Bisnis

2026.04.07

Presiden Lee Jae Myung (kiri) bertemu dengan Presiden UAE, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, pada tanggal 18 November 2025 (waktu setempat) di Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UAE. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung (kiri) bertemu dengan Presiden UAE, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, pada tanggal 18 November 2025 (waktu setempat) di Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UAE. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Yoo Yeon Gyeong

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Korea dengan Uni Emirat Arab (UAE) resmi berlaku mulai tanggal 1 Mei 2026.

Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya mengungkapkan pada tanggal 3 April 2026 bahwa hal tersebut telah disepakati melalui rapat virtual yang diadakan oleh Kepala Departemen Perdagangan di Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya, Yeo Han-koo, dan Menteri Perdagangan Asing UAE, Thani bin Ahmed Al Zeyoudi.

CEPA tersebut merupakan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Korea pertama dengan negara Arab di Timur Tengah.

Menurut perjanjian tersebut, 91,2% dari seluruh komoditas Korea yang diekspor ke UAE akan mendapatkan penghapusan tarif secara bertahap hingga sepuluh tahun ke depan.

Berbagai komoditas yang diekspor Korea ke UAE antara lain adalah mobil, makanan, produk kecantikan, dan produk pertahanan.

Selain itu, UAE juga merupakan salah satu dari tiga negara pemasok minyak bumi utama ke Korea sehingga tarif impor minyak bumi ke Korea pun akan dihapus secara bertahap hingga sepuluh tahun ke depan.

Yeo mengungkapkan bahwa CEPA tersebut akan menjadi pondasi penting untuk kerja sama ekonomi sistematis dengan CEPA.

Ia menambahkan, "Melalui penerapan CEPA yang dipercepat, perusahaan-perusahaan Korea mapun UAE dapat merasakan hasil kerja sama tersebut lebih cepat. Momentum ini juga bisa menjadi titik untuk kerja sama strategis berkelanjutan dalam bidang energi dan sumber daya."


dusrud21@korea.kr

konten yang terkait