Kebudayaan

2026.04.23



Penulis: Xu Aiying
Video: Saluran YouTube resmi Festival Film Internasional Jeonju

Festival Film Internasional Jeonju edisi ke-27 telah merampungkan daftar film yang akan ditayangkan, menandai perhelatan yang semarak.

Festival yang digelar pada tanggal 29 April hingga 8 Mei 2026 ini akan menampilkan 237 film dari 54 negara, terdiri atas 140 film internasional dan 97 film Korea. Sebanyak 78 di antaranya akan diputar untuk pertama kalinya di dunia.

Film pembuka adalah Late Fame karya sutradara Kent Jones. Film ini mengisahkan Ed (diperankan Willem Dafoe), mantan penyair yang kini hidup sederhana sebagai pegawai kantor pos di New York. Ia kemudian bertemu dengan para seniman muda yang mengagumi kumpulan puisinya di masa lalu.

Film penutup adalah dokumenter The Longest Night: Namtaeryeong karya sutradara Kim Hyun-ji, yang sebelumnya dikenal lewat film A Man Who Heals the City. Film ini merekam kisah para petani dan wanita yang terlibat dalam aksi unjuk rasa traktor di Namtaeryeong setelah pemberlakuan darurat militer pada tanggal 3 Desember 2024.

Cuplikan adegan dari Six Weeks On karya sutradara Jacqueline Jansen, yang diputar dalam kompetisi internasional Festival Film Internasional Jeonju ke-27. (Festival Film Internasional Jeonju)

Cuplikan adegan dari Six Weeks On karya sutradara Jacqueline Jansen, yang diputar dalam kompetisi internasional Festival Film Internasional Jeonju ke-27. (Festival Film Internasional Jeonju)



Dalam kompetisi internasional, sebanyak 421 film dari 70 negara terdaftar. Di antaranya, Six Weeks On karya sutradara Jacqueline Jansen mengisahkan seorang putri yang menjalani masa berkabung selama enam minggu setelah kehilangan ibunya akibat kanker. Fantasy, film eksperimental karya Isabel Pagliai, mengaburkan batas antara mimpi dan realitas melalui sebuah buku catatan yang ditemukan secara tak sengaja.

Dalam kompetisi Korea, film dokumenter menjadi sorotan utama. Karya-karya yang memadukan narasi personal dengan pesan sosial terpilih secara merata.

Program khusus Ahn Sung-ki's Memorable Films Yet Rarely Seen menelusuri dunia karya mendiang Ahn yang wafat pada Januari lalu. Foto di atas menunjukkan cuplikan adegan dari film Fair Love yang dibintangi Ahn. (Festival Film Internasional Jeonju)

Program khusus Ahn Sung-ki's Memorable Films Yet Rarely Seen menelusuri dunia karya mendiang Ahn yang wafat pada Januari lalu. Foto di atas menunjukkan cuplikan adegan dari film Fair Love yang dibintangi Ahn. (Festival Film Internasional Jeonju)



Berbagai program khusus juga disiapkan. Program New York Underground – The Mavericks akan menyoroti karya para seniman underground di New York pada era 1960-an dan 1970-an. Program khusus Ahn Sung-ki's Memorable Films Yet Rarely Seen menelusuri dunia karya mendiang Ahn yang wafat pada Januari lalu, sekaligus menghadirkan kesempatan berharga untuk mengenang jejaknya.

Pelaksana tugas Ketua Komite Penyelenggara Festival, Yoon Dong-uk, menyatakan bahwa Festival Film Internasional Jeonju merupakan wadah bagi sineas dari berbagai negara untuk berinteraksi dengan penonton, sekaligus salah satu festival film terkemuka di Asia.

Ia menambahkan bahwa sebagai ajang pertukaran budaya yang mencerminkan identitas Kota Budaya Jeonju, pihaknya akan terus mendengarkan suara penonton dan mengembangkan festival ini menjadi lebih bermakna.

Konferensi pers pengumuman program Festival Film Internasional Jeonju ke-27 digelar pada tanggal 31 Maret 2026 di CGV Yongsan I'Park Mall, Yongsan-gu, Seoul. (Lee Jeong Woo)

Konferensi pers pengumuman program Festival Film Internasional Jeonju ke-27 digelar pada tanggal 31 Maret 2026 di CGV Yongsan I'Park Mall, Yongsan-gu, Seoul. (Lee Jeong Woo)


xuaiy@korea.kr

konten yang terkait