Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia
Foto: Maulia Resta Mardaningtias
Istana Gyeongbokgung merupakan salah satu tempat wisata popular di antara wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Korea untuk pertama kalinya. Istana ini merupakan istana yang terletak di jantung Kota Seoul, Korea.
Kala mengunjungi Gyeongbokgung, penulis menyaksikan berbagai keindahan dan pesona istana yang seolah membawa pengunjung kembali ke masa kejayaan Dinasti Joseon (1392-1910) di tengah pesatnya pertumbuhan kota modern.
Papan nama Pintu Gwanghwamun bertuliskan tinta emas direstosi dan dibuka kembali untuk publik pada tahun 2023.
Gyeongbokgung merupakan istana utama Dinasti Joseon yang dibangun pada tahun 1395. Istana ini terbakar habis pada tahun 1592, tetapi baru dipugar pada tahun 1867.
Gyeongbokgung mulai dirusak secara sistematis oleh pemerintah Jepang saat Korea mulai dijajah Jepang pada tahun 1910. Lanskap istana tersebut bahkan dirusak dengan pendirian Kantor Pemerintahan Gubernur Jenderal Jepang pada tahun 1926.
Proyek restorasi Gyeongbokgung mulai dilakukan secara besar-besaran sejak tahun 1990-an hingga menjadi sosok yang dikenal oleh para wisatawan saat ini.
Potret Aula Geunjeongjeon dari kejauhan yang diambil pada tahun 2025.
Aula Geunjeongjeon adalah aula utama yang berada di Istana Gyeongbokgung. Di aula ini, pengunjung dapat melihat singgasana raja.
Di belakang singgasana raja, terdapat lukisan "Irworobongdo" pada layar lipat yang menggambarkan keseimbangan antara matahari, bulan, dan lima gunung yang menjadi filosofi pemerintahan Dinasti Joseon.
Dalam drama Korea, Geunjeongjeon kerap muncul sebagai area pertemuan raja dengan pejabat istana untuk membicarakan berbagai hal terkait kenegaraan, sebagaimana aula ini berfungsi nyata pada masa Dinasti Joseon.
Saat mengunjunginya, penulis juga melihat bahwa bagian atap Geunjeongjeon disanggah oleh jaring-jaring yang melindungi para pengunjung dari kemungkinan jatuhnya bagian-bagian kecil atap yang sudah tua.
Singgasana raja Joseon dalam Aula Geunjeongjeon dengan lukisan tradisional "Irworobongdo" di belakangnya. Foto ini diambil pada tahun 2023.
Area yang sulit untuk dilupakan kala berkunjung adalah aula Sujeongjeon, sebuah aula yang terletak di bagian barat aula Geunjeongjeon.
Aula Sujeongjeon menjadi salah satu tempat yang memiliki pemandangan istana yang sangat menakjubkan. Saat musim gugur, pohon gingko yang menguning berpadu dengan warna-warna bangunan yang khas sehingga menjadi daya tarik keindahan area ini.
Potret area Aula Sujeongjeon saat musim gugur tahun 2023 yang dipenuhi oleh pengunjung yang memakai hanbok.
Tidak jauh dari aula Sujeongjeon, terdapat Paviliun Gyeonghoeru yang berdiri megah dan anggun di sebuah kolam besar berbentuk persegi.
Meski hanya dapat melihatnya dari jauh, kemegahan Paviliun Gyeonghoeru tetap terlihat mengesankan. Struktur megahnya yang dahulu digunakan untuk perjamuan kerajaan, kini menjadi salah satu ikon yang sulit dilupakan dari Gyeongbokgung.
Potret Paviliun Gyeonghoeru di Istana Gyeongbokgung.
Paviliun Hyangwonjeong sangat populer dibicarakan oleh banyak turis melalui media sosial sehingga paviliun ini menjadi tujuan utama penulis kala berkunjung ke Gyeongbokgung kembali di tahun 2025.
Bangunan berlantai dua yang berbentuk heksagonal ini terletak di tengah kolam yang berada di bagian terdalam Gyeongbokgung. Karena letaknya yang jauh dari gerbang Geunjeongmun, pengunjung harus memiliki waktu yang cukup untuk berjalan menuju paviliun ini untuk melihat keindahannya.
Dengan adanya jembatan kayu Chuihyanggyo yang menghubungkan istana dan paviliun Hyangwonjeong, paviliun ini digunakan sebagai tempat bersantai oleh raja-raja Joseon beserta keluarganya pada era Dinasti Joseon.
Potret Paviliun Hyangwonjeong, paviliun berbentuk heksagonal di tengah kolam yang berada di bagian terdalam Gyeongbokgung.
Selain area-area yang telah disebutkan, Gyeongbokgung juga memiliki area-area kecil lainnya yang berfungsi untuk mendukung kehidupan dalam istana, seperti dapur istana, hingga taman belakang yang berada di kediaman permaisuri.
Meski kunjungan penulis ke Gyeongbokgung telah berlalu, setiap detail kemegahan arsitektur dan alam di sekitar Gyeongbokgung tetap terpatri dalam ingatan.
Kenangan dalam kunjungan itu seolah dibekukan oleh waktu, sama seperti keberadaan Gyeongbokgung yang berdiri sebagai simbol harmonisasi antara kejayaan masa lampau dan kehidupan kota modern saat ini.
Taman Amisan merupakan taman belakang kediaman permaisuri di Istana Gyeongbokgung.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.