Bisnis

2025.12.18

Pada tahun 2025, Korea mencapai satu lagi titik balik penting seiring dengan semakin mendalamnya komunikasi negara tersebut dengan komunitas internasional. Cakupan diplomasi meluas, perekonomian menunjukkan ketahanan meskipun di tengah gejolak, dan K-Culture semakin meresap ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat global. Selain itu, Korea mengambil langkah maju sebagai komunitas yang hidup berdampingan dengan warga negara asing. Korea.net meninjau kembali perjalanan setahun terakhir melalui empat bidang utama: diplomasi, ekonomi, budaya, dan kebijakan bagi warga negara asing.


Foto di atas menunjukkan pemandangan malam Yeouido dengan SEOULDAL yang terbit pada tanggal 17 Agustus 2025. (Pemerintah Kota Seoul)

Foto di atas menunjukkan pemandangan malam Yeouido dengan "SEOULDAL" yang terbit pada tanggal 17 Agustus 2025. (Pemerintah Kota Seoul)



Penulis: Kim Seon Ah

Pada tahun 2025, perekonomian Korea berkembang di tengah berbagai tantangan kompleks, termasuk berlanjutnya persaingan strategis antara Amerika Serikat dan Tiongkok, penataan ulang rantai pasok global, tren suku bunga tinggi, serta krisis iklim dan energi.

Meskipun pertumbuhan ekonomi bertahan pada tingkat yang terbatas, tahun 2025 dinilai sebagai periode ketika Korea tidak terjebak pada capaian jangka pendek, melainkan berhasil membangun daya saing jangka menengah dan panjang serta memperkuat kepercayaan komunitas internasional.

Foto di atas menunjukkan Presiden Lee Jae Myung (keenam dari kiri di baris depan pemimpin) yang berfoto bersama para pemimpin negara anggota APEC pada tanggal 1 November 2025 dalam sesi foto bersama di HICO, Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk. (Yonhap News)

Foto di atas menunjukkan Presiden Lee Jae Myung (keenam dari kiri di baris depan pemimpin) yang berfoto bersama para pemimpin negara anggota APEC pada tanggal 1 November 2025 dalam sesi foto bersama di HICO, Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk. (Yonhap News)



Penyelenggaraan APEC 2025 di Gyeongju, Panggung Utama Diplomasi Ekonomi


Penyelenggaraan APEC 2025 di Gyeongju menjadi contoh representatif yang secara simbolis mencerminkan arah tersebut. Forum ini melampaui pembahasan tradisional mengenai perdagangan bebas, dan berkembang menjadi panggung yang mencakup isu keamanan ekonomi, pertumbuhan berkelanjutan, transformasi industri berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI), serta kerja sama teknologi.

Korea mengajukan ekonomi digital dan AI, stabilitas rantai pasok, serta keseimbangan antara pengurangan karbon dan daya saing industri sebagai agenda utama, sekaligus menegaskan perannya sebagai negara menengah yang berfungsi sebagai penyeimbang. Secara khusus, Korea mengusulkan model kerja sama yang berlandaskan pada diversifikasi risiko, bukan pemutusan keterkaitan. Selain itu, Korea juga menghubungkan kebijakan dan pasar melalui APEC CEO Summit, sehingga berhasil mencatatkan capaian nyata dalam diplomasi ekonomi, termasuk penarikan investasi dan penguatan kerja sama industri.

Foto di atas menunjukkan dealing room pada tanggal 27 Oktober 2025 di cabang utama Hana Bank, Jung-gu, Seoul. (Yonhap News)

Foto di atas menunjukkan dealing room pada tanggal 27 Oktober 2025 di cabang utama Hana Bank, Jung-gu, Seoul. (Yonhap News)



Pemulihan Kepercayaan Pasar Keuangan: Masuknya Korea ke WGBI dan Penilaian Ulang Pasar Saham

Kepercayaan yang terbentuk melalui diplomasi ekonomi juga berbuah hasil di pasar keuangan. Kepastian masuknya obligasi pemerintah Korea ke dalam Indeks Obligasi Pemerintah Dunia (WGBI) menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kredibilitas institusional pasar modal Korea. Dengan masuknya Korea ke dalam indeks obligasi utama yang digunakan oleh dana pensiun global dan perusahaan manajemen aset, Korea kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tujuan investasi utama bagi obligasi pemerintah di tingkat global.

