Kebudayaan

2026.06.22

Para pengunjung melihat buku-buku yang dipamerkan dalam Pameran Buku Internasional Seoul 2025 yang digelar di COEX, Samseong-dong, Gangnam-gu, Seoul, pada tanggal 18 Juni 2025. (Lee Jeong Woo)

Para pengunjung melihat buku-buku yang dipamerkan dalam Pameran Buku Internasional Seoul 2025 yang digelar di COEX, Samseong-dong, Gangnam-gu, Seoul, pada tanggal 18 Juni 2025. (Lee Jeong Woo)



Penulis: Charles Audouin

Pameran Buku Internasional Seoul (SIBF) akan digelar di COEX, Samseong-dong, Gangnam-gu, Seoul, pada tanggal 24–28 Juni 2026. Pameran ini merupakan pameran buku terbesar di Korea.

Tahun ini, lebih dari 530 organisasi dan perusahaan terkait penerbitan, termasuk asosiasi penerbit dan agen hak cipta, akan berpartisipasi dalam ajang tersebut. Sebanyak 17 negara akan mengoperasikan stan di Paviliun Internasional. Sementara itu, Paviliun Korea akan menghadirkan berbagai program, seperti pasar buku, pameran buku, kuliah umum, dan sesi tanda tangan penulis.

Tema tahun ini adalah "Human Declaration: Homo Duduri". Asosiasi Penerbit Korea (KPA), selaku penyelenggara acara, menyatakan bahwa tema tersebut mengangkat pertanyaan mendasar, "Apa arti menjadi manusia di era kecerdasan buatan (AI)?"

"Asosiasi berharap pameran, kuliah, dan sesi bincang buku kali ini dapat menjadi perjalanan yang bermakna bagi para pakar dan pembaca untuk bersama-sama mengajukan pertanyaan tentang kemanusiaan dan mencari jawabannya," ujar asosiasi tersebut.

Sejalan dengan tema tersebut, berbagai program yang mengangkat isu AI juga telah disiapkan. Melalui pameran tematik, pengunjung dapat menelusuri berbagai pertanyaan tentang manusia, mulai dari kutipan dalam karya sastra klasik dunia hingga pertanyaan yang dimiliki masyarakat modern, sekaligus mengeksplorasi makna kemanusiaan dan pentingnya bertanya di era AI.

Prancis terpilih sebagai negara tamu kehormatan tahun ini. Dalam rangka memperingati 140 tahun hubungan diplomatik Korea-Prancis, penyelenggara menyiapkan berbagai program khusus bertema "Membaca Prancis".

Sebanyak 12 penulis Prancis, termasuk novelis Bernard Werber, penulis buku bergambar Anne Laval, dan filsuf Pascal Bruckner, akan mengunjungi Korea. Mereka akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti pertemuan dengan pembaca, diskusi, lokakarya, dan sesi tanda tangan, sembari memperkenalkan tren sastra dan budaya Prancis di berbagai bidang, mulai dari novel, puisi, komik, sastra anak, hingga humaniora, ilmu sosial, filsafat, dan gastronomi.

Ajang ini juga akan menjadi wadah pertukaran bisnis global. Sebanyak 12 perusahaan penerbitan dari 10 negara yang diundang dalam Fellowship Program akan mengadakan konsultasi ekspor-impor hak cipta serta memperkuat kerja sama dengan pelaku industri penerbitan Korea di Pusat Hak Cipta Pameran Buku.

Selain itu, Kementerian Urusan Patriot dan Veteran akan menyelenggarakan "Pameran Khusus Kim Koo" untuk memperingati 150 tahun kelahiran Kim Koo yang ditetapkan sebagai peringatan UNESCO pada tahun 2026. Melalui pameran tersebut, pengunjung dapat membaca kutipan yang mencerminkan keyakinan Kim Koo, merefleksikan kehidupan mereka, dan menuliskan tekad pribadi mereka.

Poster resmi Prancis, negara tamu kehormatan Pameran Buku Internasional Seoul 2026. (Bagian Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis di Korea)

Poster resmi Prancis, negara tamu kehormatan Pameran Buku Internasional Seoul 2026. (Bagian Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis di Korea)

caudouin@korea.kr

konten yang terkait