Penulis: Wartawan Kehormatan Surya Nolaivani dari Indonesia
Foto: Putri Aninditarini
Menempuh pendidikan di Korea menjadi impian bagi banyak orang, tetapi perjalanan menuju ke sana tentu tidak selalu mudah. Hal itu pula yang dialami Anin, mahasiswa asal Jawa Tengah yang kini memasuki tahun pertama di Universitas Hoseo jurusan Industrial & Organizational Psychology. Di usia 35 tahun, Anin berhasil meraih beasiswa KISF dan GKS-G untuk melanjutkan studinya di Korea.
Dalam wawancara yang dilakukan secara daring pada tanggal 20 Agustus-9 September 2026, Anin berbagi cerita kepada penulis tentang awal ketertarikannya pada Korea, perjuangannya mendapatkan beasiswa, hingga pengalamannya beradaptasi sebagai mahasiswa internasional.
Anin memperlihatkan dokumen beasiswa GKS saat berada di area kampus Universitas Hoseo pada tanggal 6 Agustus 2026.
- Mohon perkenalkan diri Anda.
Nama saya Putri Aninditarini (Anin) dari Jawa Tengah yang sedang berkuliah di Universitas Hoseo jurusan Industrial & Organizational Psychology.
- Bagaimana awal mula Anda tertarik untuk melanjutkan studi di Korea?
Kunjungan pertama saya ke Korea di tahun 2017 memberikan kesan bahwa Korea merupakan negara yang bersih, teratur, dan cuacanya enak. Saya pun penikmat drama Korea sehingga semakin besar keinginan saya untuk melanjutkan pendidikan di Korea.
- Bagaimana perjalanan Anda hingga akhirnya mendapatkan beasiswa KISF dan GKS-G?
Saya memulainya dengan belajar bahasa Korea secara otodidak setelah memutuskan ingin melanjutkan pendidikan ke Korea. Saat pandemic Covid-19, mulai banyak kelas daring yang dibuka sehingga saya bergabung ke salah satu lembaga kursus bahasa Korea.
-Apa tantangan terbesar selama persiapan dan pendaftaran?
Tantangan terbesar adalah melengkapi dokumen persyaratan, terutama surat rekomendasi. Saya lulus jenjang sarjana 13 tahun sebelumnya sehingga cukup sulit untuk menghubungi dosen pembimbing karena banyak yang sudah pensiun.
Suasana kebersamaan Anin bersama rekan sesama mahasiswa saat berkegiatan di ruang kelas Universitas Hoseo pada tanggal 2 Februari 2026.
- Apa pengalaman paling berkesan selama menjadi mahasiswa di Korea?
Warga di sini berbicara cukup cepat, terutama mereka yang sehari-hari terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Korea. Apa yang sudah dipelajari rasanya hilang begitu saja karena sulit mencerna perkataan mereka. Belum lagi kalau bertemu orang yang menggunakan dialek khas daerah di Korea.
- Apa tip penting bagi mereka yang ingin mendaftar beasiswa?
Jangan pernah menyerah. Gagal, pelajari, lalu coba lagi sampai batas umur maksimalnya. Kedua, kenali diri Anda. Jangan mencoba beasiswa hanya karena ikut-ikutan. Ketiga, menabung untuk mendaftar beasiswa juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Momen Anin menerima dokumen beasiswa GKS dan kotak presentasi di atas panggung aula Universitas Hoseo pada tanggal 6 Agustus 2026.
- Apa pesan untuk teman-teman Indonesia yang ingin mengejar mimpi kuliah di Korea?
Terus mencoba dan tetap berani mengejar mimpi kita selagi ada kesempatan. Setiap orang punya jalan hidup masing-masing, jadi jangan pernah membandingkan jalan hidup kita dengan orang lain.
Anin mengabadikan momen di Universitas Hoseo setelah meraih beasiswa GKS pada tanggal 6 Agustus 2026.
Dari cerita Anin, penulis melihat bahwa perjalanan menuju Korea bukanlah sesuatu yang harus selalu berjalan mulus. Perjalanannya menunjukkan bahwa setiap orang punya waktunya masing-masing untuk sampai pada tujuan. Di usia 35 tahun, Anin memilih untuk kembali mencoba dan membuktikan bahwa mimpi tidak selalu punya batas waktu.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.