Wartawan Kehormatan

2026.09.28

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Audrey Regina dari Indonesia
Foto: Audrey Regina

Pulau Jeju adalah pulau terbesar di Korea yang terkenal akan keindahan pemandangan alamnya. Pada tanggal 14 Agustus 2026 penulis berkesempatan menikmati waktu untuk pelesiran di area Seogwipo, Jeju.

Destinasi yang penulis kunjungi di daerah Seogwipo adalah Air Terjun Cheonjeyeonpokpo. Dilansir dari laman Visit Korea, air terjun ini memiliki ketinggian sebesar 22 meter dan lebar 12 meter dan terbagi menjadi tiga air terjun terpisah.

Nama Cheonjeyeon memiliki arti "langit yang terhubung dengan tanah." Untuk memasuki area air terjun ini, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar 2.000 won.

Begitu membayar tiket dan melewati pintu masuk, pengunjung dapat menuruni tangga yang tersedia untuk pertama-tama mengunjungi air terjun pertama.

Air terjun pertama berjarak 200 meter dari pintu masuk dan tangganya terbuat dari batu sehingga pengunjung harus berhati-hati agar tidak terjatuh.

Air dari air terjun pertama hanya mengalir pada hari saat hujan deras turun. Sayangnya pada hari kunjungan penulis, cuaca sedang cerah sehingga air terjun pertama tidak mengalir. Namun, sebagai gantinya penulis dimanjakan dengan pemandangan air yang berwarna biru jernih.

Pemandangan air terjun pertama di Cheonjeyeonpokpo yang dipotret pada tanggal 14 Agustus 2026.

Pemandangan air terjun pertama di Cheonjeyeonpokpo yang dipotret pada tanggal 14 Agustus 2026.


Berjarak 300 meter dari air terjun pertama, pengunjung akan sampai pada air terjun kedua. Berbeda dengan air terjun pertama yang airnya hanya akan mengalir jika sedang hujan deras, air terjun kedua tetap mengalir meskipun cuaca cerah.

Pemandangan air terjun kedua di Cheonjeyeonpokpo yang dipotret pada tanggal 14 Agustus 2026.

Pemandangan air terjun kedua di Cheonjeyeonpokpo yang dipotret pada tanggal 14 Agustus 2026.


Air terjun ketiga berjarak 500 meter dari air terjun kedua dan di antara air terjun kedua dan ketiga, terdapat Jembatan Seonimgyo yang memiliki panjang 128 meter dan ketinggian 78 meter.

Jembatan tersebut dihiasai oleh tujuh bidadari pada setiap sisinya. Dilansir dari laman Visit Korea, terdapat legenda yang menceritakan bahwa ketujuh bidadari tersebut turun dari kayangan dan mendarat di jembatan tersebut sehingga jembatan tersebut dinamakan Seonimgyo.

Selain jembatan, terdapat pula monumen peringatan untuk Peristiwa Jeju 4.3 (Insiden Pemberontakan Jeju pada tanggal 3 April 1948).

Operasi militer tersebut memakan banyak korban jiwa dan menjadikannya salah satu peristiwa bersejarah penting di Pulau Jeju.

Monumen peringatan Peristiwa Jeju 4.3 yang dipotret pada tanggal 14 Agustus 2026.

Monumen peringatan Peristiwa Jeju 4.3 yang dipotret pada tanggal 14 Agustus 2026.


Monumen peringatan Peristiwa Jeju 4.3 yang terdapat di kawasan Air Terjun Cheonjeyonpokpo pertama kali didirikan pada tahun 2008 lalu ditambahkan informasi mengenai Monumen peringatan Peristiwa Jeju 4.3 untuk memudahkan pengunjung memahami latar belakang sejarah dari peristiwa tersebut.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait