Wartawan Kehormatan

2026.09.14

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Yuliana Jasin dari Indonesia
Foto: Rari / KSI Yogyakarta

"Benarkah kami akan ke Korea?"

Pertanyaan itu mungkin menjadi kalimat yang paling menggambarkan perasaan lima murid King Sejong Institute (KSI) Yogyakarta ketika mengetahui bahwa proyek yang mereka kerjakan ternyata membawa mereka menjadi pemenang dan berkesempatan pergi ke Korea.

Kepala KSI Yogyakarta, Surya Agung Nugroho; pengajar bahasa Korea, Kim Seulgi; serta lima peserta KSI Yogyakarta mengunjungi Candi Prambanan di Yogyakarta untuk mendukung proyek brosur Prambanan edisi bahasa Korea tahun 2026.

Kepala KSI Yogyakarta, Surya Agung Nugroho; pengajar bahasa Korea, Kim Seulgi; serta lima peserta KSI Yogyakarta mengunjungi Candi Prambanan di Yogyakarta untuk mendukung proyek brosur Prambanan edisi bahasa Korea tahun 2026.


Kisah tersebut terungkap dalam wawancara melalui Zoom bersama penulis pada hari Minggu (30 Agustus 2026).

Dede, Rari, Nisa, Alma, dan Dita berbagi cerita di balik brosur Prambanan edisi bahasa Korea tahun 2026 yang merupakan sebuah proyek kolaborasi antara Taman Wisata Candi (TWC), Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), dan KSI Yogyakarta dalam rangka memperingati 100 Tahun Hari Hangeul 2026.

Taman Wisata Candi (TWC) merupakan pengelola kawasan Candi Prambanan. Dalam kerja sama ini, TWC menyediakan materi dan informasi tentang Prambanan yang menjadi dasar bagi tim KSI Yogyakarta dalam menerjemahkan dan menyusun brosur berbahasa Korea untuk wisatawan Korea.

Proyek yang berlangsung dari awal April hingga akhir Juni 2026 tersebut membutuhkan proses koordinasi yang cukup panjang, terutama dalam membangun kerja sama dengan TWC.

Anggota tim proyek menyimak penjelasan pemandu wisata di Candi Prambanan pada tanggal 23 Juni 2026 sebagai bagian dari proses memahami informasi untuk penyusunan brosur berbahasa Korea.

Anggota tim proyek menyimak penjelasan pemandu wisata di Candi Prambanan pada tanggal 23 Juni 2026 sebagai bagian dari proses memahami informasi untuk penyusunan brosur berbahasa Korea.


Awalnya, proyek ini dianggap merupakan kesempatan untuk belajar, memperoleh pengalaman baru, sekaligus berkontribusi sebagai relawan. Namun, menyelesaikannya bukan perkara mudah.

Anggota tim mempelajari brosur Prambanan berbahasa Indonesia di Candi Prambanan pada tanggal 23 Juni 2026 sebagai bahan penerjemahan ke bahasa Korea.

Anggota tim mempelajari brosur Prambanan berbahasa Indonesia di Candi Prambanan pada tanggal 23 Juni 2026 sebagai bahan penerjemahan ke bahasa Korea.


Kelima anggota pernah berkunjung ke Korea dan melihat langsung brosur wisata di sana yang menarik, informatif, dan kaya visual.

Pengalaman tersebut membuat mereka membayangkan brosur Prambanan yang lebih sesuai dengan karakter wisatawan Korea.

Namun, keterbatasan waktu membuat mereka memilih mempertahankan format dasar brosur TWC dan memusatkan perhatian pada penerjemahan.

Tampilan depan brosur Prambanan edisi bahasa Korea tahun 2026 menampilkan Candi Prambanan dan informasi wisata untuk memperkenalkannya kepada wisatawan Korea.

Tampilan depan brosur Prambanan edisi bahasa Korea tahun 2026 menampilkan Candi Prambanan dan informasi wisata untuk memperkenalkannya kepada wisatawan Korea.


Sementara itu, penerjemahan juga mendapatkan tantangan. Bahasa brosur berbeda dengan bahasa percakapan sehari-hari. Penulisan nama tokoh seperti Rama, Sinta, dan Wisnu juga membutuhkan perhatian agar sesuai dengan ejaan bahasa Korea.

Kim Seulgi selaku pengajar bahasa Korea dan pembimbing pun memberikan koreksi dan masukan agar hasil terjemahan lebih natural, mudah dipahami, dan tepat secara penulisan.

Ada satu hal yang membuat kisah ini semakin menarik. Kelimanya ternyata tidak mengetahui bahwa proyek tersebut dilombakan dengan hadiah perjalanan ke Korea.

Mereka mengerjakannya dengan tulus sebagai bagian dari pengalaman belajar dan kontribusi sukarela, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Ketika dinyatakan sebagai pemenang, mereka benar-benar terkejut.

Bagian dalam brosur menyajikan informasi sejarah Prambanan, legenda Roro Jonggrang, Ramayana, arca, relief, serta fasilitas wisata dalam bahasa Korea.

Bagian dalam brosur menyajikan informasi sejarah Prambanan, legenda Roro Jonggrang, Ramayana, arca, relief, serta fasilitas wisata dalam bahasa Korea.



margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait