Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia
Foto: Maulia Resta Mardaningtias
Hangeul merupakan aksara Korea yang diciptakan oleh Maharaja Sejong pada tahun 1443 dan dikenal sebagai satu-satunya sistem tulisan di dunia yang jelas asal-usul penciptanya, waktu pembuatannya, serta prinsip dasar penyusunannya.
Untuk merayakan hari penciptaan hangeul, setiap tahun pada 9 Oktober masyarakat Korea merayakan Hari Hangeul sebagai hari libur nasional.
Potret suasana area acara Semarakkan Hari Hangeul Ke-580 yang diselenggarakan oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada Sabtu (10/10/2026) di Main Atrium, KOREA360, Jakarta.
Pada Sabtu (10/10/2026), Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut merayakan Hari Hangeul ke-580 melalui acara bertajuk Semarakkan Hari Hangeul Ke-580 yang digelar di Main Atrium, KOREA360, Jakarta.
Acara ini berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, mulai dari sesi pengenalan hangeul, babak final Tantangan Ketik Kilat Hangeul, hingga aktivitas membuat kerajinan tangan khas Korea.
Potret suasana pertandingan para peserta dalam babak penyisihan Tantangan Ketik Kilat Hangeul yang diselenggarakan oleh KCCI pada Senin (05/10/2026) di Aula Multifungsi KCCI.
Salah satu rangkaian acara yang paling menarik perhatian adalah Tantangan Ketik Kilat Hangeul.
Sebelum babak final digelar, KCCI telah melaksanakan babak penyisihan pada Senin (05/10/2026) di Aula Multifungsi KCCI.
Sebanyak 37 peserta yang telah mendaftar melalui formulir daring, hadir untuk menguji kemampuan dan kecepatan mereka mengetik huruf hangeul. Suasana kompetisi pun dibuat autentik dengan empat laptop buatan Korea yang menggunakan papan ketik hangeul.
Sistematika lomba menggunakan laman Metro Typing, sebuah platform permainan mengetik hangeul. Peserta diminta mengetik nama-nama stasiun kereta di Korea dan siapa pun yang berhasil menyelesaikan hingga stasiun terakhir dengan waktu tercepat berhak melaju ke babak final. Dari babak penyisihan ini, terpilih 16 peserta terbaik untuk bertanding di panggung utama.
Potret Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) memaparkan sejarah hangeul kepada para pengunjung acara Semarakkan Hari Hangeul Ke-580 pada Sabtu (10/10/2026) di Main Atrium, KOREA360, Jakarta.
Acara Semarakkan Hari Hangeul Ke-580 dimulai dengan pemaparan dari KCCI mengenai sejarah hangeul. Penjelasan tersebut mencakup asal mula hangeul, perkembangannya dari masa ke masa, hingga tokoh-tokoh penting yang berkontribusi dalam pelestarian dan modernisasi aksara ini.
Sejarah Hari Hangeul sendiri cukup panjang, yakni pertama kali ditetapkan pada tahun 1926 dengan nama Gagyanal, kemudian dirayakan resmi pada 9 Oktober sejak 1945. Meski sempat dihapus dari daftar hari libur nasional pada tahun 1991, tanggal 9 Oktober kembali ditetapkan sebagai hari libur nasional di Korea sejak tahun 2013.
Melalui pemaparan tersebut, tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangan hangeul juga diperkenalkan, seperti Ju Si-gyeong yang menciptakan istilah 'hangeul' pada tahun 1912, Homer Hulbert yang menulis buku geografi dunia pertama dengan alfabet Korea, Bang Jeong-hwan yang memperkenalkan kata 'eorini' melalui majalah anak-anak, Park Doo-sung yang menciptakan sistem Braille Korea, hingga Gong Pyung-u yang berkontribusi dalam pengembangan mesin ketik hangeul.
Potret dua orang peserta pertama yang bertanding mengetik lirik lagu kebangsaan Korea, "Aegukga," dalam perlombaan Tantangan Ketik Kilat Hangeul yang diadakan pada Sabtu (10/10/2026) di Main Atrium, KOREA360, Jakarta.
Setelah sesi pemaparan, babak final Tantangan Ketik Kilat Hangeul pun dimulai. 16 orang peserta beradu dalam tiga tahap untuk babak delapan besar, empat besar, dan dua besar.
Pada babak pertama, mereka menggunakan laman permainan Hancom Taja untuk mengetik lirik lagu nasional Korea, "Aegukga." Penilaian dilakukan berdasarkan kecepatan karakter per menit, akurasi, dan ketuntasan permainan.
Babak berikutnya menantang peserta mengetik lirik lagu anak-anak "Round and Round" yang populer lewat drama Squid Game. Lirik yang berulang membuat tantangan semakin sulit hingga tersisa empat peserta terbaik.
Pada semifinal dan final, permainan berganti menjadi permainan Flip Game saat peserta harus membalikkan kartu lawan dengan mengetik kata hangeul yang tertera pada setiap kartu. Dua pemenang akhirnya terpilih dan berhak membawa pulang hadiah berupa papan tik hangeul serta suvenir khas Korea.
Potret penulis seusai meraih Juara 2 Tantangan Ketik Kilat Hangeul dalam acara Semarakkan Hari Hangeul Ke-580 yang diadakan pada Sabtu (10/10/2026) di KOREA360, Jakarta.
Selain kompetisi, pengunjung juga dapat menikmati kegiatan interaktif seperti melipat kertas berbentuk hanbok, membuat pembatas buku hangeul, dan mewarnai kartu pos bergambar rumah tradisional Korea, hanok. Semua aktivitas ini menambah suasana perayaan yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Potret kartu pos berdesain pintu gerbang Gwanghwamun pada Istana Gyeongbokgung yang diwarnai oleh para pengunjung acara Semarakkan Hari Hangeul Ke-580 pada Sabtu (10/10/2026) di Main Atrium, KOREA360, Jakarta.
Bagi penulis, acara Semarakkan Hari Hangeul Ke-580 menjadi sarana penting untuk mengajak masyarakat global, khususnya Indonesia, untuk ikut merasakan kemeriahan dalam perayaan hari aksara Korea tersebut. Dengan adanya perlombaan seperti Tantangan Ketik Kilat Hangeul, perayaan Hari Hangeul di Indonesia terasa semakin meriah dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.