di Haebangchon menawarkan pemandangan menawan ke arah jantung Kota Seoul. (Lee Jeong Woo)


Salah satu keunikan Haebangchon yang dicari oleh para pengunjung adalah kedai kopi yang berada di atas atap gedung-gedung.

Pemandangan yang ditawarkan sangat menawan karena Haebangchon sendiri berada di ketinggian sehingga jantung Kota Seoul terlihat sangat jelas bahkan dari atas gedung setinggi dua atau tiga lantai saja.

Nama Haebangchon bermakna 'Kampung Kebebasan' karena ditinggali oleh warga diaspora Korea yang keluar Korea pada masa penjajahan Jepang (1910-1945), tetapi kembali lagi ke Korea setelah Korea merdeka dan menetap di kawasan dekat Itaewon tersebut.

Haebangchon berada di perbukitan sehingga pengembangan kawasan tersebut cukup sulit, tetapi justru hal itulah yang kini menjadi karakteristik utama yang dicari oleh para wisatawan.


 Foto sebelah kiri menggambarkan tumbukan tembikar tradisional Korea yang berada di pintu masuk Haebangchon dan foto sebelah kanan menunjukkan mural yang digambar di depan sebuah toko yang berada di dalam Haebangchon. (Lee Jeong Woo)

Foto sebelah kiri menggambarkan tumbukan tembikar tradisional Korea yang berada di pintu masuk Haebangchon dan foto sebelah kanan menunjukkan mural yang digambar di depan sebuah toko yang berada di dalam Haebangchon. (Lee Jeong Woo)


Haebangchon dapat dikunjungi dengan menaiki metro jalur 6 hingga ke Stasiun Noksapyeong. Setelah keluar dari pintu keluar nomor 2, pengunjung bisa langsung melihat tumpukan tembikar tradisional Korea yang menandai pintu masuk Haebangchon.

Haebangchon sejak dahulu dihuni oleh banyak penduduk asing sehingga suasana pertokoan pun terasa berbeda dengan kawasan Korea lainnya.



Foto sebelah kiri merupakan potret anak tangga 108 yang menjadi lokasi syuting drama Korea yang cukup populer dan foto sebelah kanan menunjukkan lift yang bisa digunakan untuk naik ke bagian atas tangga. (Lee Jeong Woo) .

Foto sebelah kiri merupakan potret anak tangga 108 yang menjadi lokasi syuting drama Korea yang cukup populer dan foto sebelah kanan menunjukkan lift yang bisa digunakan untuk naik ke bagian atas tangga. (Lee Jeong Woo)


Tangga berjumlah 108 buah di Haebangchon menjadi sangat populer berkat drama Something Happened in Bali yang tayang pada tahun 2004.

Tangga tersebut sudah dibangun sejak tahun 1943, bahkan sebelum Korea merdeka dari Jepang.

Potret Pasar Sinheung pada tanggal 6 April 2026. (Lee Jeong Woo)

Potret Pasar Sinheung pada tanggal 6 April 2026. (Lee Jeong Woo)


Pasar Sinheung yang terletak di dalam Haebangchon menjadi salah satu ikon yang menggabungkan gedung-gedung tua dengan suasana modern sehingga menarik perhatian para pengunjung muda.

Lokasi ini pun menjadi lokasi syuting favorit sehingga sering muncul di drama maupun film Korea. Pasar tersebut telah ada sejak tahun 1970-an dan menjadi jantung area Haebangchon.

Pasar Sinheung awalnya menjadi pasar yang menjual berbagai pakaian yang dibuat oleh warga sekitar, seperti baju, kaus kaki, dan sarung tangan.

Industri mode cepat yang masuk ke Korea sejak tahun 1990-an membuat Pasar Sinheung mulai ditinggalkan. Namun, berbagai kafe maupun studio kecil memasuki lahan toko kosong di pasar ini sehingga membuatnya hidup kembali menjadi ruang retro bagi warga.


Foto sebelah kiri menunjukkan potret bagian dalam Pasar Siheung yang disulap menjadi tempat kedai-kedai kopi cantik. Foto sebelah kanan menunjukkan potret Menara Namsan dari Haebangchon pada saat malam dan siang hari. (Dongha Kim dan Shin Jaeik dari Urban Idea Agency)

Foto sebelah kiri menunjukkan potret bagian dalam Pasar Siheung yang disulap menjadi tempat kedai-kedai kopi cantik. Foto sebelah kanan menunjukkan potret Menara Namsan dari Haebangchon pada saat malam dan siang hari. (Dongha Kim dan Shin Jaeik dari Urban Idea Agency)


jihlee08@korea.kr

konten yang terkait