Sutradara Jepang Sho Miyake (kiri) yang datang ke Korea menjelang perilisan film Perjalanan dan Hari-hari, bersama aktris Shim Eun-kyung, terlihat sedang berpose ke arah wartawan dalam pemutaran khusus untuk pers dan konferensi pers yang digelar di CGV Yongsan I’Park Mall, Yongsan-gu, Seoul, pada tanggal 2 Desember 2025. (Xu Aiying)
Penulis: Xu Aiying
Video: Saluran YouTube resmi Atnine Film
Aktris Shim Eun-kyung, yang telah meraih penghargaan Aktris Terbaik di Korea dan Jepang serta memperluas kiprahnya di kancah internasional, kembali ke layar lebar melalui film Perjalanan dan Hari-hari. Kali ini, ia berkolaborasi dengan sutradara generasi baru perfilman Jepang yang tengah naik daun, Sho Miyake.
Menjelang perilisan film Perjalanan dan Hari-hari, sutradara Miyake dan Shim menggelar pemutaran khusus untuk pers serta konferensi pers pada tanggal 2 Desember 2025 di CGV Yongsan I’Park Mall, Yongsan-gu, Seoul, dan mengungkapkan berbagai kisah yang terkandung dalam film tersebut.
Film ini menggambarkan kisah yang terjadi ketika seorang penulis skenario yang tengah mengalami masa slump (diperankan oleh Shim Eun-kyung) pergi berlibur ke sebuah desa di negeri bersalju seolah untuk melarikan diri.
Karya tersebut menarik perhatian setelah meraih penghargaan tertinggi, Golden Leopard, di Festival Film Internasional Locarno tahun ini. Film tersebut juga diundang ke bagian kompetisi di sejumlah festival film internasional bergengsi lainnya, sehingga membuktikan kualitas artistik dan tingkat penyelesaiannya.
Keistimewaan paling menonjol dari film tersebut terletak pada cara dua bahasa dijalin dalam satu garis emosi. Shim terutama berkomunikasi dalam bahasa Jepang dalam percakapan sehari-hari, tetapi menggunakan bahasa Korea saat mengisi narasi dan mengerjakan skenario, sehingga mengekspresikan sisi batin tokoh yang kompleks.
Sutradara Miyake mengatakan, "Awalnya saya membayangkan tokoh utama sebagai pria Jepang paruh baya. Namun, saat saya menulis skenario, tiba-tiba muncul ide bahwa akan sangat menarik jika karakter ini diperankan oleh Shim."
Ia menambahkan, "Yang terpenting bukanlah kewarganegaraan, usia, atau jenis kelamin, melainkan seberapa tulus karakter itu bisa diekspresikan." Ia juga mengungkapkan bahwa melalui kerja sama dengan Shim, ia berulang kali menyadari hal tersebut dan merasa sangat senang bisa bekerja bersama dengannya.
Pada tahun 2020, Shim meraih Penghargaan Aktris Terbaik pada Japan Academy Prize ke-43 melalui film The Journalist, sekaligus mengukuhkan posisinya di industri film Jepang. Ia pun mengungkapkan perasaannya tentang aktivitas berkarya yang dijalaninya dengan bolak-balik antara Korea dan Jepang.
Ia mengatakan, "Dalam beberapa tahun terakhir, saya merasa telah mendapat begitu banyak kesempatan yang patut saya syukuri." Ia melanjutkan, "Namun karena masa depan justru yang lebih penting, karya yang datang menghampiri saya menjelang momentum tersebut adalah Perjalanan dan Hari-hari." Ia pun mengungkapkan kecintaannya terhadap karya tersebut dengan mengatakan, "Film ini menjadi titik balik yang membuat saya menata kembali hati dan bertekad menjalani jalan sebagai seorang aktor dengan semangat baru."
Cuplikan adegan dari film Perjalanan dan Hari-hari. (Atnine Film)
Film tersebut dengan lembut menangkap detail-detail kecil dalam keseharian yang mudah terlewatkan. Mulai dari bunyi gesekan ujung pensil saat menulis skenario, gerakan halus helaian rumput yang berayun tertiup angin, hingga tumpukan salju dan suara angin.
Sutradara Miyake menutup acara tersebut dengan mengatakan, "Perjalanan dan Hari-hari adalah dua kata yang terasa berlawanan, tetapi justru memberi kesan yang saling berbaur, bukan bertentangan." Ia menambahkan, "Saya berharap mereka yang menjalani hari demi hari dengan sungguh-sungguh dan penuh keseriusan dapat sejenak beristirahat melalui film ini, lalu mulai keesokan harinya kembali menjalani hidup dengan kesungguhan dan ketekunan yang sama."
Film Perjalanan dan Hari-hari akan dirilis di Korea pada tanggal 10 Desember 2025.