Penulis: Wartawan Kehormatan Surya Nolaivani dari Indonesia
Foto: Surya Nolaivani
Bagaimana sehelai pakaian tradisional dapat menceritakan identitas dan budaya suatu bangsa?
Pertanyaan ini menarik perhatian penulis saat mengikuti Kuliah Khusus: Keindahan dan Budaya Hanbok yang dibawakan oleh Kim Hyun-joo, Manajer Umum Korean Cultural Center Indonesia (KCCI), pada hari Senin (19/10/2026) di Main Atrium KOREA 360, Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Perayaan Hari Hanbok 2026 yang berlangsung pada tanggal 19-20 Oktober 2026 dan diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea, Kedutaan Besar Republik Korea, serta Korean Cultural Center Indonesia (KCCI).
Suasana Kuliah Khusus: Keindahan dan Budaya Hanbok pada Senin (19/10/2026) di Main Atrium KOREA 360, Jakarta.
Hanbok merupakan pakaian tradisional Korea yang memiliki sejarah panjang. Bentuk dasarnya telah berkembang sejak masa kerajaan-kerajaan Korea kuno dan mengalami berbagai perubahan mengikuti zaman.
Meski desainnya terus beradaptasi, hanbok tetap mempertahankan ciri khas berupa perpaduan atasan dan bawahan dengan siluet yang anggun.
Layar presentasi bertajuk "Hanbok dari Masa ke Masa" dalam Kuliah Khusus: Keindahan dan Budaya Hanbok pada Senin (19/10/2026) di Main Atrium KOREA 360, Jakarta.
Dalam kuliah yang dibawakan oleh Kim, penulis mempelajari bagian-bagian dasar hanbok. Hanbok laki-laki terdiri dari jeogori (atasan) dan baji (celana), sedangkan hanbok perempuan terdiri dari jeogori dan chima (rok).
Kim Hyun-joo saat menyampaikan materi dalam Kuliah Khusus: Keindahan dan Budaya Hanbok pada Senin (19/10/2026) di Main Atrium KOREA 360, Jakarta.
Kuliah khusus ini juga membahas Hari Hanbok yang diperingati setiap tanggal 21 Oktober sebagai momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap pakaian tradisional Korea.
Upaya memopulerkan hanbok telah dimulai sejak tahun 1996 dengan tujuan mendorong penggunaannya, mengembangkan industri hanbok, dan menyebarluaskan budaya Korea.
Seorang pengunjung mengenakan hanbok dalam Perayaan Hari Hanbok 2026 pada Senin (19/10/2026) di Main Atrium KOREA 360, Jakarta.
Pembahasan turut mencakup upaya pemerintah Korea dalam melestarikan dan mempromosikan hanbok.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mendukung pengembangan produk hanbok berbasis halyu serta mendorong penggunaannya.
Kementerian Luar Negeri turut mempromosikan hanbok melalui kegiatan di luar negeri, Korea Week, dan perwakilan diplomatik.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan mendukung pengenalan hanbok melalui program penyediaan seragam sekolah tingkat SMP dan SMA.
Poster digital 2026 Hanbok Culture Week yang menampilkan karakter-karakter terinspirasi dari pakaian dan aksesori tradisional Korea pada Senin (19/10/2026) di Main Atrium KOREA 360, Jakarta.
Selain itu, melalui poster 2026 Hanbok Culture Week, penulis mengenal karakter-karakter yang terinspirasi dari pakaian dan aksesori tradisional Korea, yaitu Han-i, Bok-i, Bokju, Duri, Nori, dan Seon-i.
Karakter-karakter tersebut menggambarkan beragam unsur budaya Korea, mulai dari topi dan pakaian tradisional hingga kantong keberuntungan, hiasan kepala pengantin, aksesori hanbok, dan kaus kaki tradisional.
Penggunaan karakter-karakter ini menjadi salah satu cara menarik untuk memperkenalkan kekayaan budaya hanbok kepada masyarakat.
Foto bersama peserta Kuliah Khusus: Keindahan dan Budaya Hanbok pada Senin (19/10/2026) di Main Atrium KOREA 360, Jakarta.
Melalui kegiatan ini, penulis menyadari bahwa menjaga warisan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab negara asalnya. Dengan mempelajari dan membagikan pengetahuan tentang hanbok, masyarakat dari berbagai negara juga dapat ikut mengenal serta mengapresiasi keindahan budaya Korea.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.