Kebudayaan

2026.06.29

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Chae Hwi-young (kiri) berjabat tangan dan berfoto bersama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok Sun Yeli usai sidang pleno Pertemuan Ke-13 Menteri Pariwisata APEC yang digelar di Kompleks Makau, Tiongkok, pada tanggal 27 Juni 2026. (Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Heo Man-jin)

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Chae Hwi-young (kiri) berjabat tangan dan berfoto bersama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok Sun Yeli usai sidang pleno Pertemuan Ke-13 Menteri Pariwisata APEC yang digelar di Kompleks Makau, Tiongkok, pada tanggal 27 Juni 2026. (Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Heo Man-jin)



Penulis: Charles Audouin

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Chae Hwi-young mengusulkan agar tahun 2027–2028 ditetapkan sebagai "Tahun Pariwisata Korea–Tiongkok", bertepatan dengan penyelenggaraan KTT APEC (Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik) yang akan digelar di Shenzhen, Tiongkok, pada November 2026.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyampaikan bahwa Menteri Chae mengajukan usulan tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok Sun Yeli di sela-sela Pertemuan Ke-13 Menteri Pariwisata APEC yang digelar di Daerah Administratif Khusus Makau, Tiongkok, pada tanggal 27 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Chae menekankan pentingnya pertukaran antarmasyarakat antara kedua negara. Menanggapi hal itu, Menteri Sun mengatakan, "Korea dan Tiongkok merupakan pasar pariwisata yang sangat penting satu sama lain. Kuncinya adalah memastikan agar masyarakat kedua negara dapat semakin sering saling berkunjung." Ia juga menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan pembahasan secara konkret.

Menteri Sun juga mengatakan, "Pengalaman Korea yang berhasil menyelenggarakan KTT APEC tahun 2025 akan sangat membantu Tiongkok dalam mempersiapkan KTT APEC yang digelar tahun 2026," seraya meminta kerja sama yang erat.

Menteri Chae kemudian menggelar serangkaian pertemuan bilateral dengan Jepang, Indonesia, dan Vietnam. Dalam pertemuan tersebut, ia membahas berbagai langkah kerja sama praktis untuk mendorong pertukaran pariwisata, termasuk pemasaran bersama produk wisata, pelonggaran sistem visa, serta peningkatan kemudahan prosedur keluar-masuk negara.

Sementara itu, dalam Pertemuan Ke-13 Menteri Pariwisata APEC, Menteri Chae memperkenalkan kebijakan inovasi untuk mengidentifikasi perusahaan teknologi potensial di sektor pariwisata serta proyek percontohan pariwisata daerah berbasis kecerdasan buatan (AI) yang melibatkan kerja sama antara pemerintah daerah, perusahaan, dan kalangan akademisi.

caudouin@korea.kr

konten yang terkait