Beragam karya desain bernilai koleksi, mulai dari furnitur dan lampu hingga kerajinan, dipamerkan dalam Design Miami Seoul 2026 yang digelar pada tanggal 1-6 September di Dongdaemun Design Plaza (DDP), Jung-gu, Seoul. (Yayasan Desain Seoul)
Penulis: Uyen Nguyen
Festival desain kelas dunia, Design Miami Seoul 2026, resmi dibuka pada 1 September di Dongdaemun Design Plaza (DDP), Jung-gu, Seoul. Pameran ini menghadirkan beragam karya desain bernilai artistik di satu tempat.
Pameran yang berlangsung hingga tanggal 6 September 2026 tersebut menampilkan tren terkini desain kontemporer melalui beragam karya, termasuk lampu dan kerajinan.
Design Miami tahun lalu untuk pertama kalinya digelar di Asia, tepatnya di Seoul. Pameran tersebut kembali tahun 2026 dengan skala dan cakupan partisipasi yang lebih luas.
Seoul menjadi titik awal rangkaian global Design Miami yang akan berlanjut ke Paris pada Oktober 2026 dan Miami pada Desember.
Tema tahun ini adalah "Resonance: Design in Dialogue." Sebanyak enam galeri internasional berpartisipasi dalam program baru yang diperkenalkan tahun 2026.
Cakupan pameran kuratorial In Situ juga diperluas dari Korea ke Asia. Para pengunjung juga dapat menikmati pameran kolaborasi dengan berbagai merek serta program bincang desain.
Sejumlah karya yang ditampilkan dalam pameran kuratorial In Situ di Design Miami Seoul 2026. Dari kiri ke kanan: seri ME-IN karya LEJE, Narrative 001 karya Byungsub Kim, Bone Flower karya Yuki Nara, dan Reconstructed Perspective karya Soohyun Cho. (Yayasan Desain Seoul)
Pameran kuratorial In Situ menghadirkan sekitar 80 karya dari 36 desainer dan studio. Para peserta terdiri dari desainer pendatang baru maupun yang telah dikenal. Mereka berkarya di berbagai bidang, seperti pencahayaan, furnitur, keramik, dan desain objek.
Karya-karya dalam pameran ini mencakup unsur tradisional hingga teknologi modern. Unsur tradisional yang ditampilkan antara lain hanok (rumah tradisional Korea) dan najeonchilgi (kerajinan pernis tradisional Korea bertatahkan kulit kerang mutiara). Sementara itu, teknologi modern yang digunakan mencakup serat karbon dan pencetakan 3D.
Melalui beragam karya tersebut, pameran ini menunjukkan wajah desain Asia masa kini.
Salah satu peserta adalah studio desain Korea LEJE. Studio ini pernah membuat kostum panggung untuk sejumlah bintang K-pop, termasuk Jennie BLACKPINK dan penyanyi EJAE. Dalam pameran ini, LEJE menampilkan seri ME-IN.
Bagian dasar setiap karya dibuat dengan pencetakan 3D, kemudian dihiasi dengan tatahan kulit kerang mutiara dan lapisan pernis alami. Proses pengerjaan satu karya membutuhkan lebih dari 300 jam.
Rak modular buatan STACK yang dapat disusun secara fleksibel sesuai ruang dan kebutuhan. (STACK)
Program galeri menghadirkan beragam karya desain bernilai koleksi dari galeri dan desainer Korea maupun mancanegara. Karya-karya tersebut mengeksplorasi bahan alami dan cahaya, furnitur modular, serta perpaduan material khas Korea dengan bentuk modern.
Arsitek Belgia Thomas Hick dan Mo Vandenberghe memperkenalkan STACK, sistem furnitur modular berkonsep minimalis. Furnitur ini tersusun dari komponen aluminium lipat yang dapat disambungkan tanpa sekrup.
Desainnya sederhana tanpa elemen yang tidak diperlukan. Furnitur ini dapat diperluas, diperkecil, atau disusun ulang sesuai kebutuhan.
Televisi OLED SH95 produksi Samsung Electronics yang dipamerkan dalam Design Miami Seoul 2026. Bingkai khusus yang menampilkan karya para seniman Korea membuat televisi ini tampak seperti sebuah karya seni dan berbeda dari TV pada umumnya. (Uyen Nguyen)
Kolaborasi dengan berbagai merek juga memperlihatkan titik temu antara desain industri dan seni.
Samsung Electronics menampilkan seri kolaborasi yang memadukan karya para seniman Korea dengan bingkai khusus untuk TV OLED SH95. Seri ini menunjukkan bahwa produk standar hasil produksi massal dapat diolah dengan sentuhan seni dan desain. Produk tersebut kemudian dapat tampil sebagai karya yang mencerminkan selera dan identitas individu.
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai program lain, termasuk bincang desain bersama para pakar dari Korea dan mancanegara. Informasi selengkapnya tersedia di situs resmi Yayasan Desain Seoul (https://seouldesign.or.kr/).
Dalam konferensi pers pada 31 Agustus 2026 CEO Yayasan Desain Seoul Cha Kang Heui mengatakan, "Seoul kini telah mengukuhkan posisinya sebagai pusat global desain bernilai koleksi. Para desainer, galeri, dan kolektor dari seluruh dunia berkumpul di kota ini."
"Kami berharap upaya ini tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan acara kelas dunia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih banyak desainer muda Korea yang berbakat ke mancanegara," tambahnya.
Para pengunjung melihat karya-karya yang dipamerkan dalam acara pratinjau Design Miami Seoul 2026. Acara ini digelar pada 31 Agustus di Dongdaemun Design Plaza (DDP), Jung-gu, Seoul. (Uyen Nguyen)