Bisnis

2026.06.19

Indeks saham utama Korea, KOSPI, menembus level 9.000 untuk pertama kalinya. Para karyawan terlihat sedang melakukan selebrasi di ruang pamer promosi kantor pusat Korea Exchange (KRX) di Nam-gu, Busan, pada tanggal 18 Juni 2026. (Yonhap News)

Indeks saham utama Korea, KOSPI, menembus level 9.000 untuk pertama kalinya. Para karyawan terlihat sedang melakukan selebrasi di ruang pamer promosi kantor pusat Korea Exchange (KRX) di Nam-gu, Busan, pada tanggal 18 Juni 2026. (Yonhap News)



Penulis: Aisylu Akhmetzianova

Indeks saham utama Korea, KOSPI, menembus level 9.000 untuk pertama kalinya.

Menurut Korea Exchange (KRX) pada tanggal 18 Juni 2026, KOSPI ditutup pada level 9.063,84.

Menjelang penutupan perdagangan, KOSPI sempat melonjak hingga 9.106,07 sebelum akhirnya ditutup pada level 9.063,84, naik 199,60 poin atau 2,25% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Di pasar saham utama Korea, investor asing mencatat pembelian bersih sebesar 1,271 triliun won dan menjadi pendorong utama kenaikan indeks. Sementara itu, investor ritel dan institusi masing-masing membukukan penjualan bersih sebesar 375,3 miliar won dan 777,9 miliar won.

Kapitalisasi pasar KOSPI mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 7.413 triliun won. Kapitalisasi pasar gabungan bursa saham Korea juga tercatat berada di peringkat ketujuh dunia per tanggal 17 Juni 2026.

Pada periode Januari–Juni tahun ini, KOSPI mencatat kenaikan sebesar 115,1%, tertinggi di antara negara-negara anggota Kelompok 20 (G20). Jepang menempati posisi kedua dengan kenaikan 39%, disusul Turkiye di peringkat ketiga dengan 28%.

KRX menjelaskan bahwa peningkatan permintaan terhadap semikonduktor memori seiring meluasnya investasi global di bidang infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor utama yang mendorong reli pasar saham, terutama pada sektor elektronik dan teknologi informasi.

aisylu@korea.kr

konten yang terkait