Film Kokuho akan segera tayang di Korea. Film tersebut disutradarai oleh Lee Sang-il, yaitu sutradara keturunan Korea yang filmnya pernah meraih 10 juta penonton di Jepang. Foto di atas menunjukkan Lee (tengah) yang mengambil gambar di lokasi syuting Kokuho. (Media Castle)
Penulis: Xu Aiying
Film Kokuho akan segera tayang di Korea. Film tersebut disutradarai oleh Lee Sang-il, yaitu sutradara keturunan Korea yang filmnya pernah meraih 10 juta penonton di Jepang.
Lee membagikan cerita mengenai rahasia kesuksesannya sambil memperkenalkan karya terbarunya dalam konferensi pers film Kokuho yang digelar pada tanggal 13 November 2025 di CGV Yongsan IPark Mall, Yongsan-gu, Seoul.
Kokuho merupakan film berlatarbelakang kabuki dengan kisah persahabatan dan konflik dua tokoh pria yang berperan sebagai onagata dalam kabuki.
Film tersebut dirilis di Jepang pada bulan Juni 2025 dan meraih kepopuleran yang luar biasa. Kokuho berhasil menjadi film kedua yang paling banyak ditonton di Jepang sepanjang sejarah.
Walaupun film tersebut memiliki panjang hampir tiga jam, lebih dari 10 juta penonton datang untuk menyaksikannya dalam 102 hari pemutarannya di bioskop.
Kokuho masih sangat populer sehingga masih mungkin memecahkan rekor jumlah penonton bioskop di Jepang.
Film tersebut menjadi pembicaraan publik karena merupakan film nonanimasi yang berhasil memecahkan rekor yang dipegang selama 22 tahun sebelumnya.
Film Kokuho mengisahkan dua orang pria yang bekerja sebagai onagata, yaitu aktor pria yang memainkan peran peran perempuan dalam kabuki. (laman resmi film Kokuho)
Lee mengungkapkan, "Saya pun terkejut dengan pencapaian ini. Saya sangat senang dan bahagia karena generasi muda di Jepang membagikan info (mengenai film ini) lewat media sosial, sedangkan generasi tua membagikannya dari mulut ke mulut,"
Lee membagikan berbagai komentar penonton Jepang seperti, "Penggambarannya indah dan suara para aktor penuh energi sehingga tiga jam terasa sangat cepat. Perasaan pun terasa berbeda saat menontonnya di rumah."
Ia juga menambahkan komentar lain yang menyentuh hatinya, yaitu, "Ini adalah film pertama yang saya tonton dalam 20 tahun dan saya merasa puas."
Salah satu adegan dalam film Kokuho. (Media Castle)
Kabuki memiliki karakteristik pertalian darah yang sudah sangat dikenal, yaitu pewarisan nama dan peran para aktor secara turun temurun.
Akan tetapi, Kokuho tidak hanya menyoroti kabuki secara umum, tetapi mengajukan pertanyaan mengenai identitas dan akar tradisi di tengah pertentangan antara garis keturunan dan orang luar yang memiliki bakat bawaan.
Lee mengungkapkan, "Saya tidak bisa berkata bahwa saya berkaitan langsung dengan film ini melalui latar belakang saya sebagai orang Korea dan akar tradisi saya dari Korea. Akan tetapi, terdapat kesamaan yang saya miliki sejak lahir dengan struktur film ini, yaitu seorang manusia yang datang dari luar."
Ia menambahkan, "Saya akan merasa senang apabila penonton Korea bisa merasakan hal tersebut."
Kokuho akan menjadi film perwakilan Jepang untuk Academy Awards kategori film internasional terbaik pada tahun 2026.
Lee menjelaskan, "Seni seperti ini tidak hanya ada di Jepang saja, tetapi terdapat pula seni dengan sejarah panjang di opera, teater Shakespeare, dan film Hollywood."
Ia melanjutkan, "Mereka yang mengambil jalan hidup sebagai seorang seniman dengan terus mengasah kemampuannya, mungkin terlihat sebagai sosok yang bersinar. Akan tetapi, bayangan mereka pun sangat gelap."
Lee menutup dengan berkata, "Kehidupan yang terlihat bersinar, tetapi memiliki bayangan yang gelap, akan selalu menjadi tema yang menarik secara universal."
Kokuho dirilis secara nasional di Korea pada tanggal 19 November 2025.
xuaiy@korea.kr