Penulis: Wartawan Kehormatan Benedikta Swasti Renaningtyas dari Indonesia
Foto: Benedikta Swasti Renaningtyas
Dengan sekitar 70 persen wilayah daratannya yang berupa perbukitan dan pegunungan, kegiatan mendaki bukan sekadar aktivitas luar ruangan di Korea, melainkan sebuah bagian dari gaya hidup.
Budaya yang kini populer dengan sebutan 'K-Hiking' ini memadukan olahraga, interaksi sosial, serta apresiasi mendalam terhadap perubahan musim. Pada tanggal 18 Oktober 2026, penulis berkesempatan mencoba 'K-Hiking' di Ganwoljae.
Potret Ganwoljae yang diambil pada tanggal 18 Oktober 2026. Ganwoljae yang merupakan bagian dari Pegunungan Alpen Yeongnam di daerah sekitar perbatasan antara Ulsan, Yangsan, dan Miryang.
Ganwoljae merupakan jalur punggung bukit yang membelah Gunung Ganwolsan dan Gunung Sinbulsan di Ulju-gun, Kota Ulsan. Berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, kawasan ini merupakan bagian dari gugusan Pegunungan Alpen Yeongnam.
Daya tarik utama Ganwoljae memuncak pada musim gugur ketika hamparan rumput perak yang merona. Keindahan lanskapnya kian populer setelah menjadi lokasi syuting drama Crash Landing on You serta sorotan dalam serial program acara Take a Hike.
Hamparan luas penuh rumput perak yang menghiasi Ganwoljae pada tanggal 18 Oktober 2026.
Terdapat sejumlah jalur pendakian menuju Ganwoljae. Penulis memilih rute jalan hutan dari sisi Baenaegol, Yangsan, yang populer dikenal warga lokal sebagai "Jalur Peternakan Rusa." Rute ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan santai sekali jalan.
Jalur ini memiliki tingkat kemiringan yang landai hampir tanpa tanjakan terjal, menjadikannya rute yang sangat ramah keluarga. Tak heran sepanjang perjalanan terlihat banyak orang tua yang mengajak anak-anak, bahkan membawa hewan peliharaan mereka.
Tampak banyak pengunjung membawa keluarga mereka termasuk anak-anak serta hewan peliharaan pada tanggal 18 Oktober 2026 di jalur pendakian Ganwoljae.
Di sepanjang jalan setapak yang lebar dan nyaman, pepohonan rindang menyuguhkan gradasi warna dedaunan musim gugur. Di setiap tikungan yang berkelok, siluet rangkaian pegunungan di sekitarnya silih berganti memanjakan mata, memberikan jeda yang menenangkan sebelum mencapai puncak.
Setibanya di Ganwoljae, pemandangan seketika berganti menjadi lautan rumput perak yang bergoyang lembut dihembus angin musim gugur. Berdasarkan data Organisasi Pariwisata Korea, padang rumput perak di Ganwoljae membentang seluas lebih dari 330.000 meter persegi di puncak punggung bukit.
Potret dek kayu yang tertata rapi di antara hamparan rumput perak Ganwoljae yang diambil pada tanggal 18 Oktober 2026.
Area ini dilengkapi dengan dek kayu dan anjungan pandang yang tertata rapi. Para pengunjung dapat berjalan santai menyusuri jalur setapak kayu di tengah riak rumput perak keemasan sembari memandangi lembah di bawahnya, menghadirkan potret musim gugur Korea yang otentik.
Pemandangan pegunungan lain di sekitar yang masih termasuk dalam deretan Pegunungan Alpen Yeongnam dapat dinikmati lewat Ganwoljae. Foto diambil pada tanggal 18 Oktober 2026.
Pengalaman mendaki gunung di Korea belum lengkap tanpa tradisi makan makanan khas Korea di tempat peristirahatan.
"Korea adalah satu-satunya tempat dengan tradisi membawa kimbap dan mi instan saat mendaki gunung," ungkap produser televisi kenamaan Na Yeong-seok pada konferensi pers program Take a Hike.
Penulis pun turut mencobanya. Di puncak Ganwoljae tersedia fasilitas pusat peristirahatan dan minimarket yang menyediakan air panas untuk menyeduh mi instan cangkir. Menikmati kuahnya yang hangat dan gurih di tengah semilir angin gunung yang sejuk menjadi kenikmatan sederhana yang tak tergantikan.
Ganwoljae dilengkapi dengan tempat peristirahatan di mana pengunjung bisa membeli makanan dan minuman hingga menyeduh mi instan. Momen diabadikan pada tanggal 18 Oktober 2026 di Ganwoljae.
Antusiasme masyarakat Korea terhadap aktivitas mendaki gunung telah lama menarik perhatian media internasional. Dikutip dari sebuah artikel dari Korea.net, wartawan The Washington Post, Chico Harlan, pernah mengulas fenomena ini secara mendalam dalam laporannya yang menyebutkan bahwa di Korea, mendaki hampir menjadi identitas nasional.
Harlan menjuluki masyarakat setempat sebagai 'pejuang akhir pekan' karena sekitar satu dari tiga orang Korea rutin mendaki gunung lebih dari sekali dalam sebulan.
Tingginya minat ini didukung penuh oleh infrastruktur alam Korea yang sangat terkelola. Jalur pendakian di berbagai penjuru negeri tersedia dalam ragam tingkatan, mulai dari jalur jalan kaki santai dengan fasilitas ramah difabel hingga rute pemanjatan tebing berbatu bagi pendaki berpengalaman.
Sisi lain pegunungan yang bisa diabadikan melalui jalur pendakian Ganwoljae. Foto diambil pada tanggal 18 Oktober 2026.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.