Delapan negara Asia, termasuk Korea, akan mendorong pengajuan bersama untuk budaya seni pernis sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Foto di atas menunjukkan karya kerajinan pernis yang dipamerkan dalam pameran khusus di Musem Seni Kriya Seoul pada tanggal 27 Juni 2025. (Facebook resmi Museum Seni Kriya Seoul)
Penulis: Uyen Nguyen
Delapan negara Asia, termasuk Korea, akan mendorong pengajuan bersama untuk budaya seni pernis sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO.
Sebuah simposium internasional yang membahas pengajuan bersama budaya seni pernis Asia ke UNESCO akan digelar di Seoul pada tanggal 16 Juni 2026.
Museum Seni Kriya Seoul dan Pusat Warisan Budaya Takbenda Asia-Pasifik UNESCO mengungkapkan hal tersebut pada tanggal 9 Juni 2026.
Simposium tersebut akan diikuti oleh pakar dari delapan negara Asia, seperti Korea, Vietnam, Jepang, dan Tiongkok.
Para pakar tersebut akan berbagi informasi mengenai kondisi pewarisan budaya seni pernis di masing-masing negara terkait serta arah konkret untuk mendorong pengajuan bersama agar seni tersebut diakui sebagai warisan UNESCO.
Negara-negara Asia Timur memiliki budaya seni pernis yang mirip dengan penggunaan getah pohon Toxicodendron vernicifluum sebagai bahan dasar pernis. Teknik tradisional yang mereka gunakan pun mirip.
Meski memiliki nilai seni yang tinggi, budaya seni pernis (lakeri) berada di persimpangan jalan dalam upaya pelestariannya akibat berkurangnya tenaga penerus dan perubahan lingkungan industri.
Oleh karena itu, negara-negara peserta simposium tersebut sepakat untuk membangun jaringan pakar serta melakukan survei dan penelitian bersama.
Mereka menargetkan penyusunan strategi pengajuan bersama dan berkas nominasi pada tahun 2027-2028 lalu menyerahkan berkas pengajuan bersama ke UNESCO pada tahun 2029.
Setelah simposium selesai, para peserta akan mengunjungi Wonju dan Namwon pada tanggal 17-18 Juni 2026. Kedua kota tersebut merupakan daerah asal seni pernis di Korea sehingga mereka akan mengikuti lokakarya pakar dan pertukaran daerah.
Para peserta akan meninjau langsung lokasi produksi dan pewarisan seni pernis serta melanjutkan pembahasan teknis.
Poster simposium internasional terkait budaya seni pernis di Asia. (Pemerintah Kota Seoul)
uyen81@korea.kr