Dalam konteks tersebut, KOSPI menembus level 4.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ekspektasi perbaikan kinerja perusahaan yang dipimpin sektor semikonduktor dan AI, kebijakan peningkatan nilai perusahaan (value-up), serta pembahasan reformasi struktur pasar modal saling berpadu dan mendorong terjadinya penilaian ulang terhadap pasar saham Korea.

Ekspor semikonduktor tahun 2025 diperkirakan akan melampaui 165 miliar dolar, membuka peluang untuk mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah selama dua tahun berturut-turut. Foto di atas menunjukkan pemandangan Pelabuhan Utara Busan. (Otoritas Pelabuhan Busan)

Ekspor semikonduktor tahun 2025 diperkirakan akan melampaui 165 miliar dolar, membuka peluang untuk mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah selama dua tahun berturut-turut. Foto di atas menunjukkan pemandangan Pelabuhan Utara Busan. (Otoritas Pelabuhan Busan)



Ekspor Semikonduktor dan Barang Konsumsi Sama-sama Menguat, Sinyal Positif bagi Ekonomi Riil

Perubahan positif juga terkonfirmasi pada ekspor, yang merupakan indikator utama perekonomian riil. Didorong oleh sektor semikonduktor, ekspor barang konsumsi, termasuk K-beauty dan K-food turut menunjukkan kinerja yang solid, sehingga ekspor secara keseluruhan mempertahankan tren kenaikan.

Ekspor semikonduktor tahun 2025 diperkirakan akan melampaui 165 miliar dolar, membuka peluang untuk mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah selama dua tahun berturut-turut. Analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan high-bandwidth memory (HBM) seiring dengan ekspansi investasi pada server AI dan pusat data.

Ekspor barang konsumsi berbasis halyu juga terus meningkat. Produk kecantikan Korea (K-beauty) memperluas negara tujuan ekspor ke lebih dari 200 negara dan berpeluang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sementara itu, ekspor makanan Korea (K-food) mencatat tren kenaikan selama sembilan tahun berturut-turut, terutama didorong oleh produk ramyeon dan gim (produk rumput laut kering buatan Korea). Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekspor Korea kian terdiversifikasi, mencakup sektor industri berteknologi tinggi sekaligus barang konsumsi.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Bae Kyunghoon terlihat sedang menghadiri upacara peluncuran forum konsultatif K-Perf dalam 2025 Artificial Intelligence Semiconductor Future Technology Conference yang digelar pada tanggal 10 Desember 2025 di Lotte Hotel, Jung-gu, Seoul. (Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi)

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi Bae Kyunghoon terlihat sedang menghadiri upacara peluncuran forum konsultatif K-Perf dalam 2025 Artificial Intelligence Semiconductor Future Technology Conference yang digelar pada tanggal 10 Desember 2025 di Lotte Hotel, Jung-gu, Seoul. (Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi)



AI dan Pemerintahan Digital Jadi Penggerak Pertumbuhan Masa Depan


Ciri lain perekonomian Korea tahun 2025 adalah pembangunan fondasi pertumbuhan masa depan yang berpusat pada AI dan pemerintahan digital. Berdasarkan pengalaman dalam e-government dan administrasi berbasis data, Korea mengintegrasikan teknologi AI ke sektor publik guna meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus menciptakan efek rambatan bagi industri. Kapabilitas pemerintahan digital Korea mendapat perhatian sebagai objek benchmarking di komunitas internasional dan dinilai sebagai bentuk baru daya saing ekonomi yang menggabungkan teknologi dan sistem kelembagaan.

Dengan demikian, tahun 2025 akan tercatat sebagai periode peninjauan kembali arah dan ketahanan perekonomian Korea di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Pilihan untuk memperkuat fondasi di tengah pertumbuhan yang melambat dipandang akan menjadi aset kunci bagi lompatan besar di masa mendatang.

sofiakim218@korea.kr

konten yang terkait