Presiden Lee Jae Myung (keenam dari kiri) dan Paus Leo XIV berfoto bersama para peserta menjelang pertemuan pribadi mereka di Istana Apostolik Vatikan pada tanggal 15 Juni 2026 (waktu setempat). (Vatican Media)
Penulis: Charles Audouin
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 19 Juni 2026 mengungkapkan bahwa ia telah mengundang Paus Leo XIV untuk berkunjung ke Korea bertepatan dengan penyelenggaraan Hari Orang Muda Sedunia (WYD) yang akan digelar di Seoul pada tahun 2027.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Lee dalam pengarahan di Cheong Wa Dae mengenai hasil kunjungan kerjanya ke Eropa dan partisipasinya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (G7).
Presiden Lee juga menyampaikan bahwa ia meminta Paus untuk mempertimbangkan kunjungan ke Zona Demiliterisasi (DMZ) selama berada di Korea dan, jika memungkinkan, juga melakukan kunjungan ke Korea Utara.
"Paus mengatakan akan mempertimbangkan secara positif dan mengupayakannya," ujar Presiden Lee.
Saat menghadiri Misa Khusus untuk Perdamaian dan Solidaritas yang digelar di Vatikan, Presiden Lee menjelaskan secara rinci komitmen dan visi pemerintah Korea dalam mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.
Ia menegaskan bahwa semangat rekonsiliasi dan kerja sama yang diwariskan oleh Deklarasi Bersama Republik Korea-Korea Utara 15 Juni serta harapan akan perdamaian masih tetap hidup hingga saat ini.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas posisi Gereja Katolik Korea. Presiden Lee meminta penunjukan seorang kardinal yang dapat menangani urusan domestik Gereja Katolik Korea.
Menanggapi hal itu, Paus menyatakan bahwa apabila penunjukan kardinal baru dilakukan di masa mendatang, situasi Korea akan mendapat pertimbangan khusus.
caudouin@korea.kr