Sosial

2026.09.02

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
Para anggota Tim Penanggulangan Bencana Republik Korea menaiki pesawat tanker multiguna KC-330 Cygnus milik Angkatan Udara Republik Korea pada tanggal 2 September 2026 di Bandara Seoul, Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi, pada 2 September 2026. (Kementerian Luar Negeri)

Para anggota Tim Penanggulangan Bencana Republik Korea menaiki pesawat tanker multiguna KC-330 Cygnus milik Angkatan Udara Republik Korea pada tanggal 2 September 2026 di Bandara Seoul, Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi, pada 2 September 2026. (Kementerian Luar Negeri)



Penulis: Margareth Theresia

Tim Penanggulangan Bencana Republik Korea (KDRT) berangkat menuju Nepal pada tanggal 2 September 2026 untuk membantu pencarian dan penyelamatan para korban di lokasi terdampak banjir, termasuk warga negara Korea yang belum dapat dihubungi.

Menurut Kementerian Luar Negeri, pesawat tanker multiguna KC-330 Cygnus milik Angkatan Udara Republik Korea yang membawa para anggota KDRT telah lepas landas menuju Nepal dari Bandara Seoul di Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi.

Pada tanggal 1 September 2026 pemerintah Korea memutuskan untuk mengirim KDRT setelah memperoleh persetujuan dari Komite Gabungan Pemerintah dan Swasta untuk Bantuan Darurat Luar Negeri.

KDRT merupakan tim bantuan darurat yang beranggotakan personel dari berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk memberikan bantuan bencana, menyelamatkan korban, serta menyediakan bantuan medis ketika terjadi bencana berskala besar di luar negeri.

Pengiriman kali ini dilakukan atas permintaan pemerintah Nepal kepada Korea untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan menyusul meluasnya dampak banjir yang melanda kawasan Rasuwa, Nepal, pada tanggal 26 Agustus 2026.

Sebelum keberangkatan, Wakil Menteri Luar Negeri, Kim Jina, menyemangati para anggota KDRT yang berkumpul di Bandara Seoul.

Ia berharap kegiatan KDRT dapat melindungi nyawa dan keselamatan warga negara Korea sekaligus menyampaikan pesan solidaritas dan harapan kepada masyarakat Nepal yang dilanda bencana berskala besar.

KDRT beranggotakan 44 orang yang terdiri atas tiga personel Kementerian Luar Negeri, empat personel Badan Kerja Sama Internasional Korea (KOICA), dan 37 personel Badan Pemadam Kebakaran Nasional.

Tim tersebut dipimpin oleh Lee Kyoo-ho, Direktur Jenderal Kerja Sama Pembangunan Kementerian Luar Negeri.

Selama sekitar sepuluh hari, mereka akan bekerja sama dengan pemerintah Nepal dan Tim Tanggap Cepat Gabungan Pemerintah Korea untuk melakukan pencarian dan penyelamatan para korban, termasuk sembilan warga negara Korea yang masih belum dapat dihubungi.


margareth@korea.kr

konten yang terkait