Presiden Lee Jae Myung berbicara dalam acara pemaparan publik mengenai Strategi Transformasi Hijau Besar Korea (K-GX) yang digelar di sebuah ruang pertemuan di Seoul pada tanggal 7 Oktober 2026. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Hong Angie
Pemerintah Korea akan mengalokasikan dana sebesar 1.000 triliun won hingga tahun 2035 untuk menjalankan strategi Transformasi Hijau Besar Korea (K-GX) guna mencapai netralitas karbon sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Presiden Lee Jae Myung dalam acara pemaparan publik yang digelar di Kamar Dagang dan Industri Korea (KCCI), Seoul, pada tanggal 7 Oktober 2026 menekankan pentingnya menjadi pemimpin di pasar hijau global.
“Transformasi hijau merupakan strategi masa depan yang mampu memperkuat daya saing internasional sekaligus melindungi kehidupan masyarakat dan tempat tinggal mereka dari krisis iklim,” ujar Presiden Lee.
Dalam kesempatan tersebut, Lee juga menginstruksikan kementerian terkait untuk mengkaji skema dukungan hibrida yang menggabungkan kredit pajak dan subsidi langsung. Instruksi ini diberikan setelah menerima usulan dari kalangan industri agar perusahaan yang masih mencatat kerugian pada tahap awal juga dapat memperoleh manfaat nyata dari kebijakan pemerintah.
Pemerintah akan mendukung dekarbonisasi proses produksi di lima sektor industri beremisi tinggi, yakni baja, petrokimia, pengilangan minyak, semen, dan semikonduktor, melalui proyek percontohan produksi baja berbasis reduksi hidrogen serta pengembangan bahan baku ramah lingkungan.
Selain itu, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 100 GW hingga tahun 2030 dan peningkatan proporsi kendaraan tanpa emisi menjadi lebih dari 70% dari total kendaraan baru hingga tahun 2035.
Pemerintah juga akan mengembangkan 10 sektor strategis sebagai industri hijau unggulan nasional, termasuk baterai, energi surya, reaktor modular kecil (SMR), hidrogen, serta teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS). Dukungan akan diberikan melalui kredit pajak untuk produksi komponen utama di dalam negeri serta percepatan komersialisasi teknologi.
Sejalan dengan langkah pemerintah, kalangan industri mengumumkan rencana investasi senilai sekitar 220 triliun won melalui
K-GX Signature Project. Proyek tersebut mencakup pengembangan dan produksi dalam negeri sel surya tandem berefisiensi tinggi oleh Hanwha Qcells, pembangunan ekosistem dekarbonisasi industri baja oleh POSCO, serta transformasi ramah lingkungan di sektor hunian oleh Samsung Electronics dan LG Electronics.
Untuk mendukung pelaksanaan strategi tersebut, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran sebesar 200 triliun won dan menyediakan pembiayaan iklim senilai sedikitnya 790 triliun won melalui lima lembaga keuangan kebijakan selama 10 tahun ke depan.
Pemerintah juga akan menerbitkan obligasi hijau serta mengembangkan 200 perusahaan teknologi iklim potensial guna membangun ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan.
shong9412@korea.kr