Pemandangan Petroglif Bangudae di Daegok-ri, Eonyang-eup, Ulju-gun, Ulsan.
Penulis: Lee Jihae
Foto: Park Daejin
Menyusuri jalur dek di sepanjang aliran air Bangucheon, tampak tebing batu raksasa di seberang yang kokoh berdiri melewati zaman. Saat melihat melalui teleskop di anjungan pandang, jejak kehidupan prasejarah yang terukir di permukaan batu perlahan terlihat jelas. Inilah Petroglif Bangudae di Daegok-ri, Ulsan, catatan kehidupan yang dipahat dengan palu batu oleh manusia sekitar 7.000 tahun silam, ketika tulisan belum dikenal.
Korea.net pada tanggal 8 September 2026 mengunjungi Petroglif Bangucheon di Ulsan yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Petroglif Bangucheon merupakan sebutan yang mencakup Petroglif Cheonjeon-ri, yang ditemukan pada tanggal 24 Desember 1970, dan Petroglif Bangudae di Daegok-ri, yang ditemukan tepat pada Hari Natal setahun kemudian, tanggal 25 Desember 1971. Penemuan dua peninggalan penting umat manusia secara berturut-turut selama dua tahun di kawasan yang sama menjadi catatan yang terbilang langka.
Petroglif Cheonjeon-ri memperlihatkan perpaduan lintas zaman antara berbagai motif dari Zaman Perunggu dan inskripsi dari masa Kerajaan Silla. Sementara itu, Petroglif Bangudae di Daegok-ri terutama menampilkan beragam adegan kehidupan pada Zaman Neolitikum, mulai dari perburuan paus dan hewan darat hingga kegiatan penangkapan ikan.
Sebagian besar permukaan petroglif tersebut pernah terendam air akibat pembangunan Bendungan Sayeon. Namun, melalui pengaturan ketinggian air dan berbagai upaya pelestarian, bentuk aslinya kini tetap terjaga dengan baik.
Pemandangan Petroglif Bangudae di Daegok-ri, Eonyang-eup, Ulju-gun, Ulsan.
Petroglif Bangudae di Daegok-ri terdapat pada permukaan tebing batu raksasa di bagian hilir Sungai Bangucheon. Pada permukaan batu yang memiliki lebar sekitar 8 meter dan tinggi sekitar 4,5 meter itu, terukir sebanyak 312 gambar.
Jika diamati dari kejauhan melalui teleskop, ukiran pada batu tersebut memperlihatkan ketajaman pengamatan yang luar biasa dari manusia pada Zaman Neolitikum.
Pemandangan Petroglif Bangudae di Daegok-ri, Eonyang-eup, Ulju-gun, Ulsan. Hewan laut seperti penyu dan paus serta hewan darat seperti macan tutul dan singa tergambar bersama secara terperinci.
Harimau, rusa, dan babi hutan yang hidup di darat, serta hiu, penyu, dan berbagai jenis paus tergambar begitu hidup dalam satu bidang batu. Yang paling menonjol adalah detail penggambaran paus. Sedikitnya tujuh jenis paus, termasuk paus sikat Pasifik Utara, paus bungkuk, paus kelabu, lumba-lumba tanpa sirip, paus sperma, paus pilot, dan orca, digambarkan secara realistis sesuai dengan ciri morfologis masing-masing.
Rangkaian gambar tersebut membentuk sebuah dokumenter yang hidup di atas permukaan batu. Adegan demi adegan menggambarkan proses perburuan paus secara berurutan, mulai dari mencari paus, memburunya dengan perahu dan harpun, hingga menarik paus hasil tangkapan ke daratan untuk dipotong dan dibagikan. Petroglif ini menjadi bukti berharga bahwa pada masa prasejarah pernah hidup suatu kelompok masyarakat di kawasan tersebut yang memiliki budaya perikanan laut yang maju serta teknik perburuan paus yang terorganisasi.
Tidak hanya itu, tergambar pula secara jelas adegan para pemburu menangkap babi hutan dan rusa dengan tombak atau jerat, serta menangkap harimau dengan pagar atau jaring. Terdapat pula sosok yang diduga sebagai pemimpin ritual sedang menari, serta sejumlah adegan yang ditafsirkan sebagai ritual untuk memohon keberhasilan dalam berburu dan menangkap ikan atau ritual yang dilakukan setelah kegiatan tersebut. Gambaran ini memberikan sekilas pandangan tentang budaya ritual masyarakat pada Zaman Neolitikum saat itu.
Petroglif Bangucheon mendapat pengakuan dunia atas nilainya setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO ke-17 Republik Korea pada Sidang Komite Warisan Dunia ke-47 tahun 2025. Catatan kehidupan yang ditinggalkan manusia pada permukaan batu ribuan tahun silam itu diharapkan dapat terus melampaui perjalanan waktu dan menyentuh hati generasi mendatang.
jihlee08@korea.kr