Presiden Lee Jae Myung (kiri) dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi berjabat tangan dalam konferensi pers bersama yang digelar di Istana Kepresidenan Mesir pada November 2025. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Jeong Euiseok
Presiden Lee Jae Myung mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea.
Kedua pemimpin dijadwalkan mengikuti serangkaian agenda resmi pada tanggal 8 Oktober 2026, dimulai dengan upacara penyambutan pada pagi hari, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), dan jamuan makan siang kenegaraan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin akan membahas secara mendalam kerja sama ekonomi di bidang perdagangan, investasi, infrastruktur, dan rantai pasok, serta perluasan pertukaran antarmasyarakat, situasi regional, dan berbagai isu internasional.
Juru Bicara Kantor Kepresidenan Republik Korea, Kang Yu-jung, melalui keterangan tertulis pada tanggal 6 Oktober 2026 mengatakan bahwa Mesir merupakan pusat logistik internasional strategis yang menghubungkan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.
“Sejak menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1995, Korea dan Mesir terus mempererat kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, budaya, dan pendidikan. Mesir merupakan salah satu mitra kerja sama utama Korea di kawasan Afrika dan Timur Tengah,” ujar Kang.
Ia menambahkan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden El-Sisi diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis sekaligus memperkuat kerja sama Korea dengan kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Presiden El-Sisi mengunjungi Korea atas undangan Presiden Lee dalam kunjungan selama tiga hari dua malam hingga tanggal 9 Oktober 2026. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Korea sejak kunjungan terakhirnya pada tahun 2016, atau 10 tahun lalu.
Pertemuan kedua pemimpin tersebut akan berlangsung sekitar 11 bulan setelah kunjungan Presiden Lee ke Mesir pada November 2025.
innocence@korea.kr