Korea menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah paten wig yang terdaftar, menunjukkan daya saingnya di pasar teknologi wig global. (Yonhap News)
Penulis: Kim Seon Ah
Korea menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah paten
wig yang terdaftar, menunjukkan daya saingnya di pasar teknologi
wig global.
Seiring dengan perubahan fungsi
wig dari sekadar solusi untuk menutupi kerontokan rambut menjadi bagian dari fesyen, pengembangan teknologi terkait juga semakin aktif.
Kantor Kekayaan Intelektual Korea pada tanggal 17 Agustus 2026 mengatakan bahwa berdasarkan analisis terhadap paten terkait
wig yang diajukan ke lima kantor kekayaan intelektual terbesar dunia (IP5) selama 20 tahun, dari tahun 2004 hingga tahun 2023, Korea menempati peringkat kedua bersama Amerika Serikat dalam jumlah kumulatif permohonan paten dan peringkat kedua dalam jumlah paten terdaftar.
IP5 mengacu pada lima kantor kekayaan intelektual yang menangani sekitar 85% dari seluruh permohonan paten dunia, yakni Kantor Kekayaan Intelektual Korea, Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat, Kantor Paten Jepang, Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China, dan Organisasi Paten Eropa.
Berdasarkan negara asal pemohon, Jepang mencatat porsi permohonan paten terbesar sebesar 36% atau 1.374 permohonan. Korea dan Amerika Serikat berada di posisi kedua bersama, masing-masing dengan 20% atau 756 permohonan.
Dalam periode yang sama, Jepang juga menduduki peringkat pertama dalam jumlah paten terdaftar dengan 637 paten atau 36%. Korea menyusul di posisi kedua dengan 523 paten atau 30%, sementara Amerika Serikat berada di posisi ketiga dengan 292 paten atau 17%.
Berdasarkan perusahaan, produsen
wig Korea Himo menempati peringkat ketujuh dunia dengan 35 permohonan paten. Kantor Kekayaan Intelektual Korea menjelaskan bahwa meningkatnya perhatian global terhadap
K-Beauty belakangan ini telah mendorong perusahaan Korea untuk semakin aktif mengembangkan teknologi guna memperkuat daya saing dan posisi mereka di pasar.
Pasar
wig global juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Menurut lembaga riset pasar global Research Nester, nilai pasar
wig dan ekstensi rambut dunia diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sekitar 7,95 miliar dolar pada tahun 2025 menjadi sekitar 16,39 miliar dolar pada tahun 2035.
sofiakim218@korea.kr