Kebudayaan

2026.08.19



Penulis: Uyen Nguyen
Video: Saluran YouTube resmi Museum Nasional Rakyat Korea

Budaya kehidupan dan folklor masyarakat Korea Utara kini bisa ditemui di sebuah pameran khusus yang digelar di Seoul.

Pameran bertajuk ZERO: North Korea Encountered on the Path of Folk Culture digelar sejak tanggal 12 Agustus 2026 di Museum Nasional Rakyat Korea.

Pameran tersebut memperkenalkan budaya kehidupan sehari-hari dan karakter masyarakat dari berbagai daerah di bagian utara Semenanjung Korea melalui 316 koleksi.

Koleksi-koleksi tersebut terdiri dari 346 benda folklor milik museum tersebut dari masa sebelum Kemerdekaan Korea di tahun 1945.

Sebagian di antaranya bahkan baru dikeluarkan dari ruang penyimpanannya setelah sekitar 80 tahun dan untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada publik.

Kata 'ZERO' yang digunakan dalam judul pameran melambangkan titik awal untuk membangun pemahaman baru dengan sejenak melepaskan persepsi dan prasangka terhadap Korea Utara.

Pameran tersebut mengajak pengunjung untuk memandang Korea Utara bukan sebagai sesuatu yang asing, melainkan sebagai corak kehidupan lain yang tumbuh di atas landasan sejarah dan budaya yang sama dengan Republik Korea.

Salah satu keistimewaan pameran ZERO: The North Korea adalah penataan benda-benda koleksi secara bertingkat dalam bentuk 'menara penyimpanan koleksi' yang menjulang tinggi. Pengunjung dapat berjalan di antara menara-menara tersebut dan mengamati setiap koleksi dari dekat. (Museum Nasional Rakyat Korea)

Salah satu keistimewaan pameran ZERO: The North Korea adalah penataan benda-benda koleksi secara bertingkat dalam bentuk 'menara penyimpanan koleksi' yang menjulang tinggi. Pengunjung dapat berjalan di antara menara-menara tersebut dan mengamati setiap koleksi dari dekat. (Museum Nasional Rakyat Korea)


Begitu memasuki ruang pameran, perhatian para pengunjung langsung tertuju pada enam 'menara penyimpanan koleksi' yang menjulang tinggi.

Metode yang digunakan terinspirasi dari ruang penyimpanan terbuka di Museum Nasional Rakyat Korea cabang Kota Paju.

Pengunjung dapat berjalan di antara menara seperti menyusuri rangkaian gedung bertingkat sambil mengamati berbagai benda folklor dari dekat.

Dinding luar menara juga dimanfaatkan sebagai layar untuk menayangkan beragam video menarik terkait pameran.

Pameran tersebut diawali dengan memperlihatkan keragaman budaya daerah di bagian utara Semenanjung Korea melalui benda-benda folklor dari Provinsi Hwanghae, Kota Gaeseong, Provinsi Pyeongan, dan Provinsi Hamgyeong.

Setelah itu, perhatian pengunjung diarahkan pada penggambaran kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Topeng Bongsan, Gangnyeong, Haeju, serta Bukcheong saja noreum mencerminkan semangat dan kegembiraan masyarakat.

Di sisi lain, haejuban (meja makan tradisional Kota Haeju) dan bandaji (peti penyimpanan tradisional) memperlihatkan keindahan kerajinan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Hidangan tradisional yang tetap akrab hingga kini pun ditampilkan, seperti naengmyeon (mi dingin) Pyeongyang dan mandu Gaeseong.


Foto di atas memperlihatkan guci Haeju yang diproduksi pada awal abad ke-20 di Kota Haeju, Provinsi Hwanghae. Guci tersebut memiliki ciri khas beragam gambar berupa motif bunga peoni, ikan, dan bunga krisan yang digambarkan secara bebas dan penuh daya hidup. (Museum Nasional Rakyat Korea)

Foto di atas memperlihatkan guci Haeju yang diproduksi pada awal abad ke-20 di Kota Haeju, Provinsi Hwanghae. Guci tersebut memiliki ciri khas beragam gambar berupa motif bunga peoni, ikan, dan bunga krisan yang digambarkan secara bebas dan penuh daya hidup. (Museum Nasional Rakyat Korea)


Pada bagian tengah ruang pameran, pengunjung bisa melihat 88 buah guci Haeju yang diproduksi di daerah Haeju, Provinsi Hwanghae.

Berbeda dengan onggi (tempayan untuk keperluan sehari-hari) pada umumnya, guci Haeju digunakan di dalam rumah dan diletakkan di ruang utama yang berlantai kayu atau ruang penyimpanan makanan.

Guci tersebut juga berfungsi sebagai benda hias yang menunjukkan kemakmuran keluarga.

Ciri khasnya terletak pada perpaduan bentuk onggi yang kokoh dan fungsional dengan kesan bersih nan elegan dari porselen berwarna biru dan putih.

Beragam motif yang tergambar pada guci pun mengandung harapan akan kekayaan, kehormatan, kemakmuran, dan umur panjang.


Foto di atas menunjukkan paket lima pembatas buku Joseon Geumgangsan yang menjadi suvenir wisata Gunung Geumgangsan pada masa penjajahan Jepang (1910-1945). Koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai pariwisata Gunung Geumgangsan di masa lalu. (Uyen Nguyen)

Foto di atas menunjukkan paket lima pembatas buku Joseon Geumgangsan yang menjadi suvenir wisata Gunung Geumgangsan pada masa penjajahan Jepang (1910-1945). Koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai pariwisata Gunung Geumgangsan di masa lalu. (Uyen Nguyen)


Pameran tersebut juga menampilkan beragam koleksi terkait Gunung Geumgangsan yang sejak dahulu dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa.

Pengunjung dapat menemukan berbagai jejang sosok gunung tersebut melalui catatan perjalanan, peta, dan sekesel serta beragam suvenir wisata berupa album foto, kartu pos, dan pembatas buku.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah "Cathedral Cliffs" yang dilukis oleh pelukis asal Amerika Serikat, Lilian Miller, setelah mengunjungi Gunung Geumgangsan.

Karya tersebut memperlihatkan panorama Gunung Geumgangsan melalui sudut pandang orang asing.

Miller menggambarkan tebing-tebing batu unik di gunung tersebut dengan mengibaratkannya sebagai sebuah katedral bergaya Barat.


Potret ruang pameran khusus ZERO: North Korea Encountered on the Path of Folk Culture di Museum Nasional Korea. (Uyen Nguyen)

Potret ruang pameran khusus ZERO: North Korea Encountered on the Path of Folk Culture di Museum Nasional Korea. (Uyen Nguyen)


Korea Utara merupakan bagian dari Republik Korea yang terasa jauh, tetapi dekat. Tempat tersebut bahkan terasa asing hingga saat ini.

Pameran yang dibuka hingga tanggal 14 Februari 2027 tersebut menampilkan akar budaya kehidupan warga bagian utara Semenanjung Korea untuk dilihat lebih dekat.


uyen81@korea.kr

konten yang terkait