Kebudayaan

2026.08.26

 Para peserta Lokakarya Praktik Penerjemahan untuk Bahasa Khusus 2026 dari kelompok bahasa Vietnam, Italia, dan Turkiye berfoto bersama dalam acara penutupan yang digelar di TOZ Meeting Center, Seocho-gu, Seoul, pada tanggal 30 Juli 2026.

Para peserta Lokakarya Praktik Penerjemahan untuk Bahasa Khusus 2026 dari kelompok bahasa Vietnam, Italia, dan Turkiye berfoto bersama dalam acara penutupan yang digelar di TOZ Meeting Center, Seocho-gu, Seoul, pada tanggal 30 Juli 2026.



Penulis: Uyen Nguyen
Foto: Profesor Nguyen Ngoc Que

Seiring dengan meningkatnya minat global terhadap sastra Korea, para penerjemah yang mampu menerjemahkan karya sastra Korea ke dalam berbagai bahasa semakin mendapat perhatian. Menanggapi tren tersebut, Institut Penerjemahan Sastra Korea (LTI Korea) terus berupaya membina calon penerjemah melalui berbagai program pendidikan.

Translation Academy, program pendidikan reguler utama LTI Korea, diselenggarakan dalam tujuh bahasa, yakni Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Rusia, Mandarin, dan Jepang. Selain itu, melalui Lokakarya Praktik Penerjemahan untuk Bahasa Khusus, LTI Korea juga memberikan kesempatan pendidikan kepada calon penerjemah dari kelompok bahasa yang tidak tercakup dalam program reguler.

Lokakarya tersebut pertama kali digelar pada tahun 2023 untuk bahasa Rumania, Swedia, dan Polandia. Program tersebut kemudian mencakup bahasa Italia pada tahun 2024 dan bahasa Vietnam pada tahun 2025. Tahun ini, lokakarya diperluas dengan mencakup tiga bahasa, yakni Vietnam, Italia, dan Turkiye.

Lokakarya Praktik Penerjemahan untuk Bahasa Khusus tahun ini digelar selama tiga minggu, mulai tanggal 13 hingga 31 Juli 2026, dengan memadukan program daring dan kegiatan tatap muka di Seoul. Peserta dari luar negeri mendapat dukungan berupa tiket pesawat pulang-pergi serta biaya akomodasi dan konsumsi. Peserta yang berdomisili di Korea juga mendapat dukungan berupa akomodasi, biaya transportasi, dan konsumsi sesuai dengan wilayah tempat tinggal mereka.

Lokakarya tersebut berfokus pada praktik menerjemahkan karya sastra Korea ke dalam masing-masing bahasa. Sebanyak empat kuliah khusus yang menghadirkan para ahli juga digelar untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai sastra Korea dan penerjemahan.

Program tersebut turut menghadirkan sesi Pertemuan dengan Penulis, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertemu langsung dengan penulis karya yang diterjemahkan, mengajukan pertanyaan, dan bertukar pendapat.

Melalui program kunjungan budaya, para peserta juga berkesempatan merasakan langsung dunia sastra dan budaya penerbitan Korea. Mereka mengunjungi sejumlah tempat di Paju, termasuk Museum Percetakan Letterpress Paju, Forest of Wisdom, dan Mimesis Art Museum.

Profesor Nguyen Ngoc Que (keempat dari kiri), yang memimpin lokakarya bahasa Vietnam tahun ini, berfoto bersama para peserta sesi Pertemuan dengan Penulis di TOZ Meeting Center, Seocho-gu, Seoul, pada tanggal 28 Juli 2026.

Profesor Nguyen Ngoc Que (keempat dari kiri), yang memimpin lokakarya bahasa Vietnam tahun ini, berfoto bersama para peserta sesi Pertemuan dengan Penulis di TOZ Meeting Center, Seocho-gu, Seoul, pada tanggal 28 Juli 2026.



Lokakarya bahasa Vietnam tahun ini dipimpin oleh Profesor Nguyen Ngoc Que. Nguyen, yang merupakan dosen di Department of Korean-Vietnamese Interpreting and Translation of the International Graduate School of Language Educatio, meraih Penghargaan Utama dalam Korean Literature Translation Award pada tahun 2021 atas terjemahan Samguk Sagi 2 ke dalam bahasa Vietnam.

Profesor Nguyen terlibat dalam seluruh rangkaian lokakarya, mulai dari pemilihan karya yang akan diterjemahkan dan penyusunan kurikulum hingga peninjauan terjemahan serta pemberian umpan balik secara individual.

"Ini merupakan kesempatan yang baik bagi saya untuk membimbing para penerjemah muda secara langsung serta membantu mereka mengenal dunia penerjemahan sastra dan terus menekuni bidang tersebut," ujar Nguyen.

Penyair Jeong Ho-Seung (kedua dari kiri) berbincang dengan para peserta mengenai karya-karyanya dalam sesi Pertemuan dengan Penulis kelompok bahasa Vietnam yang digelar di TOZ Meeting Center, Seocho-gu, Seoul, pada tanggal 28 Juli 2026.

Penyair Jeong Ho-Seung (kedua dari kiri) berbincang dengan para peserta mengenai karya-karyanya dalam sesi Pertemuan dengan Penulis kelompok bahasa Vietnam yang digelar di TOZ Meeting Center, Seocho-gu, Seoul, pada tanggal 28 Juli 2026.



Untuk praktik penerjemahan, peserta lokakarya bahasa Vietnam memilih Pebble, kumpulan fabel karya penyair Jeong Ho-Seung, untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Vietnam. Para peserta juga bertemu langsung dengan Jeong dan mengikuti sesi tanya jawab mengenai karya-karyanya. Setelah lokakarya berakhir, mereka akan terus melanjutkan proses penerjemahan dengan target menyelesaikan penerjemahan tersebut pada akhir tahun ini dan menerbitkan edisi bahasa Vietnam pada tahun 2027.

"Terjemahan ini merupakan buah dari semangat dan kerja keras seluruh peserta dalam mendalami sastra Korea dan penerjemahan sastra," ujar Profesor Nguyen.

"Proyek ini dapat terlaksana berkat dukungan aktif dari LTI Korea."

Sebanyak 125 orang mendaftar untuk mengikuti lokakarya bahasa Vietnam tahun ini dan delapan orang akhirnya terpilih sebagai peserta. Salah satunya, Nguyen Thi Hai Yen, mengatakan, "Program yang paling berkesan bagi saya adalah Pertemuan dengan Penulis. Kesempatan untuk mendengar langsung penjelasan Jeong Ho-Seung mengenai karyanya sangat membantu saya dalam memahami dan menerjemahkan karya tersebut."

"Saya juga senang karena dapat meningkatkan kualitas terjemahan melalui umpan balik dari Profesor Nguyen Ngoc Que," tambahnya.

LTI Korea berencana untuk terus menyelenggarakan lokakarya, terutama bagi kelompok bahasa di negara-negara yang menunjukkan peningkatan permintaan terhadap sastra Korea, guna menemukan dan membina talenta penerjemah yang potensial.

uyen81@korea.kr

konten yang terkait