Transaksi kartu asing di Korea melonjak hampir 10 kali lipat dalam 3,5 tahun terakhir. Foto di atas menunjukkan pemandangan Myeong Dong di Seoul yang dipenuhi oleh pengunjung. (Korea.net DB)
Penulis: Charles Audouin
Transaksi kartu asing di Korea melonjak hampir 10 kali lipat dalam 3,5 tahun terakhir.
Hal tersebut diungkapkan oleh Data Kredit Korea (KCD) dalam Laporan Tren Pengeluaran Kartu Asing Agustus 2026 yang diterbitkan pada tanggal 7 Agustus 2026.
Menurut laporan tersebut, angka transaksi untuk pengeluaran dari kartu yang diterbitkan oleh bank di luar Korea pada Juni 2026 meningkat sebesar 9,6 kali lipat dibandingkan dengan Januari 2026.
Analisis tersebut dilakukan terhadap 328 ribu toko di seluruh Korea yang memiliki riwayat pembayaran dengan menggunakan kartu yang diterbitkan di luar Korea.
Toko yang menjadi subjek analisis merupakan tempat usaha yang menggunakan Cash Note, layanan manajemen bisnis milik KCD.
KCD menilai bahwa latar belakang penggunaan kartu terbitan luar Korea tersebut adalah peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Korea.
Jumlah transaksi tercatat cukup tinggi pada musim semi (April dan Mei) serta musim gugur (September hingga November) yang merupakan musim puncak kedatangan wisatawan mancanegara ke Korea.
65% dari angka transaksi kartu tersebut tercatat di Kota Seoul dari Juli 2025 hingga Juni 2026, diikuti oleh Provinsi Gyeonggi (11%), Kota Busan (8%), dan Pulau Jeju (5%).
Hal yang cukup mencolok adalah peningkatan transaksi kartu asing di Busan sebesar 60% pada periode tersebut, disusul dengan Jeju (53,1%), Seoul (36,4%), dan Incheon (35,9%).
KCD menganalisis bahwa Busan dan Jeju kini telah menjadi lokasi wisata utama sehingga konsumsi wisatawan mancanegara pun meningkat di dua lokasi tersebut.
Berdasarkan jenis layanan, pengeluaran kartu tersebut paling besar tercatat pada bidang kecantikan dan medis.
Bahkan merek lensa kontak berwarna bernama HapaKristin mencatatkan 34% transaksi pembayarannya melalui kartu asing.
Selain itu, beberapa toko lainnya pun mencatatkan persentase transaksi kartu asing yang cukup besar pada pembayaran di toko mereka, seperti toko roti panggang EGGDROP, toko makanan Korea solsot, dan salon JUNO Hair.
Di sisi lain, penggunaan kartu asing pun terlihat jelas masih terkonsentrasi di sejumlah kawasan komersial dan tempat usaha tertentu.
Dari seluruh toko yang dianalisis, sebanyak 66,9% dari total transaksi kartu asing selama satu tahun terakhir tercatat di 1% toko dengan nilai transaksi tertinggi.
KCD menilai bahwa skala konsumsi dengan kartu yang diterbitkan di luar Korea memang meningkat, tetapi manfaat dari pertumbuhan tersebut masih sulit dirasakan oleh sebagian besar tempat usaha.
caudouin@korea.kr