Suasana upacara penganugerahan Penghargaan Literasi Raja Sejong UNESCO 2026 yang digelar pada 8 September 2026 (waktu setempat) di San Juan Chamula, Meksiko. (Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata)
Penulis: Koh Hyunjeong
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengungkapkan pada tanggal 9 September 2026 bahwa tiga lembaga asal Kolombia, Belanda, dan Nigeria meraih Penghargaan Literasi Raja Sejong UNESCO 2026.
Penghargaan tersebut telah diberikan dalam upacara penganugerahan yang digelar pada tanggal 8 September 2026 (waktu setempat) di San Juan Chamula, Meksiko.
UNESCO setiap tahun memberikan penghargaan kepada individu dan organisasi yang berkontribusi dalam pemberantasan buta aksara untuk memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh pada 8 September. Hari tersebut diproklamasikan UNESCO pada 1966.
Kementerian terus mendukung penghargaan yang dibentuk pada 1989 tersebut untuk menghormati semangat Raja Sejong dalam menciptakan hangeul sekaligus turut serta dalam upaya pemberantasan buta aksara.
BibloRed asal Kolombia meraih penghargaan tahun 2026 atas kontribusinya melalui program Escuelas LEO dalam menyediakan pendidikan literasi multibahasa bagi kelompok terpinggirkan serta melestarikan dan merevitalisasi bahasa ibu.
Rutu Foundation for Intercultural Multilingual Education asal Belanda meraih penghargaan atas program Sekolah Ramah Bahasa yang menawarkan model pendidikan multibahasa dan inklusif dengan memanfaatkan beragam bahasa ibu para siswa sebagai sumber belajar.
Waer Waters Charity Foundation asal Nigeria meraih penghargaan atas Project PAL, sebuah proyek percepatan literasi dasar yang menyediakan Literacy Hubs berupa ruang belajar bertenaga surya bagi anak-anak terpinggirkan di komunitas setempat. Program tersebut membantu mengurangi kesenjangan pendidikan.
hjkoh@korea.kr