Foto di atas menunjukkan Observatorium Cheomseongdae di Gyeongju. (Park Daejin)
Penulis: Koh Hyunjeong
Sebanyak sekitar 2,58 juta warga asing yang tinggal di Korea mulai mendapat perhatian sebagai segmen baru di sektor pariwisata.
Khususnya, mereka yang telah merasakan langsung perjalanan di Korea dinilai dapat menjadi promotor wisata secara alami dengan mengajak teman maupun kenalan di negara asal untuk berkunjung ke Korea. Mereka juga dianggap berperan sebagai jembatan efektif dalam menarik wisatawan mancanegara.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Organisasi Pariwisata Korea (KTO) pada tanggal 13 Mei 2026 merilis laporan
Survei Kondisi Pasar Pariwisata Warga Asing di Korea. Survei tersebut dilakukan terhadap 1.000 warga asing yang tinggal di Korea.
Hasil survei menunjukkan 66,3% responden menyatakan berniat mengundang teman atau kenalan dari negara asal mereka untuk berkunjung ke Korea. Hal ini menunjukkan bahwa warga asing di Korea dapat berfungsi sebagai jalur efektif dalam mendatangkan wisatawan baru.
Survei juga menunjukkan bahwa dari November 2024 hingga Oktober 2025, sebanyak 69,1% responden pernah berwisata sehari di Korea, sementara 58,8% pernah melakukan perjalanan dengan menginap. Rata-rata frekuensi perjalanan per tahun tercatat 3,7 kali untuk perjalanan sehari dan dua kali untuk wisata menginap. Rata-rata pengeluaran perjalanan mencapai 266 ribu won per orang.
Aktivitas yang paling banyak dinikmati selama perjalanan adalah menikmati alam dan pemandangan dengan 85,7%. Kuliner menempati urutan berikutnya dengan 64,2%.
Destinasi wisata menginap didominasi daerah nonmetropolitan seperti Gangwon, Busan, dan Jeju. Selain itu, 85,9% responden mengatakan memiliki rencana melakukan perjalanan di Korea dalam satu tahun ke depan.
Laporan lengkap dapat diakses melalui Korea Tourism Data Lab(
https://datalab.visitkorea.or.kr).
hjkoh@korea.kr