Kebijakan

2025.09.25

Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Presiden Polandia Karol Nawrocki terlihat sedang mengadakan pertemuan puncak di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada tanggal 24 September 2025 (waktu setempat). (Yonhap News)

Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Presiden Polandia Karol Nawrocki terlihat sedang mengadakan pertemuan puncak di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada tanggal 24 September 2025 (waktu setempat). (Yonhap News)



Penulis: Xu Aiying

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Lee Jae Myung mengadakan serangkaian pertemuan dengan para pemimpin Italia, Polandia, Uzbekistan, dan Ceko untuk membahas perluasan kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), industri pertahanan, dan industri berteknologi tinggi.

Pada tanggal 24 September 2025 (waktu setempat), dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Lee menyatakan, "Kedua negara memiliki banyak kesamaan dalam hal lokasi geografis maupun karakter bangsa. Mari kita kembangkan kerja sama saling menguntungkan di bidang AI dan pertahanan."

Kedua pemimpin sepakat untuk memperdalam kerja sama ke depan dengan tetap menjaga posisi yang serupa dalam menghadapi berbagai isu internasional, sehingga dapat memperluas peluang di tengah krisis global yang kompleks.

Dalam pertemuan dengan Presiden Polandia Karol Nawrocki, kedua pemimpin sepakat memperluas kerja sama pertahanan, yang selama ini berfokus pada tank, untuk meraih hasil yang lebih luas dan saling menguntungkan.

Presiden Nawrocki menekankan mengenai kontrak tank K2 dengan Korea dengan mengatakan bahwa jadwal pengiriman dipatuhi dengan baik.

Ia menambahkan, "Saya mengetahui betul keunggulan industri pertahanan Korea. Mari kita tingkatkan lagi kerja sama di bidang pertahanan."

Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev terlihat sedang berjabat tangan sebelum melakukan pertemuan puncak di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada tanggal 23 September 2025 (waktu setempat). (Kantor Kepresidenan Republik Korea)

Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev terlihat sedang berjabat tangan sebelum melakukan pertemuan puncak di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada tanggal 23 September 2025 (waktu setempat). (Kantor Kepresidenan Republik Korea)



Sebelumnya, pada tanggal 23 September 2025, Presiden Lee juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev dan Presiden Ceko Petr Pavel.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Mirziyoyev, kedua pemimpin sepakat untuk memperluas kerja sama ekonomi antara Korea dan Uzbekistan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi berkat kekayaan sumber daya mineralnya guna menciptakan efek sinergi bersama. Presiden Lee juga meminta perhatian dan dukungan khusus dari Presiden Mirziyoyev terhadap lebih dari 170 ribu warga keturunan Korea di Uzbekistan yang berperan sebagai jembatan dalam pengembangan hubungan kedua negara.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Ceko Petr Pavel, kedua pemimpin menilai positif dukungan Ceko terhadap kegiatan investasi perusahaan-perusahaan Korea, serta menyatakan harapan agar kerja sama kedua negara dapat semakin berkembang di bidang semikonduktor, kendaraan listrik, dan industri pertahanan.

xuaiy@korea.kr

konten yang terkait