Foto di atas menunjukkan Machu Picchu di Peru. (Layanan Warisan Korea)
Penulis: Lee Jihae
Pemerintah Korea akan berkontribusi dalam pelestarian Machu Picchu di Peru, salah satu situs peninggalan peradaban Inka paling terkenal di Amerika.
Layanan Warisan Korea bersama Badan Agensi Warisan Korea pada tanggal 21 April 2026 mengumumkan telah menandatangani dokumen hasil pembahasan (RoD) kerja sama bantuan pembangunan internasional (ODA) dengan Kementerian Kebudayaan Peru di Lima pada tanggal 17 April 2026 untuk memperkuat kapasitas pelestarian dan pengelolaan Machu Picchu.
Proyek ini akan dilaksanakan selama lima tahun hingga 2030. Ini merupakan proyek ODA bidang warisan budaya pertama Korea di kawasan Amerika Latin.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mendorong berbagai kegiatan; mulai dari pembuatan dokumentasi presisi 3D dan alih teknologi; analisis lingkungan pelestarian serta penerapan sistem inspeksi terpadu; transfer teknologi pemeliharaan; dukungan proyek percontohan konservasi dan restorasi; hingga penyusunan pedoman pengelolaan warisan budaya.
Machu Picchu, yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1983, merupakan destinasi global yang dikunjungi sekitar 1,5 juta wisatawan setiap tahun. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, curah hujan ekstrem yang tidak menentu di Pegunungan Andes telah melemahkan struktur tanah, sehingga meningkatkan risiko kerusakan, termasuk tanah longsor.
Layanan Warisan Korea telah memperluas kerja sama pelestarian dari kawasan Asia, termasuk Laos dan Kamboja ke Uzbekistan dan Mesir, dan kini memperluas cakupan kerja sama hingga Amerika Latin, sekaligus memperkuat peran dalam perlindungan dan pengelolaan warisan budaya dunia.
jihlee08@korea.kr