Kebudayaan

2026.09.21

Kegiatan Menggambar Suasana Chuseok dalam rangkaian acara Rayakan Chuseok dengan Gaya Kekinian! yang digelar pada tanggal 16 dan 18 September 2024 di Museum Rakyat Nasional Korea, Jongno-gu, Seoul. (Museum Rakyat Nasional Korea)

Kegiatan Menggambar Suasana Chuseok dalam rangkaian acara Rayakan Chuseok dengan Gaya Kekinian! yang digelar pada tanggal 16 dan 18 September 2024 di Museum Rakyat Nasional Korea, Jongno-gu, Seoul. (Museum Rakyat Nasional Korea)



Penulis: Lee Ji Yae

Chuseok merupakan salah satu hari raya utama Korea saat seluruh anggota keluarga berkumpul untuk merayakan hasil panen selama setahun. Kini tradisi tersebut juga diwujudkan dengan bersantap bersama anggota keluarga yang tinggal berdekatan atau bepergian selama libur panjang.

Seiring perubahan cara masyarakat merayakan Chuseok, berbagai museum di seluruh Korea pun menyiapkan beragam program agar pengunjung dapat merasakan langsung budaya hari raya Korea, mulai dari permainan tradisional dan kerajinan tangan hingga pertunjukan.

Korea.net memperkenalkan berbagai program Chuseok yang digelar di Museum Rakyat Nasional Korea, Museum Nasional Daegu, Museum Nasional Jeonju, dan Museum Nasional Cheongju.

Museum Rakyat Nasional Korea akan menggelar festival Chuseok pada tanggal 26-27 September 2026 di lobi dan halaman depan gedung utama, area bermain Museum Anak, serta cabang Paju.

Para pengunjung dapat menikmati beragam program yang menghidupkan kembali semangat berbagi dan kebersamaan dalam perayaan Chuseok dengan sentuhan masa kini.

Program yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari turnamen permainan tradisional yang diikuti keluarga dengan sistem estafet hingga kegiatan kerajinan yang dapat diikuti secara individu.

Bekerja sama dengan Asosiasi Ssireum Korea, museum juga akan menggelar kelas pengenalan ssireum (olahraga gulat tradisional Korea) serta Turnamen Ssireum Chuseok yang dapat diikuti oleh peserta dewasa maupun anak-anak.

Pengunjung juga dapat membuat sabun berbentuk songpyeon (kue beras tradisional khas Chuseok) atau menghias pembatas buku logam berwarna keemasan dengan manik-manik.

Program lainnya mengajak pengunjung membuat gantungan kunci berbentuk tuts papan ketik (keycap) dengan berbagai hiasan bertema Chuseok.

Museum Rakyat Nasional Korea cabang Paju akan mengadakan tur ruang penyimpanan koleksi.

Dalam tur tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih lanjut mengenai charye (ritual penghormatan kepada leluhur yang dilakukan saat Chuseok) serta cheonsingut (ritual syamanisme untuk mensyukuri hasil panen baru).

Pengunjung juga dapat mengikuti sesi penjelasan pameran khusus Happy Onam: A Festival for All, the Joy of Dancing Together untuk membandingkan tradisi Chuseok di Korea dengan Onam, festival panen tradisional dari India.

Informasi lebih lanjut mengenai acara tersebut dan cara berpartisipasi dapat dilihat melalui laman resmi Museum Rakyat Nasional Korea (https://www.nfm.go.kr) dan laman cabang Paju (www.nfm.go.kr/paju).

Suasana kegiatan membuat layang-layang balon berbentuk perisai dan layang-layang berbentuk elang dalam rangkaian acara budaya menyambut Chuseok yang digelar pada tanggal 14-16 dan 18 September 2024 di Museum Nasional Daegu, Suseong-gu, Daegu. (Museum Nasional Daegu)

Suasana kegiatan membuat layang-layang balon berbentuk perisai dan layang-layang berbentuk elang dalam rangkaian acara budaya menyambut Chuseok yang digelar pada tanggal 14-16 dan 18 September 2024 di Museum Nasional Daegu, Suseong-gu, Daegu. (Museum Nasional Daegu)


Museum Nasional Daegu pun akan menggelar acara budaya untuk menyambut Chuseok pada tanggal 24, 26, dan 27 September 2026 di halaman Haesolgwan dan plaza utama.

Pengunjung dapat menikmati beragam kegiatan, mulai dari membuat kerajinan bermotif minhwa (seni lukis rakyat tradisional Korea) hingga menyaksikan pertunjukan unik.

Pengunjung dapat membuat ttakji (kepingan kertas lipat yang digunakan dalam permainan tradisional Korea) bermotif minhwa atau menghias gantungan tas bermotif jakhodo (lukisan rakyat yang menggambarkan burung murai dan harimau).

Kegiatan lainnya memadukan bahan dan teknik kerajinan tradisional dengan gagasan modern, seperti membuat layang-layang bergambar karakter dan soban (meja makan kecil tradisional Korea) yang dihiasi kepingan kulit kerang mutiara.

Setiap kegiatan dapat diikuti secara gratis oleh 500 pengunjung pertama per hari selama acara berlangsung.

Untuk program pertunjukan, museum juga menyiapkan The Happening Show "My Dream" serta "Rainbow Show," pertunjukan diabolo terbesar di Korea. Diabolo merupakan atraksi ketangkasan menggunakan alat berbentuk kumparan yang diputar dengan tali di antara dua tongkat.

Informasi terperinci mengenai jadwal dan lokasi acara dapat dilihat di laman resmi Museum Nasional Daegu (daegu.museum.go.kr).

Seorang pengunjung mencoba menumbuk beras ketan kukus dengan palu kayu untuk membuat tok dalam acara Festival Permainan Tradisional Chuseok yang digelar pada tanggal 3-7 Oktober 2025 di Museum Nasional Jeonju, Wansan-gu, Kota Jeonju, Provinsi Jeollabuk. (Museum Nasional Jeonju)

Seorang pengunjung mencoba menumbuk beras ketan kukus dengan palu kayu untuk membuat tok dalam acara Festival Permainan Tradisional Chuseok yang digelar pada tanggal 3-7 Oktober 2025 di Museum Nasional Jeonju, Wansan-gu, Kota Jeonju, Provinsi Jeollabuk. (Museum Nasional Jeonju)


Museum Nasional Jeonju akan menggelar Festival Permainan Tradisional Chuseok pada tanggal 24-27 September 2026 di halaman luar museum. Museum tutup pada tanggal 25 September 2026, tepat pada hari Chuseok.

Acara tersebut menghadirkan beragam program yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung budaya hari raya Korea, mulai dari menikmati permainan tradisional dan mencoba peralatan sehari-hari dari masa lalu hingga membuat hidangan khas Chuseok.

Pengunjung dapat menggantungkan kertas berisi harapan pada pohon harapan. Mereka juga dapat menikmati beragam permainan tradisional, seperti yunnori (permainan papan menggunakan empat batang kayu), menerbangkan layang-layang, menendang jegi agar tidak jatuh, serta melempar anak panah ke dalam tempayan dalam permainan tuho.

Permainan ttakji dan gonggi (permainan menggunakan kepingan kecil yang dilempar dan ditangkap) menghadirkan nuansa nostalgia.

Pengunjung juga dapat mencoba langsung berbagai peralatan dari masa lalu, seperti batu giling, jige (alat angkut kayu yang dipikul di punggung), serta lesung dan alu.

Dalam program pembuatan hidangan khas Chuseok, pengunjung dapat mencoba membuat songpyeon serta oranda (kudapan tradisional Korea yang manis dan renyah). Pertunjukan kelompok seni perkusi Arihyang dan Samatdi juga akan turut memeriahkan suasana perayaan.

Informasi mengenai program lainnya dan jadwal lengkap dapat dilihat di laman resmi Museum Nasional Jeonju (jeonju.museum.go.kr).

Para pengunjung mencoba memanah di arena permainan tradisional dalam acara Chuseok Telah Tiba yang digelar pada tanggal 14-15 September 2024 di Museum Nasional Cheongju, Kota Cheongju, Provinsi Chungcheongbuk. (Museum Nasional Cheongju)

Para pengunjung mencoba memanah di arena permainan tradisional dalam acara Chuseok Telah Tiba yang digelar pada tanggal 14-15 September 2024 di Museum Nasional Cheongju, Kota Cheongju, Provinsi Chungcheongbuk. (Museum Nasional Cheongju)


Museum Nasional Cheongju akan menggelar festival perayaan Chuseok selama dua hari pada 26-27 September 2026 di berbagai area museum.

Menjelang acara tersebut, museum membuka reservasi melalui laman resminya hingga tanggal 22 September 2026.

Bagi pendaftar, museum menyiapkan dua jenis paket kegiatan, yakni membuat gangjeong bunga (kudapan tradisional Korea bertekstur renyah yang dihias dengan bunga yang dapat dimakan) dan menata meja charye sambil mempelajari makna ritual penghormatan kepada leluhur pada hari raya Korea.

Selama acara berlangsung, pengunjung dapat mencoba berbagai permainan tradisional, seperti tuho dan panahan, di halaman depan Cheongmyeonggwan.

Pada tanggal 27 September 2026 panggung auditorium utama Cheongmyeonggwan akan dimeriahkan oleh pertunjukan nongak (musik dan tari tradisional masyarakat tani Korea) dari kelompok kesenian Cheongju serta teater tradisional penuh humor berjudul Banggwijaengi Myeoneuri (Menantu Perempuan yang Gemar Kentut).

Selain itu, melalui akun Instagram resminya, museum akan mengadakan kuis di kolom komentar mengenai ungkapan dalam hanja bertema Chuseok untuk turut memeriahkan hari raya.

Keterangan lebih lanjut mengenai berbagai program tersebut dapat dilihat di laman resmi Museum Nasional Cheongju (https://cheongju.museum.go.kr/) dan akun Instagram resminya (@cj.museum.kr).


ljyhwa@korea.kr

konten yang terkait