Neraca pariwisata bulanan Korea mempertahankan surplus selama empat bulan berturut-turut. Foto di atas menunjukkan dua orang turis asing yang sedang mengunjungi Istana Gyeongbokgung di Seoul pada tanggal 20 April 2026. (Korea.net DB)
Penulis: Lee Jihae
Neraca pariwisata bulanan Korea mempertahankan surplus selama empat bulan berturut-turut. Selain itu, neraca tersebut juga mencatat surplus terbesar sejak Pandemi Covid-19.
Data tersebut dirilis oleh Korea Tourism Data Lab milik Organisasi Pariwisata Korea. Berdasarkan data pada tanggal 9 Agustus 2026, neraca pariwisata Korea pada Juni 2026 mencatat surplus sebesar 596,6 juta dolar AS.
Angka tersebut membaik lebih dari 1,44 miliar dolar AS dibandingkan dengan Juni 2025 yang mencatat defisit sebesar 846,8 juta dolar AS.
Neraca pariwisata Korea terus menunjukkan tren peningkatan pesat setelah berbalik mencatat surplus pada Maret 2026.
Setelah membukukan surplus sebesar 263,8 juta dolar AS pada Maret 2026, 159,9 juta dolar AS pada April 2026, dan 220,5 juta dolar AS pada Mei 2026, surplus neracara pariwisata Korea mendekati angka 600 juta dolar AS pada Juni 2026.
Pencapaian tersebut terutama ditopang oleh tingginya pengeluaran wisatawan mancanegara yang mengunjungi Korea.
Penerimaan pariwisata pada Juni 2026 mencapai 2,78 miliar dolar AS yang melampaui pengeluaran pariwisata sebesar 2,18 miliar dolar AS.
Rata-rata pengeluaran per satu orang wisatawan asing yang mengunjungi Korea tercatat sebesar 1.397 dolar AS.
Sementara itu, rata-rata pengeluaran per satu orang wisatawan Korea yang melakukan perjalanan ke luar Korea mencapai 1.091 dolar AS.
jihlee08@korea.kr