Kebijakan

2026.08.11

Upacara penyelesaian pembangunan laboratorium jaringan kentang digelar pada tanggal 6 Agustus 2026 (waktu setempat) di Constanza, Republik Dominika. (Badan Administrasi Pengembangan Pertanian)

Upacara penyelesaian pembangunan laboratorium jaringan kentang digelar pada tanggal 6 Agustus 2026 (waktu setempat) di Constanza, Republik Dominika. (Badan Administrasi Pengembangan Pertanian)



Penulis: Jeong Euiseok

Laboratorium kultur jaringan kentang di Republik Dominika telah selesai dibangun untuk membantu industri kentang negara tersebut agar bisa memproduksi kentang secara mandiri.

Badan Administrasi Pengembangan Pertanian mengungkapkan bahwa laboratorium tersebut selesai telah dibangun pada tanggal 6 Agustus 2026 (waktu setempat) dan akan segera beroperasi.

Acara untuk menyambut selesainya pembangunan tersebut digelar di kantor Institut Penelitian Pertanian dan Perhutanan (IDIAF) Dominika cabang Kota Constanza.

Melalui pembangunan laboratorium kultur jaringan tersebut, benih kentang tanpa penyakit dapat dipasok secara stabil di Dominika.

KOPIA (Kemitraan Korea untuk Inovasi Pertanian) cabang Dominika telah mengembangkan secara bertahap teknologi produksi benih kentang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat sejak tahun 2017.

KOPIA pun menjalankan proyek untuk mengembangkan desa percontohan yang memproduksi benih kentang sejak tahun 2023.

Selain proyek desa percontohan benih kentang, KOPIA pun merenovasi gudang penyimpanan dari Februari hingga Mei 2026 kemudian membangun laboratorium kultur jaringan kentang untuk memproduksi benih kentang berskala besar.

Dengan adanya fasilitas tersebut, Dominika diharapkan mampu memproduksi sendiri sekitar 5.000 tanaman benih kentang bebas penyakit kelas G0.

Berbekal produksi tersebut, basis produksi benih sebar kelas G4 yang mampu memenuhi lahan budidaya seluas sekitar 1.000 hektare juga dapat dibangun bertahap.


innocence@korea.kr

konten yang terkait