Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Yu In Chon terlihat sedang berdialog dengan Menteri Budaya Prancis Rachida Dati sebelum penandatanganan LOI terkait kerja sama budaya untuk menyambut peringatan 140 tahun hubungan diplomatik antara Korea dan Prancis. Pertemuan tersebut digelar pada tanggal 20 Mei 2025 (waktu setempat) di Kementerian Kebudayaan Prancis, Paris, Prancis. (Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata)
Penulis: Charles Audouin
Korea dan Prancis sepakat untuk memperluas pertukaran budaya untuk menyambut peringatan 140 tahun hubungan diplomatik antara keduanya.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengungkapkan bahwa LOI (Letter Intent) untuk kerja sama budaya antara Korea dengan Prancis telah ditandatangani.
Penandatanganan tesebut dilakukan antara Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Yu In Chon dengan Menteri Budaya Prancis Rachida Dati pada tanggal 20 Mei 2025 (waktu setempat) di Kementerian Kebudayaan Prancis, Paris, Prancis.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Korea dan Prancis sepakat untuk memperkuat kerja sama antarlembaga yang berkaitan dengan budaya, seni, dan warisan budaya.
Beberapa proyek kerja sama juga akan dijalankan dalam berbagai bidang, seperti pertunjukan, pameran, dan promosi untuk seni budaya. Tak hanya itu, kerja sama juga akan diperkuat untuk bidang warisan budaya dan alam.
Korea dan Prancis juga mempersiapkan bersama beragam acara untuk memperingati 140 tahun hubungan diplomatik antara keduanya yang akan jatuh pada tanggal 4 Juni 2026.
Di Prancis, Korea akan menjadi tamu kehormatan pada Paris Book Market dan acara khusus Korea akan dibuka pada Festival d'Avignon. Selain itu, festival budaya Korea juga akan digelar di berbagai kota utama Prancis, seperti Tours, Nantes, Montpellier, dan Toulouse.
Korea dan Prancis pernah menyepakati kerja sama terkait budaya dan sains pada tahun 1965. Oleh karena itu, Tahun Kerja Sama Korea-Prancis pernah diselenggarakan pada tahun 2015-2016 untuk merayakan 130 tahun hubungan diplomatik antara keduanya.
Menteri Yu mengatakan, "Banyak bidang yang bisa membangun kerja sama karena seni budaya populer Korea saat ini sedang meraih kepopuleran di Prancis. Korea dan Prancis berencana untuk menggelar beragam acara pertukaran budaya seiring dengan penandatanganan LOI ini."
Kepala CICI sekaligus dosen kehormatan HUFS Choi Junghwa mendapatkan penghargaan Officier de la Légion d’Honneur dari Duta Besar Prancis untuk Korea Philippe Bertoux pada tanggal 15 Mei 2025 di Kedutaan Besar Prancis untuk Korea, Seodaemun-gu, Seoul. (Kedutaan Besar Prancis untuk Korea)
Kerja sama seni budaya antara Korea dengan Prancis juga semakin diperluas melalui aktivitas para seniman. Pemberian penghargaan dari pemerintah Prancis untuk tokoh Korea yang berjasa pada hubungan kedua negara memperlihatkan hal tersebut.
Kepala CICI (Institut Komunikasi dan Citra Korea) sekaligus dosen kehormatan HUFS (Hankuk University of Foreign Studies) Choi Junghwa mendapatkan penghargaan Officier de la Légion d’Honneur pada tanggal 15 Mei 2025 di Kedutaan Besar Prancis untuk Korea, Seodaemun-gu, Seoul.
Choi merupakan wanita pertama Korea yang berhasil mendapatkan penghargaan bintang jasa tertinggi dari pemerintah Prancis tersebut.
Kedutaan Besar Prancis untuk Korea menjelaskan bahwa Choi telah berkontribusi dalam mendorong pertukaran budaya antara Korea dengan Prancis melalui 38 jilid buku dalam bahasa Korea dan Prancis, aktivitas sebagai kreator YouTube, serta aktivitas sebagai kepala penyunting dalam majalah Koreana bahasa Prancis yang diterbitkan oleh Korea Foundation.
Tak hanya itu, penyanyi sopran bernama Jo Sumi juga dilaporkan akan mendapatkan penghargaan Commandeur de l'Ordre des Arts et des Lettres dari Kementerian Kebudayaan Prancis.
Jo akan menerima penghargaan tersebut secara resmi dari mantan Menteri Kebudayaan Prancis Fleur Pellerin pada upacara penghargaan yang akan digelar tanggal 26 Mei 2025 di Opéra Comique, Paris.
caudouin@korea.kr