Penulis: Wartawan Kehormatan Shintya DefitaMeidy Aji dari Indonesia
Foto: Park Daejin dari Korea.net
Melalui potret yang diambil pada tanggal 19 Juni 2026, terlihat pemandangan di Kota Berbenteng Naganeupseong di Kota Suncheon dengan rumah-rumah beratap jerami dan benteng batu yang masih terjaga.
Kampung Rakyat Naganeupseong yang terletak di Kota Suncheon, Provinsi Jeollanam, menghadirkan wajah Korea yang tenang, tradisional, dan penuh jejak sejarah.
Melalui dokumentasi foto resmi yang dirilis akun Flickr Republic of Korea, kawasan ini tampak seperti desa yang menyimpan suasana Korea pada masa lampau.
Deretan rumah beratap jerami, dinding batu, jalan desa, dan lanskap alam di sekitarnya memperlihatkan sisi Korea yang berbeda dari hiruk pikuk kota besar.
Lorong di Kota Berbenteng Naganeupseong di Kota Suncheon memperlihatkan suasana desa tradisional Korea yang masih terjaga.
Sebagai rute perjalanan lokal di Suncheon, Naganeupseong dapat dibayangkan sebagai titik awal untuk mengenal suasana desa tradisional Korea.
Naganeupseong sendiri termasuk ke dalam salah satu dari 12 tempat yang berada dalam Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO di Korea.
UNESCO mencatat Naganeupseong sebagai kawasan yang memiliki nilai penting karena mempertahankan lanskap budaya dan gaya hidup tradisional dari Dinasti Joseon (1392-1910).
Nilai tersebut tidak hanya terlihat dari bangunan fisiknya, tetapi juga dari keseluruhan ruang desa yang memperlihatkan hubungan antara manusia, alam, dan tradisi.
Gerbang dan dinding batu menjadi bagian penting dari identitas Kota Berbenteng Naganeupseong di Kota Suncheon.
Menurut laman UNESCO, Naganeupseong dibangun di dataran yang dikelilingi pegunungan. Pada masa Dinasti Goryeo (918–1392) dan Joseon, desa ini berperan sebagai pusat pemerintahan Nagan-eup atau wilayah setingkat kabupaten.
Oleh karena itu, kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas untuk kepentingan publik maupun kehidupan masyarakat, mulai dari kantor pemerintahan untuk mengelola wilayah, benteng pertahanan, deretan rumah penduduk, hingga hutan yang membentuk lanskap alami sekaligus menjadi ruang pelaksanaan ritual.
Desa ini juga menjadi tempat pewarisan berbagai warisan budaya penting, mulai dari musik petani, ritual komunal, nyanyian pansori, pertunjukan gayageum byeongchang, serta berbagai tradisi dan ritual musiman.
Ruang pameran di Naganeupseong menampilkan informasi terkait drama Korea yang menggunakan suasana tradisional sebagai latar cerita.
Bagi penggemar drama Korea, Naganeupseong memiliki pesona tersendiri karena suasananya dekat dengan dunia drama sageuk atau drama sejarah Korea.
Deretan rumah beratap jerami, lorong batu, gerbang benteng, dan pemandangan alam yang tenang membuat tempat ini mudah dikaitkan dengan latar cerita Korea pada masa lampau.
Melalui tempat seperti ini, pembaca dapat membayangkan bahwa latar indah dalam drama tidak hanya hadir sebagai cerita di layar, tetapi juga berakar pada ruang budaya Korea yang masih dijaga dan diperkenalkan kepada publik.
Naganeupseong di Suncheon tidak hanya menjadi tempat untuk melihat rumah jerami atau menikmati pemandangan bernuansa drama sejarah.
Lebih dari itu, kawasan ini mempertemukan sejarah, alam, kehidupan masyarakat, dan budaya populer Korea.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.