Makanan/Pariwisata

2026.05.21

Jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Korea sepanjang Januari hingga April tahun ini tercatat sekitar 6,77 juta orang. Pada tanggal 16 Maret 2026 Desa Hanok Bukchon di Jongno-gu, Seoul, dipadati para wisatawan mancanegara (Lee Jeong Woo)

Jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Korea sepanjang Januari hingga April tahun ini tercatat sekitar 6,77 juta orang. Pada tanggal 16 Maret 2026 Desa Hanok Bukchon di Jongno-gu, Seoul, dipadati para wisatawan mancanegara (Lee Jeong Woo)



Penulis: Kang Gahui

Jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Korea pada April tahun ini mencapai 2,03 juta orang, melampaui angka 2 juta wisatawan selama dua bulan berturut-turut.

Menurut Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, jumlah kumulatif wisatawan asing yang datang ke Korea sepanjang Januari hingga April tahun ini mencapai 6,77 juta orang, naik 21% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Per April 2026, wisatawan asal Tiongkok tercatat paling banyak dengan 570 ribu orang, disusul Jepang (300 ribu), Taiwan (190 ribu), dan Hong Kong (70 ribu). Tren peningkatan wisatawan dari Tiongkok dan Jepang pun terus berlanjut.

Wisatawan jarak jauh dari kawasan Barat, termasuk Amerika Serikat dan Eropa juga menunjukkan tren kenaikan dengan total mencapai 420 ribu orang. Kementerian menilai Korea semakin diakui sebagai destinasi wisata global berkat meluasnya popularitas K-Culture.

Tren peningkatan pariwisata daerah juga terus menguat. Pada April tahun ini, jumlah wisatawan asing yang masuk melalui bandara regional mencapai 360 ribu orang, meningkat 38% YoY. Pemerintah berencana terus mendorong permintaan wisata daerah melalui perluasan rute internasional di bandara regional serta dukungan transit.

Pengeluaran wisatawan asing juga mencatat rekor tertinggi. Nilai transaksi kartu domestik oleh wisatawan asing pada April tercatat sekitar 1,92 triliun won.

Kementerian menyatakan, "Di tengah kondisi sulit akibat kenaikan harga minyak internasional dan fuel surcharge, daya tarik K-Culture serta dukungan pemerintah terhadap sektor pariwisata secara menyeluruh berhasil menciptakan efek sinergi."

kgh89@korea.kr