Potret produk kolaborasi antara tim nasional bisbol Korea dengan Museum Nasional Korea yang diluncurkan tahun 2025. Produk tersebut menunjukkan sisi lain budaya Korea yang memadukan budaya tradisional Korea dengan olahraga.
Penulis: Margareth Theresia
Foto: Yayasan Museum Nasional Korea
Merek suvenir Museum Nasional Korea yang bernama MU:DS berhasil memecahkan rekor omzet hingga melampaui 40 miliar won.
Yayasan Museum Nasional Korea menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari penggunaan produk budaya tradisional di era modern yang mampu mendorong kerja sama dengan usaha kecil dan menengah di Korea.
Omzet MU:DS berhasil menunjukkan perkembangan yang pesat selama lima tahun terakhir. Menurut data yang dirilis pihak yayasan pada Januari 2026, omzet tahun 2025 telah mencapai 41,3 miliar won.
Angka tersebut hampir mencapai dua kali lipat omzet tahun 2024 yang mencatatkan 21,2 miliar won dan bahkan jauh melampaui omzet tahun 2021 sebesar 6,5 miliar won.
Produk yang paling diminati tahun 2025 adalah pin kucica dan harimau serta paket gelas soju yang mampu berubah warna.
Pin kucica dan harimau (magpie tiger badge) merupakan produk yang memenangkan kompetisi desain pada tahun 2024 dan berhasil terjual sebanyak 90 ribu buah pada tahun 2025 sehingga mencatatkan omzet sebesar 1,3 miliar won.
Pin tersebut juga banyak dicari oleh penggemar budaya Korea internasional terutama karena meledaknya kepopuleran KPop Demon Hunters.
Paket gelas soju yang mampu berubah warna (changing soju glass set tipsy scholar color) pun berhasil memecahkan rekor penjualan dengan omzet sebesar 1,5 miliar won dari penjualan 60 ribu produk.
Paket gelas soju tersebut terinspirasi dari lukisan "Pesta Penyambutan Gubernur Pyeongan" karya Kim Hong-do dan karakter di gelas tersebut bisa berubah warna jika gelas diisi dengan air dingin.
Dua produk MU:DS terpopuler tahun 2025 adalah magpie tiger badge (kiri) dan changing soju glass set (tipsy scholar color).
Untuk mempromosikan MU:DS ke dunia, yayasan memamerkan beragam produk tersebut di Paviliun Korea di Osaka EXPO pada bulan Mei serta di pameran Korea yang digelar di Toronto, Madrid, dan Dubai.
Produk-produk MU:DS bahkan terjual habis hanya dalam satu minggu setelah dijual dalam Pameran Koleksi Lee Kun-Hee di Musem Seni Asia Nasional Smithsonian, Washington, Amerika Serikat.
Selain itu, yayasan juga menjalin kerja sama dengan berbagai sektor swasta untuk mendorong promosi warisan budaya Korea.
Melalui kerja sama dengan Starbucks, produk tumbler dan gelas mug diluncurkan dengan konsep Room of Quiet Contemplation, yaitu ruang penyimpanan patung Pensive Bodhisattva di Museum Nasional Korea.
Produk seragam, topi, dan kaus dengan desain burung kucica harimau pun diluncurkan melalui kerja sama dengan Organisasi Bisbol Korea (KBO).
Selain itu, Bichobi Edisi Museum Nasional Korea juga diluncurkan melalui kerja sama dengan ORION dengan menampilkan 20 artefak yang dimiliki oleh Museum Nasional Korea.
Potret Medicube Booster Pro Irworobongdo Edition yang diluncurkan melalui kerja sama dengan APR untuk menyambut gelaran 2025 APEC Korea. Produk tersebut dihadiahkan kepada para Ibu Negara yang hadir mendampingin para pemimpin negara pada 2025 APEC Korea di Gyeongju.
Yayasan pun bertekad untuk meningkatkan pertumbuhan industri MU:DS pada tahun 2026, salah satunya melalui pengembangan produk khas museum-museum nasional di berbagai daerah di Korea dengan menggunakan warisan budaya setempat.
Selain itu, MU:DS pun akan dikembangkan agar bisa menjadi produk premium yang bisa digunakan sebagai hadiah resmi oleh lembaga maupun pemerintah Korea.
margareth@korea.kr