Penulis: Wartawan Kehormatan Surya Nolaivani dari Indonesia
Foto: Surya Nolaivani
Area panggung KSIJ Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.
Mempelajari huruf Korea, mengenal tradisi perayaan panen Chuseok, hingga mencicipi kue beras khas perayaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman penulis saat mengikuti KSIJ Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok.
Festival tersebut diselenggarakan oleh King Sejong Institute Jakarta (KSIJ) bersama Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Daejin Catholic University (DCU) pada Minggu (11/10/2026) di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.
Melalui beragam kegiatan budaya yang ditawarkan, pengunjung diajak untuk mengenal lebih dekat bahasa, tradisi, dan kehidupan masyarakat Korea.
Penulis menjahit bagian ujung norigae dalam lokakarya KSIJ Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian penulis adalah lokakarya membuat norigae, aksesori tradisional Korea yang biasa dikenakan bersama hanbok. Dalam lokakarya ini, peserta membuat aksesori berbentuk menyerupai kaus kaki kecil dari kain putih yang dihiasi pita warna-warni dan rumbai merah.
Peserta membuat norigae dalam lokakarya KSIJ Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.
Selain mengenal kerajinan tradisional Korea, pengunjung juga diajak memahami sejarah hangeul melalui peringatan Hari Hangeul yang dirayakan setiap tanggal 9 Oktober.
Hangeul diciptakan atas prakarsa Maharaja Sejong pada tahun 1443, kemudian diperkenalkan melalui penerbitan buku Hunminjeongeum pada tahun 1446. Sistem tulisan ini dirancang agar masyarakat Korea lebih mudah membaca dan menulis dalam bahasa mereka sendiri.
Sejarah tersebut menunjukkan bahwa hangeul bukan sekadar kumpulan huruf, melainkan bagian penting dari identitas dan perkembangan budaya Korea.
Sajian kuliner Korea dan kerajinan tradisional norigae ditampilkan dalam KSIJ Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.
Sementara itu, Chuseok merupakan salah satu hari raya tradisional terpenting di Korea yang dirayakan pada tanggal 15 bulan kedelapan kalender lunar. Perayaan ini menjadi momen untuk mensyukuri hasil panen sekaligus berkumpul bersama keluarga.
Salah satu hidangan khas Chuseok adalah songpyeon, kue beras berbentuk setengah bulan dengan beragam isian, seperti wijen, kacang, atau kacang merah. Di festival ini, penulis berkesempatan mencicipi songpyeon secara langsung sehingga pengalaman sederhana untuk mengenal tradisi Chuseok lebih dekat.
Penampilan tari kipas tradisional Korea bernama buchaechum memeriahkan panggung KSIJ Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.
Tidak hanya mengenal tradisi dan mencicipi makanan khas Korea, penulis juga menyaksikan beragam pertunjukan yang menambah kemeriahan festival. Salah satunya adalah buchaechum, tarian tradisional Korea yang dibawakan menggunakan kipas. Gerakan para penari yang selaras dengan formasi kipas menciptakan pola visual yang indah sehingga menjadikan pertunjukan ini salah satu cara untuk mengenal seni tari tradisional Korea.
Penampilan K-Pop Dance Cover memeriahkan panggung KSIJ Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.
Suasana makin meriah melalui penampilan K-Pop Dance Cover. Para peserta membawakan koreografi dari lagu-lagu K-Pop populer dengan gerakan yang energik dan penuh percaya diri.
Peserta mengikuti Random Play Dance (RPD) dalam KSIJ Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.
Menjelang akhir acara, pengunjung juga diajak berpartisipasi dalam Random Play Dance (RPD). Dalam kegiatan ini, lagu-lagu K-Pop diputar secara bergantian dan peserta dapat langsung bergabung untuk menarikan koreografi yang mereka kenal.
Berbeda dari pertunjukan di atas panggung, RPD membuat pengunjung terlibat secara langsung sehingga suasana festival terasa lebih interaktif dan akrab.
Suvenir berupa kipas bergambar karakter tradisional Korea dan gantungan kunci berbentuk huruf hangeul dibagikan kepada pengunjung KSIJ Festival Budaya 2026: Hangeul Day & Chuseok pada tanggal 11 Oktober 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta.
Bagi penulis, KSIJ Festival Budaya 2026 menjadi pengingat bahwa mengenal budaya Korea tidak harus dimulai dari perjalanan ke Negeri Ginseng. Melalui hangeul, kerajinan tradisional, pertunjukan seni, hingga songpyeon yang dicicipi, festival ini menghadirkan beragam cara untuk memahami warisan budaya Korea.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.