Wartawan Kehormatan

2026.08.28

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Arif Sakhbana Lubis dari Indonesia
Foto: Arif Sakhbana Lubis

Kerajaan Silla dan Konfederasi Gaya merupakan dua entitas politik yang berbeda di Semenanjung Korea pada masa lalu. Kerajaan Silla berdiri pada periode tahun 57 SM – 935 M, sedangkan Konfederasi Gaya pada abad ke-1 hingga pertengahan abad ke-6 M.

Artikel ini berfokus pada perkembangan ilmu astronomi yang telah berkembang pada masa tersebut, yang dapat dilihat melalui peninggalan bangunan dan artefak yang masih ditemukan hingga saat ini.

Kerajaan Silla pada masa kejayaannya pernah dipimpin oleh seorang ratu bernama Seondeok (632–647 M). Berdasarkan catatan sejarah Samguk Yusa, bangunan bernama Cheomseongdae dibangun pada masa pemerintahan Ratu Seondeok.

Cheomseongdae merupakan bangunan yang digunakan untuk mengamati bintang pada masa Kerajaan Silla dan kini berada di Kota Gyeongju. Foto diambil pada tanggal 18 April 2026.

Cheomseongdae merupakan bangunan yang digunakan untuk mengamati bintang pada masa Kerajaan Silla dan kini berada di Kota Gyeongju. Foto diambil pada tanggal 18 April 2026.


Pada tanggal 18 April 2026 penulis mengunjungi kawasan Cheomseongdae di Kota Gyeongju. Dari segi bentuk, bangunan ini mirip seperti cerobong asap rumah di atas genteng yang dipindahkan ke atas tanah, tetapi memiliki ukuran yang lebih besar. Namun, berdasarkan catatan sejarah, bangunan ini memiliki fungsi utama sebagai tempat mengamati bintang.

Dalam kepercayaan masyarakat kuno, pengamatan astronomi dan pergerakan benda-benda langit pada masa itu merupakan salah satu cara untuk menentukan waktu yang tepat untuk bertani serta meramalkan nasib suatu bangsa.

Saat mengunjungi Museum Tumuli Haman pada tanggal 27 Juli 2026, hal serupa juga ditemukan pada artefak peninggalan Konfederasi Gaya, khususnya dari masyarakat Ara Gaya di wilayah Haman-gun, Provinsi Gyeongsangnam. Di atas batu penutup makam terdapat ukiran titik-titik kecil yang ketika dihubungkan membentuk pola rasi bintang.

Berdasarkan penelitian "Mural Constellations Found in 5C Ara-Gaya Tomb" yang dipublikasikan dalam Buletin Masyarakat Astronomi Korea, pola tersebut berkaitan dengan rasi bintang kuno.

Artefak penutup liang kubur peninggalan Konfederasi Gaya dengan titik-titik yang membentuk pola rasi bintang. Foto diambil pada tanggal 27 Juli 2026 saat mengunjungi Museum Marisan Tumuli Haman di Haman-gun, Provinsi Gyeongsangnam.

Artefak penutup liang kubur peninggalan Konfederasi Gaya dengan titik-titik yang membentuk pola rasi bintang. Foto diambil pada tanggal 27 Juli 2026 saat mengunjungi Museum Marisan Tumuli Haman di Haman-gun, Provinsi Gyeongsangnam.


Penemuan tersebut menjadi temuan yang penting karena menunjukkan bahwa masyarakat Gaya telah memiliki pengetahuan tentang astronomi. Penggambaran rasi bintang pada batu penutup makam juga dapat mencerminkan kepercayaan masyarakat Gaya terhadap kehidupan setelah kematian.

Potret interpretasi pola rasi bintang pada artefak penutup liang kubur yang ditinggalkan oleh masyarakat Ara Gaya. Foto diambil pada tanggal 27 Juli 2026 saat mengunjungi Museum Marisan Tumuli Haman di Haman-gun, Provinsi Gyeongsangnam.

Potret interpretasi pola rasi bintang pada artefak penutup liang kubur yang ditinggalkan oleh masyarakat Ara Gaya. Foto diambil pada tanggal 27 Juli 2026 saat mengunjungi Museum Marisan Tumuli Haman di Haman-gun, Provinsi Gyeongsangnam.


Cheomseongdae dan artefak dari Gaya menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai benda-benda langit telah berkembang dalam kehidupan masyarakat Korea pada masa lampau.

Meskipun berkembang dalam entitas politik yang berbeda, peninggalan dari Silla dan Gaya sama-sama memperlihatkan bagaimana langit menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, baik untuk memahami waktu, kegiatan pertanian, maupun kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait