Wartawan Kehormatan

2026.09.15

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia
Foto: King Sejong Institute Jakarta

Sejong Korean Language Assessment (SKA) adalah tes kemampuan bahasa Korea yang diselenggarakan oleh King Sejong Institute Foundation (KSIF), sebuah lembaga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea.

Ujian ini dirancang untuk mengukur keterampilan membaca, mendengar, menulis, serta berbicara dalam bahasa Korea secara komprehensif.

Tahun 2026 King Sejong Institute Jakarta (KSIJ) kembali menggelar SKA ke-13 yang berlangsung pada tanggal 5-6 September 2026 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.

Potret Sejong Korean Language Assessment (SKA) ke-13 diselenggarakan oleh King Sejong Institute Jakarta pada tanggal 5 September 2026 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.

Potret Sejong Korean Language Assessment (SKA) ke-13 diselenggarakan oleh King Sejong Institute Jakarta pada tanggal 5 September 2026 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.


Berbeda dari tahun 2025, proses pendaftaran tes tahun ini dilakukan secara bertahap. Para peserta terlebih dahulu mendaftar melalui formulir yang dibagikan KSIJ di media sosial, kemudian dilanjutkan dengan registrasi resmi di laman resmi SKA.

Melalui proses tersebut, penulis terpilih menjadi salah satu dari 40 peserta yang mengikuti SKA ke-13. Hal ini menjadi pengalaman kedua penulis berpartisipasi untuk mengukur kemampuan bahasa Korea melalui SKA di KSIJ.

Peserta ujian Sejong Korean Language Assessment (SKA) sesi mendengar, membaca, dan menulis yang berlangsung pada tanggal 5 September 2026 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.

Peserta ujian Sejong Korean Language Assessment (SKA) sesi mendengar, membaca, dan menulis yang berlangsung pada tanggal 5 September 2026 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.


Pada hari Sabtu (05/09/2026) seluruh peserta dalam waktu yang bersamaan mengikuti ujian untuk mengukur kemampuan mendengar, membaca, dan menulis dalam bahasa Korea.

Tanpa membawa alat elektronik dan barang lain selain nomor ujian serta kartu identitas, para peserta memasuki ruangan yang sudah dipenuhi deretan meja yang tertata rapi dengan jarak yang cukup jauh dari satu meja ke meja lainnya. Di atasnya telah tersedia pulpen, spidol komputer, serta alat korektor.

Memulai sesi pertama, para peserta mengerjakan soal ujian mendengar yang terdiri dari 50 soal dengan batas waktu pengerjaan selama 50 menit. Soal-soal sederhana hanya diperdengarkan satu kali, sedangkan soal yang lebih rumit diperdengarkan sebanyak dua kali.

Seusai setiap sesi, para peserta diberikan waktu untuk beristirahat selama 10 menit sebelum sesi berikutnya dimulai.

Potret suasana ruang ujian SKA ke-13 pada tanggal 5 September 2026 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.

Potret suasana ruang ujian SKA ke-13 pada tanggal 5 September 2026 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.


Selanjutnya, sesi kedua adalah ujian membaca. Serupa dengan ujian mendengar, terdapat 50 soal membaca yang harus diselesaikan dalam waktu 50 menit. Pertanyaan dimulai dari pertanyaan sederhana dengan kalimat-kalimat pendek yang mudah dipahami, tetapi tetapi makin panjang dan sulit di bagian akhir.

Pada sesi tersebut, kecepatan membaca dan kemampuan dalam memahami informasi dalam bacaan menjadi hal penting bagi para peserta untuk berpacu dengan batas waktu pengerjaan.

Menutup hari ujian pertama, para peserta mengikuti sesi menulis berisi lima pertanyaan dengan durasi pengerjaan serupa dengan sesi sebelumnya. Tingkat kesulitan soal pun beragam, dari membentuk kalimat sederhana, hingga mengutarakan pemikiran pribadi mengenai situasi atau fenomena yang sedang terjadi di dunia nyata.

Potret penulis tengah mengikuti sesi berbicara SKA ke-13 yang diadakan oleh King Sejong Institute Jakarta pada tanggal 6 September 2026 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.

Potret penulis tengah mengikuti sesi berbicara SKA ke-13 yang diadakan oleh King Sejong Institute Jakarta pada tanggal 6 September 2026 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta.


Pada hari Minggu (06/09/2026), para peserta kembali ke lokasi untuk mengikuti ujian berbicara yang dilaksanakan secara terpisah.

Beberapa hari sebelumnya, para peserta ujian telah dibagi ke dalam empat sesi yang masing-masing berisi sepuluh orang.

Penulis yang mendapat giliran di sesi terakhir, bersama peserta lain memasuki ruang ujian yang sudah tertata rapi dan dilengkapi dengan sepuluh unit laptop lengkap dengan perangkat jemala, serta kertas dan pulpen untuk mencatat atau membuat coretan.

Selama 20 menit, peserta harus menjawab delapan pertanyaan yang cukup beragam. Mulai dari menjelaskan gambar sederhana, memesan makanan lewat telepon, hingga membandingkan pilihan berlibur.

Pertanyaan-pertanyaan ini terasa menantang karena menuntut spontanitas sekaligus kejelasan para peserta dalam berbicara.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait