Kebudayaan

2026.08.07

Presiden Lee Jae Myung memberikan pernyataan dalam Laporan Kerja Paruh Kedua Tahun 2026 yang dihadiri oleh Kementerian Pendidikan; Komisi Pendidikan Nasional; Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata; serta Layanan Warisan Nasional pada tanggal 5 Agustus 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung memberikan pernyataan dalam Laporan Kerja Paruh Kedua Tahun 2026 yang dihadiri oleh Kementerian Pendidikan; Komisi Pendidikan Nasional; Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata; serta Layanan Warisan Nasional pada tanggal 5 Agustus 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Margareth Theresia

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengungkapkan akan menyiapkan landasan untuk membuka era pasar K-culture senilai 400 triliun won dan wisatawan mancanegara sebanyak 40 juta orang.

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Chae Hwi-young, melaporkan hal tersebut kepada Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 5 Agustus 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gum Seoul.

Menteri Chae menjelaskan mengenai kinerja utama kementerian pada paruh pertama tahun 2026 kemudian melaporkan rencana untuk mewujudkan Korea sebagi negara adidaya dalam bidang budaya dengan menggunakan kebudayaan, olahraga, dan pariwisata.

Kementerian mengungkapkan bahwa wisatawan mancanegara yang mengunjungi Korea pada paruh pertama tahun 2026 telah mencapai 10,71 juta orang yang meningkat sebesar 21,3% dibandingkan dengan paruh pertama tahun 2025.

Kementerian menjelaskan bahwa peningkatan jumlah wisatawan tersebut didukung oleh perluasan pemasaran tujuan wisata di kota-kota kecil di daerah.

Selain itu, kementerian juga telah menggelar Hari Kebudayaan Korea pada setiap hari Rabu serta meningkatkan kualitas ekosistem budaua dengan mendukung kebebasan para seniman untuk berekspresi.

Tak hanya itu, kementerian pun mengungkapkan telah berhasil untuk memberantas berbagai jalur distribusi ilegal konten-konten Korea.

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Chae Hwi-young terlihat menghadiri Festival Mimpi-Kamp Gabungan Grup Seni Mimpi Tahun 2026 yang digelar pada tanggal 6 Agustus 2026 di Alpensia Music Tent, Pyeongchang, Provinsi Gangwon. (Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Heo Man-jin)

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Chae Hwi-young terlihat menghadiri Festival Mimpi-Kamp Gabungan Grup Seni Mimpi Tahun 2026 yang digelar pada tanggal 6 Agustus 2026 di Alpensia Music Tent, Pyeongchang, Provinsi Gangwon. (Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Heo Man-jin)


Kementerian pun mengungkapkan enam agenda utama yang akan dikejar pada paruh kedua tahun 2026.

Pertama, Korea akan memperkuat landasan untuk menjadi negara adidaya dalam bidang seni, salah satunya dengan memperkuat jaringan seniman melalui investasi pada seni dasar dan konten independen.

Kedua, industri budaya akan didorong agar bertumbuh lebih besar lagi. Kementerian meningkatkan target skala pasar K-culture menjadi 400 triliun won serta masuk menjadi tiga besar pengekspor dunia. Oleh karena itu, salah satu caranya adalah menggelar festival berskala besar bernama FANOMENON mulai tahun 2027.

Ketiga, berinovasi agar wisata daerah tidak hanya menjadi tempat yang didatangi hanya sekali saja, tetapi menjadi tempat yang ingin ditinggali.

Keempat, meningkatkan kenyamanan para wisatawan asing dalam menggunakan transportasi dan akomodasi di Korea agar target 40 juta wisatawan mancanegara dapat tercapai.

Kelima, mendorong perwujudan K-sports yang dapat dinikmati oleh seluruh warga melalui inovasi dunia olahraga serta perluasan olahraga dalam kehidupan sehari-hari.

Terakhir, kementerian akan menginovasi komunikasi kebijakan publik agar warga dapat berpartisipasi dalam kebijakan sekaligus mendorong peningkatan citra nsional Korea dengan menggunakan merek 'K-'.

Menteri Chae mengatakan, "Kami akan merealisasikan agenda-agenda utama tersebut dengan cepat dan meningkatkan revitalisasi kehidupan di daerah sekaligus mewujudkan Korea sebagai negara adidaya dalam bidang budaya dengan memperluas promosi K-culture ke seluruh penjuru dunia."


margareth@korea.kr

konten yang terkait