Composite Leading Indicator (CLI) Korea yang dirilis Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mencatat level tertinggi di antara negara-negara utama dunia pada bulan lalu. Foto di atas menunjukkan tumpukan kontainer di Terminal 3 Pelabuhan Baru Busan. (Otoritas Pelabuhan Busan)
Penulis: Lee Jihae
Composite Leading Indicator (CLI) Korea yang dirilis Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) naik selama 19 bulan berturut-turut dan bulan lalu mencatat level tertinggi di antara negara-negara utama dunia.
Menurut data CLI OECD pada tanggal 14 September 2026, indeks Korea bulan lalu tercatat sebesar 102,87, level tertinggi dalam lima tahun tiga bulan. Angka tersebut juga merupakan yang tertinggi di antara 17 negara yang datanya tersedia secara terpisah.
Korea menempati peringkat pertama untuk pertama kalinya dalam 75 bulan sejak Mei 2020. Hingga September tahun 2025, Korea masih berada di peringkat ke-16 dari 17 negara, tetapi sejak itu menunjukkan tren kenaikan yang pesat.
Korea naik ke peringkat ketiga pada Februari 2026, kemudian ke posisi kedua pada Juli 2026 setelah melampaui Meksiko. Bulan lalu, Korea naik ke posisi teratas setelah mengungguli Brasil yang sebelumnya mempertahankan peringkat pertama selama delapan bulan.
Meksiko berada di posisi kedua dengan indeks 102,65, disusul Brasil (102,63), Kanada (101,99), dan India (101,60).
CLI merupakan indikator yang digunakan untuk memprediksi arah perekonomian dalam enam hingga sembilan bulan ke depan. Angka di atas level acuan 100 menunjukkan bahwa tingkat produk domestik bruto (PDB) diperkirakan berada di atas tren jangka panjang, sedangkan angka di bawah 100 menunjukkan tingkat PDB diperkirakan berada di bawah tren tersebut.
CLI dihitung berdasarkan enam indikator, yakni prospek sektor manufaktur, harga saham, persediaan industri barang investasi, rasio persediaan terhadap pengiriman, selisih suku bunga jangka panjang dan jangka pendek, serta
terms of trade atau rasio harga ekspor terhadap harga impor.
jihlee08@korea.kr