Penulis: Wartawan Kehormatan Yuliana Jasin dari Indonesia
Gerakan kipas yang anggun dan formasi penari yang kompak menjadi daya tarik Gongjak Buchaechum, kelompok tari tradisional Korea dari Program Studi Bahasa Korea Universitas Nasional (UNAS).
Penampilan mereka dalam Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok di UNIKA Atma Jaya, Jakarta, pada tanggal 11 Oktober 2026, menarik perhatian penulis untuk mengenal lebih jauh perjalanan kelompok tersebut.
Gongjak Buchaechum UNAS memperkenalkan seni tari kipas tradisional Korea kepada pengunjung dalam Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di UNIKA Atma Jaya, Jakarta. (Yuliana Jasin)
Buchaechum merupakan tari kipas Korea ciptaan koreografer Kim Baek-bong yang pertama kali dipentaskan pada 1954. Dalam pertunjukan kelompok, para penari menggerakkan kipas untuk membentuk formasi menyerupai bunga bermekaran dan ombak. Mereka biasanya mengenakan hanbok dan memegang kipas bermotif bunga di kedua tangan.
Dalam wawancara tertulis melalui WhatsApp pada tanggal 20 Oktober 2026, Ketua Gongjak Buchaechum UNAS, Aisya, menceritakan perjalanan kelompok, tantangan latihan, serta harapannya agar seni tradisional Korea semakin dikenal masyarakat Indonesia.
Berdiri sejak tahun 2018, Gongjak Buchaechum telah tampil dalam berbagai kegiatan kampus dan acara kebudayaan. Pada tahun 2024, mereka tampil dalam Festival Bulan Bahasa pada tanggal 28 Oktober dan acara kelulusan King Sejong Institute Jakarta pada tanggal 21 Desember.
Kelompok tari Gongjak Buchaechum UNAS menampilkan tari kipas tradisional Korea dengan susunan kipas merah berlapis pada The 23rd Indonesian K-Speech Oratory Contest tanggal 28 Juni 2025 di Korea 360, Lotte Mall Jakarta. (Aisya)
Pada tahun 2025, kelompok ini tampil dalam KORNATION di Auditorium UNAS (18 Januari), Pengabdian kepada Masyarakat di TK Citra Kasih atas undangan Meutia, dosen Program Studi Bahasa Korea UNAS (24 Mei), Korean Speech Contest (28 Juni), serta K-Pop Carnaval di Universitas Mercu Buana (19 Juli).
Mereka juga memeriahkan SIKRAB Program Studi Bahasa Korea UNAS (8 Oktober), Yudisium Fakultas Bahasa dan Sastra UNAS (25 Oktober), Festival Bulan Bahasa (30 Oktober), serta Horror Movie Awards (5 November).
Kelompok tari Gongjak Buchaechum UNAS menampilkan tari kipas tradisional Korea dalam acara KORNATION bertema "Korean Treasure Quest: The Treasure Hunt of Korean Experience!" pada tanggal 18 Januari 2025 di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta. (Aisya)
Menurut Aisya, tantangan terbesar dalam mempelajari buchaechum adalah menyelaraskan tempo dan gerakan seluruh anggota. Baginya, tarian ini bukan sekadar pertunjukan visual, melainkan juga simbol keharmonisan dan kebersamaan karena setiap penari saling bergantung untuk menghasilkan formasi yang utuh.
Kelompok tari Gongjak Buchaechum UNAS membawakan tari kipas tradisional Korea dalam K-Pop Carnaval pada tanggal 19 Juli 2025 di Universitas Mercu Buana, Jakarta. (Aisya)
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Aisya adalah penampilan di Universitas Mercu Buana yang menjadi pengalaman pertamanya tampil di luar UNAS. Ia mengingat respons penonton, terutama saat kelompok membentuk formasi bunga dan ombak.
Aisya pun berharap makin banyak generasi muda Indonesia tertarik mengenal budaya Korea tidak hanya melalui K-pop dan drama Korea, tetapi juga dengan mempelajari seni tradisionalnya, seperti buchaechum.
Gongjak Buchaechum UNAS memperkenalkan seni tari kipas tradisional Korea kepada pengunjung dalam Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di UNIKA Atma Jaya, Jakarta. (Yuliana Jasin)
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.