Bisnis

2026.02.06

Surplus neraca berjalan Korea tahun 2025 berhasil melampaui 123 miliar dolar melalui pemulihan ekspor, khususnya berkat komoditas semi konduktor. Surplus neraca berjalan Korea bahkan berhasil melampaui 120 miliar dolar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Foto di atas menunjukkan tumpukan kontainer di Pelabuhan Gwangyang, Kota Gwangyang, Provinsi Jeollanam. (Pemerintah Kota Gwangyang)

Surplus neraca berjalan Korea tahun 2025 berhasil melampaui 123 miliar dolar melalui pemulihan ekspor, khususnya berkat komoditas semi konduktor. Surplus neraca berjalan Korea bahkan berhasil melampaui 120 miliar dolar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Foto di atas menunjukkan tumpukan kontainer di Pelabuhan Gwangyang, Kota Gwangyang, Provinsi Jeollanam. (Pemerintah Kota Gwangyang)



Penulis: Kim Hyelin

Surplus neraca berjalan Korea tahun 2025 berhasil melampaui 123 miliar dolar melalui pemulihan ekspor, khususnya berkat komoditas semi konduktor. Surplus neraca berjalan Korea bahkan berhasil melampaui 120 miliar dolar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Menurut neraca pembayaran sementara yang dirilis oleh Bank of Korea pada tanggal 6 Februari 2026, neraca berjalan bulan Desember mencatatkan surplus sebesar 18,7 miliar dolar. Angka tersebut merupakan angka bulanan tertinggi sepanjangs ejarah.

Oleh karena itu, surplus total neraca berjalan tahunan Korea berhasil mencatatkan angka 123 miliar dolar sehingga berhasil melampaui rekor sebelumnya sebesar 105,1 miliar dolar di tahun 2015.

Surplus neraca barang pada bulan Desember 2025 mencapai 18,85 miliar dolar sehingga mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk rekor bulanan.

Ekspor tercatat sebesar 71,65 miliar dolar yang naik 13,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya (YoY).

Berdasarkan data bea cukai untuk komoditas, ekspor meningkat di sektor semikonduktor (43,1%), perangkat tambahan komputer (33,1%), dan perangkat komunikasi nirkabel (24%).

Untuk kawasan tujuan ekspor, peningkatan terlihat di Asia Tenggara (27,9%), Tiongkok (10,1%), dan Amerika Serikat (3,7%).

Impor tercatat sebesar 52,8 miliar dolar dengan penurunan menyeluruh di sektor energi seperti migas dan batu bara karena penurunan harga energi di tingkat global.

Impor barang modal meningkat 5,8%, terutama karena didorong oleh semikonduktor dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Impor barang konsumsi pun naik 17,9%, terutama pada emas dan mobil penumpang.

Neraca jasa mencatatkan defisit sebesar 3,69 miliar dolar.

Neraca pendapatan primer mencatatkan surplus sebesar 4,73 miliar dolar sehingga membaik dibandingkan bulan sebelumnya. Pendapatan dividen mencatatkan peningkatan surplus hingga mencapai 3,71 miliar dolar sehingga membantu neraca secara keseluruhan.

Aset bersih dalam aset finansial meningkat sebesar 23,77 miliar dolar. Angka tersebut didapat melalui perhitungan aset yang dikurangi dengan liabilitas.

Dalam sektor investasi langsung, investasi luar negeri oleh warga negara Korea tercatat meningkat 6,49 miliar dolar dan investasi asing di Korea tercatat meningkat 5,17 miliar dolar.


kimhyelin211@korea.kr

konten yang terkait