Penulis: Wartawan Kehormatan Benedikta Swasti Renaningtyas dari Indonesia
Foto: Benedikta Swasti Renaningtyas
Pada tanggal 10 Oktober 2026 penulis mengunjungi pertunjukan Seni Media Warisan Nasional 2026 Yangsan Tongdosa di kompleks Kuil Tongdosa, Yangsan, Provinsi Gyeongsangnam. Acara yang berlangsung pada tanggal 28 September-18 Oktober 2026 ini mengusung tema "Tongdo, Meraih Keheningan."
Melalui proyeksi cahaya dan tata pencahayaan, bangunan bersejarah serta alam di sekitar kuil tampil berbeda pada malam musim gugur.
Pertunjukan seni media menerangi Bangunan Haejangbogak pada tanggal 10 Oktober 2026 di Kuil Tongdosa, Yangsan, Provinsi Gyeongsangnam.
Didirikan oleh Biksu Jajang pada abad ketujuh pada masa pemerintahan Ratu Seondeok dari Kerajaan Silla, Tongdosa dikenal sebagai kuil yang menyimpan relik Buddha. Kuil ini merupakan salah satu dari tujuh kuil dalam situs Warisan Dunia UNESCO "Sansa, Buddhist Mountain Monasteries in Korea" yang terdaftar pada tahun 2018.
Melalui pertunjukan seni media, pengunjung diajak mengenal warisan budaya dan nilai-nilai Buddha yang hidup di dalamnya.
Karya seni media "Pintu Kebenaran" diproyeksikan pada tanggal 10 Oktober 2026 di Gerbang Bulimun, Kuil Tongdosa, Yangsan, Provinsi Gyeongsangnam.
Delapan karya seni media tersebar di sejumlah titik yang dapat ditelusuri pengunjung, termasuk Museum Seongbo, Gerbang Bulimun, dan Bangunan Haejangbogak.
Di Gerbang Bulimun, karya "Pintu Kebenaran" menghadirkan visual yang mengangkat makna ajaran Buddha, sedangkan "Bunga Hati" ditampilkan di bangunan Haejangbogak.
Pertunjukan juga memanfaatkan elemen alam, seperti karya "Jalur Air Sinar Rembulan" yang memadukan cahaya dan kabut di atas aliran sungai. Tata cahaya di antara pepohonan melengkapi suasana sepanjang perjalanan.
Karya "Sisi Lain Ingatan" ditampilkan di dinding Museum Seongbo pada tanggal 10 Oktober 2026 di Kuil Tongdosa, Yangsan, Provinsi Gyeongsangnam.
Salah satu karya yang berkesan bagi penulis adalah "Sisi Lain Ingatan" yang ditampilkan di dinding Museum Seongbo. Penulis menyaksikan visualisasi legenda berdirinya Tongdosa yang berkaitan dengan Biksu Jajang dan sembilan naga penghuni sebuah kolam.
Menurut legenda tersebut, Jajang menundukkan para naga sebelum mendirikan kuil di kawasan itu. Animasi cahaya menghidupkan kembali cerita tersebut dan memberi penulis cara lain untuk mengenal kisah yang diwariskan di Tongdosa.
Lampu hias menerangi pepohonan pada tanggal 10 Oktober 2026 di Kuil Tongdosa, Yangsan, Provinsi Gyeongsangnam.
Selain pertunjukan malam, dekorasi bunga krisan turut mempercantik kompleks kuil dalam rangka perayaan Gaesan Daejae, yakni peringatan hari berdirinya Tongdosa. Bagi penulis, perpaduan seni media, arsitektur kuil, dan suasana musim gugur menawarkan pengalaman berbeda dalam menikmati situs bersejarah Korea.
Proyeksi motif bunga teratai menjadi bagian dari tata cahaya pada tanggal 10 Oktober 2026 di Kuil Tongdosa, Yangsan, Provinsi Gyeongsangnam.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.